Integrasi Model SWAT dan SIG dalam Upaya Menekan Laju Erosi DAD Deli, Sumatera Utara

https://doi.org/10.22146/mgi.24232

Riki Rahmad(1*), Ali Nurman(2),

(1) Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara
(2) Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melakukan simulasi model SWAT dalam menghitung besarnya laju erosi DAS, menguji kesesuaian model dalam memprediksi erosi, serta menentukan skenario penggunaan lahan yang paling optimal menurunkan laju erosi. Penelitian ini dilakukan di DAS Deli, Sumatera Utara. Pada penelitian ini analisis SWAT dilakukan dengan bantuan Sistem Informasi Geografi (SIG) melalui 4 proses yaitu delineasi, pembentukan Hydrological Response Unit (HRU), pengolahan data dan simulasi, serta proses visualisasi. Hasil penelitian menunjukkan besarnya erosi rata-rata DAS Deli adalah 410,72 ton/ha/tahun. Hasil ini menunjukkan DAS Deli termasuk kedalam Tingkat Bahaya Erosi (TBE) kategori Berat dengan kriteria sangat berat 37,04%, berat 17,07%, sedang 21,46%, ringan 17,38%, dan sangat ringan 7,04%. Uji validasi model menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara debit model dan observasi dimana persentase perbedaan nilainya sangat kecil yang artinya besarnya debit model hampir sangat mendekati besarnya debit observasi, serta model dikategorikan sangat baik dalam melakukan simulasi debit aliran harian pada Sungai Deli. Metode skenario adalah berdasarkan analisis TBE. Hasil skenario penggunaan lahan berhasil menurunkan laju erosi DAS Deli 34,78% menjadi 267,88 ton/ha/tahun.

This study aims to conduct SWAT model simulation calculation of the rate of erosion of the watershed, testing the suitability of the model in predicting erosion, land use scenarios and determine the most optimal decrease the rate of erosion. This research was conducted in the watershed Deli, North Sumatra. In this study, SWAT analysis performed with the help of Geographical Information Systems (GIS) through 4 delineation process, namely, the establishment of Hydrological Response Unit (HRU), data processing and simulation, as well as the visualization process. The results show the average amount of erosion DAS Deli is 410.72 ton/ha/year. These results indicate DAS Deli included into Erosion Hazard Level (TBE) weight category with very strict criteria 37.04%, 17.07% by weight, were 21.46%, 17.38% mild and very mild 7.04%. Test model validation indicates that there is a positive relationship between the discharge and observation models where the percentage difference in value is very small, which means the amount of discharge model is very very close to a number of discharge observations, and models are categorized very good at simulating the daily flow rate at the Deli River. The scenario method is based on analysis of TBE. The results of land use scenarios managed to reduce the rate of erosion of the watershed Deli 34.78% to 267.88 tons/ha/year.


Keywords


Daerah Aliran Sungai; SWAT; SIG, erosi; lahan

Full Text:

PDF


References

Arsyad, Sitanala. (2006). Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor.

Asdak, Chay. (2004). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Edisi Revisi. Cetakan ketiga. Gadjah Mada University Presss. Yogyakarta.

Junaidi, Edy. (2013). Peranan Penerapan Agroforestry Terhadap Hasil Air Daerah Aliran Sungai(DAS) Cisadane. Jurnal Penelitian Agroforestry Vol 1 No. 1, Agustus 2013 (Hal 41-53).

Lestari, Moerniti Pudji. (2010). Prdiksi Erosi Menggunakan Metode MUSLE (Studi Kasus: Sub DAS Laban Kab. Boyolali dan DAS Kupang Kab. Pekalongan Jawa Tengah). Tesis. Program Studi Ilmu Kehutanan Program Pascasarjana Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Miardini, Arina, Totok Gunawan, Sigit Heru Murti. (2016). Kajian Degradasi Lahan Sebagai Dasar Pengendalian Banjir di DAS Juwana. Majalah Geografi indonesia Vol. 30 No 2 September 2016 (134-141).

Mehcram, Siti. (2011). Prediksi Limpasan Permukaan, Erosi, dan Sedimentasi Menggunakan Model AVSWAT2000 (Studi Kasus Di Sub DAS Bengawan SoloHulu). Tesis. Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi PertanianUGM. Yogyakarta.

Nursidah. (2012). Pengembangan Institusi untuk Membangun Kemandirian DalamPengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu (Studi Kasus Pada Satuan Wilayah Pengelolaan Daerah Sungai Arau Sumatera Barat). Disertasi. Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor.

Pandjaitan, Nora. (2015). Analisis Debit Sungai dengan Menggunakan Model SWAT Pada DAS Cipasauran, Banten. JTEP Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 3 No. 2 (Hal 112-130). DOI: 10.19028/jtep.03.2.113-120.

Yustika, Rahmah Dewi, Suria Darma Tarigan, Yayat Hidayat, dan Untung Sudadi. (2012). Simulasi Manajemen Lahan di DAS Ciliwung Hulu Menggunakan Model SWAT. Jurnal Informatika Pengairan, Vol. 21 No. 2, Desember 2012 (Hal 71-79).



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.24232

Article Metrics

Abstract views : 244 | views : 341

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Majalah Geografi Indonesia Indexed by:

ISJDIndonesian Publication Index Indonesia One Search SINTA  CROSSREF

 

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

MAJALAH GEOGRAFI INDONESIA

2014@ Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada and The Indonesian Geographers Association

  Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Statistik MGI