Produksi Ruang Kekuasaan di Pulau Jawa Abad ke-16-17 dan Dampaknya pada Pertumbuhan Kota

https://doi.org/10.22146/mgi.26103

Hafid Setiadi(1*), Hadi Sabari Yunus(2), Bambang Purwanto(3)

(1) Departemen Geografi FMIPA Universitas Indonesia Depok
(2) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
(3) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Studi ini membahas keterkaitan antara tradisi kekuasaan, produksi ruang, dan pertumbuhan kota. Tujuan utamanya adalah untuk memahami secara mendalam pola dan proses spasial produksi ruang kekuasaan dan implikasinya pada pertumbuhan kota. Lingkup penelitian mencakup situasi geopolitik di Pulau Jawa selama abad ke-16 hingga ke-17 ketika Kesultanan Mataram memegang dominasi kekuasaan berlandaskan tradisi sawah. Metode analisis yang diterapkan mengacu pada pemikiran hermeneutika yang mengedepankan metode pembacaan teks. Data penelitian berasal dari sumber-sumber sekunder terutama berupa hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam bentuk artikel, buku, peta maupun makalah seminar.  Hasil analisis memperlihatkan bahwa selama rentang waktu tersebut pola dan proses spasial produksi ruang kekuasaan didominasi oleh netralisasi dan pembentukan wilayah pinggiran sebagai konsekuensi dari absolutisme kekuasaan raja.  Modus produksi ini menyebabkan terjadinya likuidasi politik terhadap kota-kota tertentu yang ditandai oleh perubahan identitas kota, terutama di wilayah pesisir.

 

Abstract

This study discusses the relations between the tradition of power, the production of space, and city growth. This study primarily aimed to comprehend the spatial pattern and process of the production of authority space and its implications for city growth. It covers the geopolitical situation in Java during the 16th and 17th centuries when the Mataram Sultanate ran a dominant power based on ricefield tradition. The analysis method applied in this study referred to hermeneutical thinking, which foregrounds a text reading method. The research data was obtained from secondary resources, especially published research in the forms of articles, books, maps, and seminar papers. The analysis results showed that the spatial pattern and process of authority space production within these centuries were dominated by neutralization and the formation of peripheries, i.e., the consequence of the king’s absolute power. This production mode resulted in the political liquidation of certain cities and, thereby, changed the identity of the said cities, especially those located in coastal areas.


 

 


Keywords


Produksi Ruang Kekuasaan, Kesultanan Mataram, Tradisi Sawah; Identitas Kota; Pertumbuhan Kota

Full Text:

PDF


References

Adian, D.G. (2006). Percik Pemikiran Kontemporer: Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutera.

Agnew, J. (2001). The New Global Economy: Time-Space Compression, Geopolitics, and Global Uneven Development. Journal of World-Systems Research, 7(2), 133 – 154.

Bellwood, P. (2000). Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia.  Terjemahan oleh T.W Kamil. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Blomley, N. (2006). Uncritical critical geography.  Progress in Human Geography, 30, 87 – 94.

Braudel, F. (1979). The Perspective of the World, Civilizations and Capitalism 15-18th Century Vol. 3. Paris: Librarie Armand Colin.

Burhanudin, J. (2012). Ulama dan Kekuasaan: Pergumulan Elite Muslim dalam Sejarah Indonesia. Jakarta : Mizan.

Buttimer, A. (2003). Human Geography as Social Science: Retrospect and Prospect. Erdkunde, 57 (4), 263 – 271.

Cavalaro, D. (2004). Teori Kritis dan Teori Budaya. Yogyakarta: Niagara.

Coedés, G. (2010). Asia Tenggara Masa Hindu-Budha. Seri Terjemahan Arkeologi No.10. Terjemahan oleh Partaningrat Arifin. Jakarta: KPG, Ėcole francaise d’Extréme-Orient, Forum Jakarta-Paris, Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional

Cox, K.R. (2005). From Marxist Geography to Critical Geography and Back Again. Department of Geography, The Ohio State University, di akses dari http://geog-www.sbs.ohio-state.edu/faculty/kcox/Cox9.pdf  pada 28 Oktober 2005.

de Graaf, H.J & Pigeaud, T.H. (2003). Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Tinjauan Sejarah Politik Abad XV dan XVI.  Jakarta: PT Utama Pustaka Grafiti.

Dikshit, R.D. (1982). Political Geography: A Contemporary Perspective.  New Delhi: Tata McGraw-Hill Publishing Limited Company.

Evers, H. & Korff, R. (2002). Urbanisasi di Asia Tenggara, Makna dan Kekuasaan dalam Ruang-Ruang Sosial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Fashri, F. (2007). Penyingkapan Kuasa Simbol, Apropriasi Reflektif Pemikiran Piere Bourdie. Yogyakarta: Juxtapose

Fields, G. (1999). City Systems, Urban History, and Economic Modernity: Urbanization and the Transition from Agrarian to Industrial Society.  Berkeley Planning Journal, 13, 102 – 128.

Furnivall, J.S. (2009). Hindia Belanda, Studi tentang Ekonomi Majemuk. Jakarta : Freedom Institute.

Geertz, C. (1983a). Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarkat Jawa. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Geertz, C. (1983b). Involusi Pertanian, Proses Perubahan Ekologi di Indonesia. Terjemahan oleh S. Supomo. Jakarta: Bhratara Karya Akasara.

Gilbert, A.  & Gugler, J.. (2007). Urbanisasi dan Kemiskinan di Dunia Ketiga. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Heine-Geldern, R. (1942). Conceptions of State and Kingship in Southeast Asia. The Journal of Asian Studies, 2 (1), 15 – 30.

Hoggart, K., Lees, L. & Davies, A. (2002). Researching Human Geography. London: Arnold Publisher.

Johnston, R.J. (1983). Philosophy and Human Geography. London: Edward Arnold.

Johnston, R.J, Gregory, D., Pratt, G. & Watts, M. (2000). The Dictionary of Human Geography. Oxford: Blackwell Publishing.

Jordan, R. 2009. Memuji Prambanan. Jakarta: KITLV dan Yayasan Obor Indonesia.

Lefebvre, H. (1991). The Production of Space. Terjemahan ke dalam Bahan Inggris oleh Donald Nicholson-Smith. New York: Blackwell Publishing Ltd.

Lombard, D. (2005a). Nusa Jawa: Silang Budaya, Kajian Sejarah Terpadu. Jilid 1. Batas-Batas Pembaratan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama & Forum Jakarta-Paris.

Lombard, D. (2005b). Nusa Jawa: Silang Budaya, Kajian Sejarah Terpadu. Jilid 2. Jaringan Asia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama & Forum Jakarta-Paris.

Lombard, D. (2005c). Nusa Jawa: Silang Budaya, Kajian Sejarah Terpadu. Jilid 3. Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama & Forum Jakarta-Paris.

Mamadouh, V.D. 1998. Geopolitics in the Nineties: One Flag, Many Meanings. GeoJournal, 46, 237 – 253.

Milun, K. (2007). Pathologies of Modern Space.  New York and London: Routledge.

Moertono, S. (1968). State and Statecraft in Old Java, A Study of the Later Mataram Period 16th to 19th Century. Monograph Series. New York: Southeast Asia Program Department of Asian Studies Cornell University.

Muhsin Z.M.  (2008). Penyebaran Islam di Jawa Barat. Makalah disampaikan dalam Saresehan Nasional Sejarah Perjuangan Syaikhuna Badruzzaman (1898 – 1972). Jatinangor: Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.

Mulder, N. (2001). Mistisme Jawa, Ideologi di Indonesia. Yogyakarta: LKIS.

Mulyana, S. (2005). Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara. Yogyakarta : LKIS.

O’Tuathail, G. & Dalby, S. (1998). Introduction: Rethinking Geopolitics: Toward a Critical Geopolitics. dalam O’Tuathail, G. & S. Dalby (Eds). Rethinking Geopolitics. London & New York: Routledge.

Raflles, T.S. (1817). The History of Java. Kuala Lumpur: Oxford University Press.

Rahardjo, S. (2007). Kemunculan dan Keruntuhan Kota-Kota Pra-Kolonial di Indonesia. Depok: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Rahardjo, S. (2011). Peradaban Jawa: Dari Mataram Kuno Hingga Majapahit Akhir. Depok: Komunitas Bambu.

Reid, A. (1992). Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Tanah di Bawah Angin.  Terjemahan Mochtar Pabotinggi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Reid, A. (1999). Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Terjemahan R.Z. Leirissa dan P. Soemitro. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Ricklefs, M.C. (1998). The Seen and Unseen World in Java, 1726-49: History literature and Islam in the Court of Pakubuwana II. Honolulu: Asian Studies Association of Australia, Allen & Unwin dan University of Hawai’i Press.

Ricklefs, M.C. (2005). Sejarah Indonesia Modern 1200 – 2004. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.

Ricklefs, M.C., Lockhart, B., Lau, A., Reyes, P. & Aung-Thwin, M. (2013). Sejarah Asia Tenggara, Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer.  Jakarta: Komunitas Bambu.

Ricouer, P. (2008). Hermeneutika Ilmu Sosial.  Terjemahan oleh Muhammad Syukri. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Ritzer, G. &  Goodman, D.J. (2003). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Rutz, W. 1987. Cities and Towns in Indonesia. Berlin-Stutgart: Gebruder-Borntraeger

Santoso, J. (2008). Arsitektur Kota-Kota Jawa: Kosmos, Kultur, dan Kuasa. Jakarta: Centropolis-Magsiter Teknik Perencanaan Universitas Tarumanegara.

Schrieke, B. (1957). Indonesian Sociological Studies: Ruler and Realm in Early Java. Bandung: W. van Hove Ltd ­- The Hague.

Smith, N. & P. O'Keefe. (1980). Geography, Marx and the Concept of Nature. Antipode, 12, 30 – 39.

Soja, E.W. (1980). The Sociospatial Dialectic.  Annals of the Association of American Geographers, 70, 207 – 255.

Soja, E.W. (2000). Postmetropolis, Critical Studies of Cities and Regions. Oxford: Blackwell Publishing.

Sumardjo, J. (2002). Arkeologi Budaya Indonesia. Yogyakarta: Qalam.

Sumardjo, J. (2007). Paham Kekuasaan Sunda. Pikiran Rakyat tanggal 17 Nopember 2007 diunduh dari http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/ 112007/17/0901.htm

Sunyoto, A. (2012). Atlas Wali Songo. Jakarta: Pustaka IIMaN, Trans Pustaka, dan LTN PBNU.

Taylor, J.T. (1993). Political Geography : World Economy, Nation-State, and Locality, 3rd Edition. New York: Longman Scientific & Technical.

Tjiptoatmodjo, F.A.S. (1983). Kota-kota Pantai di Sekitar Selat Madura (abad XVII Sampai Medio Abad XIX). Disertasi Doktoral.  Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Tuan, Y. (1977). Space and Place: The Perspective of Experience. Minneapolis: University of Minnesota Press.

van Setten van der Meer, N.C. (1979). Sawah Cultivation in Ancient Java. Canberra : Australian National University Press.

Vlekke, B.H.M. (2008). Nusantara, Sejarah Indonesia. Jakarta: KPG.

Wessing, R. (2008). Constituing the world in the Sundanese House. dalam Schefold, R., Nas, P.J.M., Domenig, G. & Wessing, R. (eds). Indonesian Houses Volume 2 Survey of Vernacular Architecture in Western Indonesia. Leiden: KITLV Press.

Wittfogel, K. (1957). Development Aspects of Hydraulic Societies. Irrigation Civilization : A Comparative Study. Social Science Monograph.  Washington DC: Department of Cultural Affairs, Pan American Union.

Zoetmulder. (2000). Manunggaling Kawula Gusti : Pantheisme dan Monotheisme dalam Sastra Suluk Jawa. Jakarta: Gramedia.



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.26103

Article Metrics

Abstract views : 2552 | views : 1989

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI