Model Spasial Perubahan Penggunaan Lahan dan Pengaruhnya Terhadap Kebijakan Swasembada Padi

https://doi.org/10.22146/mgi.31911

Dede Amrillah(1*), Eko Kusratmoko(2), Supriatna Supriatna(3)

(1) Ilmu Geografi, Fakultas MIPA, Universitas Indonesia
(2) Departemen Geografi, Fakultas MIPA, Universitas Indonesia
(3) Departemen Geografi, Fakultas MIPA, Universitas Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Perubahan tutupan dan penggunaan lahan di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro cukup signifikan khususnya untuk penggunaan lahan sawah. Suatu wilayah dikatakan berswasembada padi jika produksi berasnya lebih besar dibandingkan dengan angka konsumsi berasnya. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan spasial menggunakan metode jaringan saraf Multi-Layer Perceptron (MLP) dan Markov Chain (MC) yang terdapat dalam metode Land Change Modeler (LCM) pada perangkat lunak Idrisi. Pada pemodelan spasial tersebut digunakan variabel jalan sebagai faktor pendukung perubahan penggunaan lahan di tahun 2025. Hasil yang diperoleh dari pemodelan spasial tersebut yaitu besaran luasan sawah pada tahun 2025 dengan angka 4644.99 hektar dengan nilai akurasi 56.51%. Kemudian nilai tersebut dikalikan dengan angka produktifitas padi tahun 2015 dan angka konversi gabah kering giling (GKG) menghasilkan nilai produksi beras di tahun 2025 sebesar 95705.37 ton. Angka konsumsi beras tahun 2025 sebesar 4648.402 ton didapatkan dengan mengkalikan jumlah penduduk di tahun 2025 yang memiliki angka 52515 jiwa dengan angka rata-rata konsumsi per kapita per tahun yang berada di angka 88.52 kg. Dengan demikian Kecamatan Kalitidu di tahun 2025 mampu berswasembada padi.

Changes in land cover and land use in Kalitidu District, Bojonegoro Regency are significant, especially for paddy land use. A region is said to be self-sufficient in rice if its rice production is greater than its rice consumption rate. In this research, spatial modeling using Multi-Layer Perceptron (MLP) and markov chain method is applied in Land Change Modeler (LCM) method in Idrisi software. In spatial modeling used road variables as a driving factor the change of land use in 2025. The results obtained from spatial modeling is the size of paddy field area in 2025 with the number 4644.99 hectares with an accuracy of 56.51%. Then the value is multiplied by the rate of rice productivity in 2015 and the conversion rate of dry milled grain (GKG) produces rice production value in 2025 of 95705.37 tons. The consumption rate of rice in 2025 amounted to 4648,402 tons was obtained by multiplying the number of population in the year 2025 which has the number 52515 people with the average rate per capita consumption per year which is at 88.52 kg. Thus Kalitidu District in 2025 is capable of self-sufficient rice.

 

 

 

 


Keywords


pemodelan spasial; land change modeler; penggunaan lahan; multi-layer preceptron; rantai markov

Full Text:

PDF


References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro. (2016). Kabupaten Bojonegoro Dalam Angka 2016. Bojonegoro: BPS Kabupaten Bojonegoro.

Eastman, R.J. (2006). IDRISI Andes, Guide to GIS and Image Processing. Worcester: Clark University.

Fuad, A., Ardiansyah, A.N., Nuraeni, N.S. (2016). Produktivitas lahan sawah dalam pemenuhan kebutuhan beras penduduk di Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal. Prosiding Seminar Nasional Geomatika 2016. Cibinong: Badan Informasi Geospasial.

Mishra, V.N., Rai, P.K., Mohan, M. (2014). Prediction of land use change based on land change modeler (LCM) using remote sensing : A case study of Muzaffarpur (Bihar), India. Journal of the Geographical Institute “Jovan Cvijic” SASA, 64(1), 111-127.

Mishra, V.N., Rai, P.K. (2016). A remote sensing aided multi-layer perceptron-Markov chain analysis for land use and land cover change prediction in Patna district (Bihar), India. Arabian Journal of Geosciences, 9, 249.

Purwadhi, S.H.F., Kardono, P., Haryani, N.S., Poniman, A. (2015). Pengembangan Wilayah Permukiman dalam Perspektif Geospasial. Jakarta : Polimedia Publishing.

Rejekiningrum, P. (2013). Model Optimasi Surplus Beras untuk Menentukan Tingkat Ketahanan Pangan Nasional. Prosiding Seminar Nasional FMIPA-UT 2013. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Singh, S., Reddy, C. S., Pasha, S. V., Dutta K., Saranya K.R.L., Sattish, K.V. (2017). Modelling the spatial dynamics of deforestation and fragmentation using Multi-Layer Perceptron neural network and landscape fragmentation tool. Ecological Engineering, 99, 543-551.

Vega, A.P., Mas, J.F., Zielinska, A.L. (2012). Comparing two approches to land use/cover change modeling and their implication for the assesment of biodiversity loss in a deciduous forest. Environtment Modelling & Software, 29, 11-23.

Wardani, D.W., Danoedoro, P., Susilo, B. (2016). Kajian perubahan penggunaan lahan berbasis citra satelit penginderaan jauh resolusi menengah dengan metode multi layer perceptron dan markov chain. Majalah Geografi Indonesia, 30(1), 9-18.



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.31911

Article Metrics

Abstract views : 1465 | views : 1003

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI