Pengaruh Potensi Sumberdaya Air Terhadap Pola Penggunaan Kebutuhan Domestik di Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri

https://doi.org/10.22146/mgi.15649

Pujo Nur Cahyo(1*), M. Pramono Hadi(2), Tjahyo Nugroho Adji(3)

(1) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta
(2) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Saat ini masyarakat di beberapa daerah di Indonesia mengalami kekurangan air akibat kekeringan/krisis air yang disebabkan oleh musim kemarau yang panjang. Penyediaan air bersih di Indonesia masih sering terjadi masalah, yaitu tingkat pelayanan air minum, kualitas dan kuantitas air serta pasokan dan distribusinya. Air yang dikonsumsi oleh masyarakat terutama untuk kebutuhan domestik seperti air minum menjadi permasalahan di Indonesia. Masalah tersebut adalah kekurangan pasokan air bersih. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini dilatar belakangi seberapa besar potensi sumberdaya air digunakan untuk pemenuhan kebutuhan domestik penduduk Kecamatan Eromoko. Tujuan penelitian adalah (1) menganalisis potensi sumberdaya air Kecamatan Eromoko; (2) menganalisis kebutuhan domestik penduduk Kecamatan Eromoko; (3) melakukan evaluasi ketersediaan air terhadap kebutuhan air domestik di Kecamatan Eromoko.Data primer yang digunakan adalah data wawancara jumlah kebutuhan domestik penduduk, kedalaman muka airtanah, elevasi, kualitas air dan data debit air. Data sekunder meliputi data bor, data kontur elevasi dan data pendukung lainnya. Sampel data primer ditentukan secara sistematik, proposional dan purposif. Tujuan (1) dicapai dengan menentukan kualitas dan kuantias air. Kuantitas air didapatkan dari debit dinamis airtanah, mataair, sungai bawah tanah. Kualitas air didapatkan dari hasil uji laboratorium sampel air terhadap nilai pada peraturan mengenai kualitas air. Tujuan (2) dicapai dengan menghitung jumlah kebutuhan air untuk domestik penduduk Kecamatan Eromoko. Tujuan (3) dicapai dengan membandingkan kuantitas sumberdaya air yang tersedia dengan jumlah kebutuhan air untuk domestik penduduk Kecamatan Eromoko. Hasil penelitian diuraikan secara deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif serta komparatif. Hasil penelitian meliputi (1) potensi sumberdaya air daerah penelitian memiliki nilai debit dinamis sebesar 121 juta lt/hari atau 121 juta m3/hari dan 69% kualitas sumber air dalam kondisi baik. (2) jumlah kebutuhan air untuk domestik sebesar 6.840.076 l/hari atau 6.840 m3/hari. (3) potensi sumberdaya air dapat mencukupi kebutuhan domestik penduduk karena jumlah kebutuhan domestik lebih kecil daripada debit dinamis airtanah dengan kualitas air kondisi baik

Keywords


kuantitas dan kualitas air; kebutuhan domestik penduduk; pengelolaan potensi sumber air



References

Adji, T. N. (2013). Kondisi daerah tangkapan sungai bawah tanah Karst Gunungsewu dan kemungkinan dampak lingkungannya terhadap sumberdaya air (hidrologis) karena aktivitas manusia. dalam Sudarmadji, dkk (editor). 2013. Ekologi Lingkungan Kawasan Karst Indonesia: Menjaga asa kelestarian kawasan karst Indonesia. Yogyakarta : Deepublish. Badan Standardisasi Nasional. (2002). Penyusunan Neraca Sumber Daya Bagian 1: Sumberdaya air spasial. Standar Nasional Indonesia, SNI 19-6728.1-2002. Bammelen, R.W.V. (1949). The Geology of Indonesia Vol I. Government Printing Office, The Hague. Departemen Pekerjaan Umum. (1996). Kriteria Kebutuhan Air Baku. Jakarta: Direktorat Jenderal, Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum. Fatchurohman H, Cahyadi A, Nugraha H, Wacana D. (2013). Strategi adaptasi masyarakat terhadap bencana kekeringan di kawasan karst Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, dalam Sudarmadji, dkk (editor). 2013. Ekologi Lingkungan Kawasan Karst Indonesia: Menjaga asa kelestarian kawasan karst Indonesia. Yogyakarta : Deepublish. Haryono. (2011). Kekeringan di lumbung air. Ekspedisi Geografi Indonesia Karst Gunungsewu 2011. Cibinong : Pusat Survei Sumberdaya Alam Darat (PSSAD), Bakosurtanal, halaman : 24-27. Jauhari, A. (2002). Pendugaan Sistem Sungai Bawah Tanah Melalui Pendekatan Interpretasi Morfologi Dan Survei Speleologi di Kawasan Karst Desa Pucung Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Skripsi. Surakarta : Fakultas Geografi UMS. Misqi, M. (2010). Analisis Konstanta Resesi Sungai Bawah Tanah untuk Karakterisasi Pelepasan Komponen Akuifer Karst (Studi Kasus Mataair Beton, Sungai Bawah Tanah Seropan, dan Sungai Bawah Tanah Toto, Kab Gunung Kidul, Propinsi DIY). Skripsi. Yogyakarta : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. Muliranti, S. dan Pramono Hadi, M. (2013). Kajian Ketersediaan Air Meteorologis Untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Domestik di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Diakses tanggal 28 Nopember 2015 dari http://lib.geo.ugm.ac.id/ojs/index.php/jbi/article/download/160/157. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tanggal 19 April 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Purnama, Setyawan. (2010). Hidrologi Air Tanah. Yogyakarta: Kanisius. Samodra. (2001). Nilai Strategis Kawasan Karst di Indonesia: Pengelolaan dan Perlindungannya. Bandung : Pusat penelitian dan pengembangan geologi, Badan Penelitian dan Pengembangan Energy Sumberdaya Mineral, Departemen ESDM. Samodra. (2005). Potensi Sumberdaya Alam Karst Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Buku Kedua, Bandung : Pusat penelitian dan Pengembangan Geologi, Badan Geologi Departemen ESDM. Salamat, F. (2005). Evaluasi Potensi Mataair Sebagai Sumber Air Bersih dan Upaya Pelestarian Lingkungan di Pulau Banggai Sulawesi Tengah. Tesis. Yogyakarta : Pascasarjana, UGM. Sarkol, R. (2010). Kajian Potensi Mataair Sebagai Sumber Air Bersih di Pulau Wamar Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku. Tesis. Yogyakarta : Pascasarjana UGM. Sejati, Sadewa Purba. (2013). Kajian Potensi Airtanah Di Lereng Selatan Gunungapi Merapi untuk Mencukupi Kebutuhan Air Domestik pada Hunian Sementara. Tesis. Yogyakarta : Pascasarjana UGM. Setiawan, N. (2007). Penentuan Ukuran Sampel Memakai Rumus Slovin dan Tabel Krecjie-Morgan : Telaah Konsep dan Aplikasinya. Makalah. Bandung : Universitas Padjajaran. Seyhan, E. (1990). Dasar-Dasar Hidrologi (Terjemahan). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Sosrodarsono, S. dan Takeda, K. (1976). Hidrologi untuk Pengairan, (cetakan kesepuluh, 2006). Jakarta : PT. Pradnya Paramita. Todd, D. K. (1980). Groundwater Hydrology, 2nd Ed. England : John Wiley & Sons. Tolman, C. F. (1973). Groundwater. New York: McGraw-Hill Book Company Inc. Yudistira, A. Dan Adji, T. N. (2012). Kajian Potensi dan Arahan Penggunaan Airtanah untuk Kebutuhan Domestik di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Diakses tanggal 16 Nopember 2015 dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=81305&val=4927. Youngjun, J, et al. (2008). Impact of Landuse Change on Groundwater Quality in A Typical Karst Watershed of Southwest China, : A Case Study of Xiaojiang Watershed, Yunnan Province. Hydrogeology Journal. 16, 727-735. Zeffitni. (2012). Agihan Spasial Ekologikal Potensi Airtanah untuk Kebutuhan Domestik di Cekungan Airtanah Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Manusia dan Lingkungan. 19(2), 105-117.



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.15649

Article Metrics

Abstract views : 2082 | views : 1129

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI