Dinamika Kesejahteraan Penduduk di Banjarnegara

https://doi.org/10.22146/mgi.15628

Wiwik Puji Mulyani(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Banjarnegara mendapat terdiri dari 20 kecamatan yang telah menetapkan kesejahteraan penduduk menjadi prioritas dalam program pembangungan. Hal ini termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah (RPJM) daerah tahun 2011-2016. Berdasarkan hal tersebut, aspek penduduk perlu diketahui serta dianalisis supaya dapat diketahui sejauh mana kesejahteraan masyarakat tersebut ditengah keadaan lingkungan fisik yang demikian. Kesejahteraan dianggap penting karena perubahan tingkatnya dapat menggambarkan sejauh mana tingkat pencapaian sesuatu pembangunan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji: 1. Mengkaji dinamika kesejahteraan penduduk Banjarnegara. 2. Mengkaji perbedaan kesejahteraan menurut wilayah di Banjarnegara. Hasil kajian menunjukkan tidak selalu yang mempunyai ciri kekotaan selalu menempati posisi tertinggi. Contohnya adalah Kecamatan Banjarnegara yang merupakan ibukota Kabupaten lebih rendah posisinya dibandingkan Kecamatan Klampok. Kecamatan yang merupakan “transisi” yang maksudnya adalah daerah yang didominasi pertanian namun telah berkembang pula sektor perdagangan dan jasa menduduki peringkat terbaik dalam hal kesejahteraan. Selain Klampok, diketahui bahwa Kecamatan, Kecamatan Punggelan, Kecamatan Mandiraja, Kecamatan Kalibening, Kecamatan Madukara, Kecamatan Pagedongan dan Karangkobar. Kesejahteraan sedang: Bawang, Purwanegara, Banjarmangu, Susuk Wanadadi. Kesejahteraan kurang baik dibandingkan kecamatan yang lain adalah di Pandanarum,  Pagentan, Pajawaran, Rakit, Kalibening. Kecamatan ini didominasi aktivitas pertanian dengan beberapa aspek terlihat relatif lebih rendah keadaannya dibandingkan daerah lain. Misalnya keadaan perumahan, pendidikan selain faktor ekonomi

Keywords


Banjarnegara; indikator kesejahteraan; kekotaan; kesejahteraan penduduk



References

Abdul M.B., Zurinah S., Hamidi Ismail. (2002). Indeks kesejahteraan dan Sistem Maklumat Geografi (GIS): satu Penelitian dalam Lukman, Z. M. (eds). Impak pembangunan. Kesejahteraan dan lingkungan. Kuala Lumpur: AG Grafis. Badan Pusat Statistik. (2014). Kabupaten Banjarnegara Dalam Angka tahun 2013. Banjarnegara: Badan Pusat Statistik. Bintarto. (1975). Pengantar Geografi Pembangunan. Yogyakarta: UP Spring. Blomquist, G.C., Berger, M.C., Hoehn, J.P. (2012). New estimates of quality of life in urban areas. American Economic Review. 78 (1), 89-107. Burc Ulengin, Fusun Ulengin, Umit Guvencfl. (2012). A multidimensional approach to urban quality of life: The Case of Istanbul. Economic Review. 78 (1), 89-107 Frank, G.A. (1978). Development Accumulation and Underdevelopment. London: Mcmillan. Izutsu, Takhasi, Atsuro Thutsumi, Akramul Md. Islam, Seiko Kato, Susumu Wakai & Hiroshi Kurita. (2006). Mental health, Quality of life, and nutrition status of adolescent in Dhaka, Bangladesh: Comparation between and Urban Slum and non-slum area. Social Science and Medicine. 63: 1477-1488. Jironakul, Pragai., Suzanne M.S., John H. Predicting young children’s quality of life. Social Science and Medicine. 57: 1277-1288. Julian Thumboo, KY Fong, David M, SP Chan, CH Soh, KH Leong, PH Peng, ST Thio, ML Boey. (2003). Quality of Life in An Urban Asian Population: The Impact of Ethnicity and Socio-Economic Status. Social Science and Medicine. 56: 1761-1772. Kinasti, M. A. (2014). Pengaruh Struktur Geologi Terhadap Gerakan Tanah Di Dusun Windusari, Desa Metawana, Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah MTG. 7(1). Lukman Z.M., Abdul A.J., Mohd Y.H., Faridatul A.S. (2002.) Dilema pembangunan. Satu sorotan dalam Lukman, Z. M. (eds). Impak pembangunan. Kesejahteraan dan Lingkungan. Kuala Lumpur: AG Grafis. Hal 38-61. Martopo, Sugeng. (1995). Asas Keseimbangan Lingkungan Dalam Geografi dan Penerapannya dalam Pembangunan. Pidato dies ke-3 Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. Mohammad Hemmasi and Carolyn V. Prorok. (2012). Women’s migration and quality of life in Turkey. Geoforum. 33: 399-411. Munck, R. (2013). Democracy and development: deconstruction and debates dalam Sklair, L. (ed). Capitalism and Development. London: Rouledge. Hal 89-121. Pacione, M. (2003). The quality of the urban lifespace—a geographical perspective. Dalam: Bonnes, M. (Ed.), Perception and Evaluation of Urban Environmental Quality. UNESCO, Rome, pp. 17–42. Seik, Foo Tuan. (2011). Subjective Assessment of Urban Quality of Life in Singapore (1997/1998). Habitat International. 34: 31-49. Todaro, M.P. (1991). Economic Development in Third World. New York: Longman. Vernon Henderson. (2012). Urban primacy, external costs, and quality of life. Resources and Energy Economics 24: 95-106. World Bank. (1978). World Development. Report. Washington, D.C.: The World Bank.



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.15628

Article Metrics

Abstract views : 828 | views : 641

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI