Strategi untuk Mengatasi Permasalahan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE)

https://doi.org/10.22146/mgi.24227

Alia Fajarwati(1*), Eva Latifah Puspita Sari(2), Nirania Galuh Putrie Soewarno(3),

(1) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada.
(2) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Di Indonesia, dalam upaya untuk mengentaskan kemiskinan, Dinas Sosial mengelompokkan penduduk yang menjadi target, yaitu kelompok penduduk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Menurut Dinas Sosial, setidaknya terdapat 22 definisi operasional dan karakteristik dari masing-masing jenis PMKS, salah satunya adalah Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE).  Metode deskriptif baik kuantitatif maupun kualitatif digunakan dalam studi ini. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah  deskriptif baik dengan pendekatan  kualitatif maupuan pendekatan kuantitatif.  Lokasi penelitian adalah di Kabupaten Temanggung.  Survei lapangan dilaksanakan di Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran.  Metode sensus digunakan dalam studi ini, yaitu dengan mewawancarai seluruh WRSE yang ada di Desa Tepusen.  Hasil studi menunujukkan: 1) jumlah WRSE terbesar di Kabupaten Temanggung menurut data statistik adalah di Kecamatan Temanggung yaitu sebanyak 691 WRSE dan terkecil di Kecamatan Bulu yaitu sebayak 22 WRSE; 2) faktor-faktor yang menyebabkan wanita menjadi WRSE di desa ini adalah perceraian/kematian suami, tingkat pendidikan rendah, pekerjaan dengan gaji rendah; 3) upaya-upaya yang telah dilakukan Dinsos untuk mengatasi WRSE yaitu dana ternak, pelatihan pembuatan kue dan pelatihan sulam pita; 4) faktor-faktor penghambat dalam upaya pengentasan WRSE adalah terbatasnya waktu senggang, tingkat pendidikan rendah, usia, jumlah tanggungan, terbatasnya akses finansial; dan 5) strategi yang dapat direkomendasikan untuk mengentaskan WRSE dari kemiskinan: akses ke pendidikan formal, pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas, bantuan dana untuk penghidupan dan anak-anak WRSE, membuka akses pada keuangan mikro, pendampingan spiritual/psikologis, memperkuat jaringan pendukung WRSE dan pelibatan WRSE dalam perencanaan maupun program pengentasan kemiskinan.

 

In Indonesia, as an effort to a poverty alleviation, Department of Social Welfare in Indonesia has a program with the target groups such as ‘Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)- The Social Welfare Problems People’.  There are at least 22 operational definitions and characteristic from each category of PMKS.  One of group of women who included in this group is ‘Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE)- Economic Social Prone Women-group.  This study uses descriptive method, both with quantitative and  qualitative approach. The research location is in the District of Temanggung. The field survey was conducted in Tepusen Village, Kaloran District. Census method used in this study, which by interviewing the entire WRSE in the Tepusen Village. The study results show: 1) factors that cause women to be WRSE in this village is divorcement or the husband’s death, low education level, low-salary occuption; 2) the efforts that have been made to overcome WRSE’s poverty by Dinsos namely livestock funds, cullinary training and training of stitching ribbon; 3) the factors inhibiting reduction WRSE is limited leisure time, low education level, age, number of dependents, limited access to finance; and 4) strategies can be recommended to alleviate WRSE of poverty are opening access to formal education, holding trainings to improve capability, funding for WRSE’s livelihood and WRSE’s children, opening access to microfinance, mentoring WRSE’s spiritual / psychological, strengthening the WRSE’s supporters network and involving WRSE in WRSE’s poverty alleviation planning or program.


Keywords


kemiskinan, pengentasan kemiskinan, PMKS, WRSE

Full Text:

PDF


References

Bebbington, A. (2003). Global networks and local developments: Agendas for development geography. Tijdschrift voor economische en sociale geografie, 94(3), 297-309.

Budlender, Debbie. (2005). Women and Poverty. Agenda: Empowering Women for Gender Equity, 64, 30-36.

Buvinic, M., & Gupta, G.R. (1997). Female-headed households and female maitained families: Are they worth targeting to reduce poverty in developing countries?: Economic Development and Cultural Change, 45, 259-280.

Christie, Pam and Gordon, Adele. (1992). Politics, Poverty and Education in Rural South Africa: British Journal of Sociology of Education, 13 (4), 399-418.

Fausia, L. dan Prasetyaningsih, N. (2005). Gender dalam Kawasan DAS Citanduy. Kajian Aktifitas Reproduktif dan Produktif Perempuan dalam Sumberdaya Alam: Working Paper Proyek Desentralisasi Pengelolaan dan Sistem Tata Pamong Sumberdaya Alam Kasus DAS Citanduy

Flato, Martin, Mutarak, R., Pelser, A. (2016). Women, Weather, and Woes. The Triangular Dynamics of Female-Headed Households. Economic Vulnerability, and Climate Variability in South Africa: World Development, Vol. xx, pp. xxx–xxx.

Harini, Rika dan Listyaningsih, Umi. (2000). Perubahan Strategi Bertahan Hidup Wanita Kepala Rumah Tangga di Masa Krisis (Studi Kasus Kecamatan Umbul Harjo Daerah Istimewa.

Yogyakarta): Majalah Geografi Indonesia, 15 (1), 47 – 62.

Idris, N.A.H., Selvaratnam, D.P. (2012). Program Pembasmian Kemiskinan Dalam Kalangan Ibu Tunggal: Analisis Penyertaan Dan Keberkesanan: Prosiding Persidangan Kebangsaan Ekonomi Malaysia. VII (1), 248 – 259, ISSN: 2231-962X

Naidoo, Sharda, and Anne Hilton.(2006) “Access to finance for women entrepreneurs in South Africa.” Pretoria: International Finance Corporation/Department of Trade and Industry/FinMark Trust .

Nihayah, Ana Zahrotun. (2015). Pengaruh Program Simpan Pinjam Kelompok Perempuan Terhadap Pendapatan Usahamikro Kecil Dan Poverty Reduction Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Bangilan, Tuban): Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam, 5 (2), 1 – 24.

Othman, Muhamad Badri. (2015). Role of women in achieving shared prosperity. An impact study of Islamic microfinance in Malaysia: Procedia - Social and Behavioral Sciences, 211, 1043 – 1048.

Sukidjo, Sihono, T., Mustofa. (2014). Pemberdayaan Kelompok Perempuan Dalam Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pengembangan Usaha Mikro: Jurnal Economia, 10 (1), 1-10.

Suman, Agus. (2007). Pemberdayaan Perempuan, Kredit Mikro, dan Kemiskinan: Sebuah Studi Empiris. Jurnal Menejemen dan Kewirausahaan, 9 (1), 62-72.

Zastrow, Charles. (1982). Introduction to Social Welfare Institutions Social Problems, Services, and Current Issues. The Dorsey Press. USA

Dinas Sosial. (2015). Pedoman Umum Pemberdayaan Keluarga, diambil dari http://www.kemsos.go.id/modules.php?name=glosariumkesos&letter=w, diakses pada tanggal 14 Maret 2016.



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.24227

Article Metrics

Abstract views : 1193 | views : 1658

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Majalah Geografi Indonesia Indexed by:

ISJDIndonesian Publication Index Indonesia One Search SINTA  CROSSREF

 

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

MAJALAH GEOGRAFI INDONESIA

2014@ Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada and The Indonesian Geographers Association

  Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Statistik MGI