Evaluasi Efektivitas Rencana Tata Ruang dalam Mengurangi Risiko Kekeringan di Kawasan Karst dengan Analisis Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Rencana Tata Ruang Kawasan Koridor Yogyakarta-Sadeng)

https://doi.org/10.22146/mgi.15616

Hogy Prima Valeda(1*), Bakti Setiawan(2), Djati Mardiatno(3)

(1) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(2) Fakultas Geografi UGM
(3) Fakultas Geografi UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan utama penataan ruang di Indonesia adalah untuk mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Implikasinya, semua rencana tata ruang di Indonesia harus dapat membawa masyarakat lebih aman dari bencana, yang berarti juga mengurangi risiko bencana. Rencana Tata Ruang Kawasan Koridor Yogyakarta-Sadeng adalah salah satu rencana tata ruang yang bertemakan pengembangan ekonomi. Dari temanya, rencana tersebut fokus pada tujuan produktivitas. Akan tetapi dari lokasinya, sebagian dari Kawasan KoridorYogyakarta-Sadeng merupakan kawasan karst yang sering terancam bencana kekeringan. Suatu kajian diperlukan untuk melihat apakah produk Rencana Tata Ruang Kawasan Koridor Yogyakarta-Sadeng juga telah memperhitungkan aspek keamanan dari bencana, khususnya bencana kekeringan. Penelitian dilakukan dengan membandingkan risiko bencana dari kondisi eksisting dengan risiko bencana yang muncul dari penerapan produk rencana. Metode yang dilakukan untuk menghitung risiko adalah dengan menghitung bahaya, kerentananm dan kapasitas baik pada kondisi eksisting maupun rencana. Penelitian ini juga melibatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai alat utama. Hasil yang didapatkan adalah, apabila rencana sepenuhnya dilaksanakan, 66% wilayah studi akan mengalami penurunan risiko kekeringan, sementara itu 34% sisanya akan mengalami kenaikan risiko. Wilayah yang mengalami peningkatan risiko umumnya terletak pada kawasan yang direncanakan untuk dikembangkan dan kawasan sekitarnya. Peningkatan risiko yang terjadi pada wilayah tersebut berasal dari peningkatan kerentanan yang muncul dari rencana pengembangan. Hal yang dapat dipelajari dari penelitian ini adalah bahwa semua produk rencana tata ruang seharusnya mengantisipasi setiap dampak yang muncul dari rencana, khususnya dampak yang meningkatkan risiko bencana.


Keywords


rencana tata ruang; risiko bencana; Sistem Informasi Geografis (SIG)

Full Text:

PDF


References

Anonim. (2008). Metode Pemetaan Risiko Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Bappenas – Bappeda DIY – UNDP. Anonim. 2012. Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta, Yogyakarta: BPBD-DIY ITC. (2004). Principles of Geographic Information Systems. Enschede: The Netherlands: The International Institute for Geo-Information Science and Earth Observation (ITC) Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Shahid, Shamsuddin and Houshang Behrawan. (2008). Drought risk assessment in the western part of Bangladesh. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.15616

Article Metrics

Abstract views : 592 | views : 392

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Majalah Geografi Indonesia Indexed by:

ISJDIndonesian Publication Index Indonesia One Search SINTA  CROSSREF

 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 48a/KPT/2017

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

MAJALAH GEOGRAFI INDONESIA

Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada, and The Indonesian Geographers Association

 

website statistics Statistik MGI