Pemetaan kualitas permukiman dengan menggunakan penginderaan jauh dan SIG di kecamatan Batam kota, Batam

https://doi.org/10.22146/mgi.24231

M. Farizki(1*), Wenang Anurogo(2),

(1) Program Studi Teknik Geomatika, Politeknik Negeri Batam, Batam Kepulauan Riau
(2) Program Studi Teknik Geomatika, Politeknik Negeri Batam, Batam Kepulauan Riau
(*) Corresponding Author

Abstract


Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal. Kondisi dari suatu permukiman sangat mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup di permukiman tersebut. Untuk mengetahui kualitas permukiman di Kecamatan Batam Kota dibutuhkan parameter-parameter penentu yang di interpretasi dari citra resolusi tinggi (Google Earth). Untuk membantu proses analisis dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan untuk pemetaan menggunakan software SIG. Metode yang digunakan adalah metode pengharkatan (scoring), tumpang susun (overlay). Hasil dari overlay tersebut adalah peta kualitas permukiman di kecamatan Batam Kota, Kota Batam. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa permukiman di Kecamatan Batam Kota dengan kualitas baik dengan luas 476.88 Ha, kualitas sedang dengan luas 650 Ha, dan kualitas buruk dengan luas 48.89 Ha. Dari hasil tersebut permukiman di Kecamatan Batam Kota didominasi oleh permukiman dengan kualitas sedang.

 

The neighborhood is part of the environment that serves as a neighborhood residence. The condition of a settlement extremely affects to the continuity of life and the well-being of living creatures in the neighborhood. To find out the quality of the neighborhoods in districts of Batam City required parameters in determining the interpretation of high-resolution images (Google Earth). To help the analysis process by making use of remote sensing technology for the mapping, and using software SIG. The Method is using score (scoring), and stack bundles (overlay). The result of the overlay mapped quality neighborhoods in districts of Batam city, Batam city. From this research it can be known that settlements in Batam City with good quality with extensive 476.88 Ha, better quality with an area of 650 Hectares, and bad quality with extensive 48.89 Ha. The results of the neighborhoods in districts of Batam City are dominated by the neighborhoods with better quality.


Keywords


Kualitas permukiman; Penginderaan jauh; SIG; Pembobotan; Tumpang Susun

Full Text:

PDF


References

Ambarasakti, G. Y. (2013). Analisis Kualitas Lingkungan Permukiman Dengan Menggunakan Aplikasi Citra Penginderaan Jauh Tahun 2006 Dan 2010 Di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Danoedoro, Projo., 2012, Pengantar Penginderaan Jauh Digital. Yogyakarta: Andi Publisher.

Ekartaji, P., Yunus, H. S., & Rahardjo, N. (2016). Kajian Kualitas Lingkungan Permukiman di Daerah Pinggiran Kota Kasus di Desa Ngestiharjo, Yogyakarta.Majalah Geografi Indonesia, 28(1), 96-102.

Indrawati, L., Hartono, H., & Sunarto, S. (2016). Klasifikasi Pohon keputusan untuk Kajian Perubahan Penggunaan lahan Kota Semarang Menggunakan Citra Landsat TM.ETM+. Majalah Geografi Indonesia, 23(2), 109-123.

Kurniadi, A. (2014). Analisis Kualitas Lingkungan Permukiman Di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta Menggunakan Citra Quickbird (Doctoral dissertation, Fakultas Ilmu Sosial).

Maru, A. C. H., & Hidayati, I. N. (2016). Pemanfaatan Citra Quickbird dan SIG untuk Pemetaan Tingkat Kenyamanan permukiman di Kecamatan Semarang Barat Utara. Majalah Geografi Indonesia, 30(1), 1-8.

MUHAMAD, D. S. (2015). SIG untuk memetakan daerah banjir dengan metode skoring dan pembobotan (studi kasus kabupaten Jepara). Skripsi, Fakultas Ilmu Komputer.

Prahasta, E. (2009). Sistem Informasi Geografis Konsep-Konsep Dasar (Perspektif Geodesi & Informatika.

Prakoso, B. S. E., & Muta’ali, L. (2005). Dinamika Sistem Kota-Kota Dan Pemilihan Alternatif Pusat Pertumbuhan Baru Di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Majalah Geografi Indonesia, 19(2005).

Ristiyono, L., Danoedoro, P., & Marfai, M. A. (2016). Kajian Klasifikasi Berbaris Objek untuk Pemetaan Bangunan yang Beresiko Gempa Bumi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Majalah Geografi Indonesia, 30(1), 68-75.

Riswanto, E. (2009). Evaluasi Akurasi Klasifikasi Penutupan Lahan Menggunakan Citra Alos Palsar Resolusi Rendah Studi Kasus di Pulau Kalimantan.

Yulianti, B. P., H Hadi Sabari Yunus, M. A., & MA, I. B. S. (2015). Evaluasi Penataan kawasan Permukiman Kumuh: Studi Kasus: Program Peremajaan Kawasan Tegalpanggung di Kota Yogyakarta (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.24231

Article Metrics

Abstract views : 827 | views : 1757

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Majalah Geografi Indonesia Indexed by:

ISJDIndonesian Publication Index Indonesia One Search SINTA  CROSSREF

 

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

MAJALAH GEOGRAFI INDONESIA

2014@ Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada and The Indonesian Geographers Association

  Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Statistik MGI