Bioremediasi sebagai Usaha Konservasi Lingkungan pada Pencemaran Limbah Pemboran Minyak di Job Pertamina – Petrochina East Java Tuban

https://doi.org/10.22146/mgi.13368

Ai Siti Fatimah(1*), Edia Rahayuningsih(2), Tjahyo Nugroho Adji(3)

(1) Dinas Pendidikan Garut Kota, Garut, Jawa Barat
(2) Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(3) Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dalam skala ex-situ, data yang diperoleh dari setiap perlakuan berupa data deskriptif komparatif. Tujuan penelitian adalah : 1) Mengkaji efektifitas indigeneous sebagai pendegradasi penurunan TPH(Total Petroleum Hydrokarbon), pada sumur Sukowati#4, Sukowati #6, dan Sukowati #7. 2) Mengetahui penyebab penurunan laju degradasi TPH Sukowati#4, lebih cepat dibanding Sukowati #6 dan Sukowati #7. 3) Pemanfaatan hasil bioremediasi untuk masyarakat sekitar lokasi dan rekomendasi saran strategis pengelolaan limbah hasil olahan bioremediasi. Teknik remediasi yang dilakukan secara land farming, dengan menambahkan end-product pada treatment bioremediasi. Variable perlakuan tanah 3:1, pengamatan yang dilakukan selama 20 minggu Indigeneous dan end-product mampu mendegradasi mikroorganisme sumur pemboran Sukowati #4 dengan penurunan TPH yang signifikan sedangkan pada Sukowati #6 mengalami penurunan TPH 25% dan Sukowati #7 penurunan TPH mencapai 20%. Pada minggu ke-8 penurunan TPH mencapai 90 %. Tanah hasil olahan bioremediasi dengan teknik land farming banyak mengandung komponen kimia (N, P, K), memungkinkan untuk digunakan lahan tanaman jarah sebagai rekomendasi saran strategi pengelolaan lingkungan. Pada umumnya masyarakat sekitar lokasi memanfaatkan tanah hasil olahan bioremediasi sebagai tanah urug dan pembuatan batako.

 

ABSTRACT This research was conducted in the scale of ex-situ, the data obtained from each treatment in the form of comparative descriptive data. Research objectives are: 1) Assess the effectiveness of indigeneous as degrading reduction in TPH (Total Petroleum hydrocarbon), on wells Sukowati # 4, Sragen # 6, and # 7 Sragen. 2) Determine the cause of a decrease in the degradation rate of TPH Sragen # 4, faster than Sragen Sragen # 6 and # 7. 3) Using the findings of bioremediation for the community around the location and strategic advice on the management of waste processed bioremediation. Remediation techniques are done farming land, by adding end-product in bioremediation treatment. Variable soil treatment 3: 1, observations made during the 20 weeks of indigeneous and end-product capable of degrading microorganisms drilling wells Sragen # 4 with a reduction in TPH significantly while in Sragen # 6 decreased TPH 25% and Sragen # 7 reduction in TPH reaches 20% , At week 8 TPH decline reached 90%. The processed soil bioremediation techniques farming land contains many chemical components (N, P, K), allowing for the use of cropland history as recommendation suggestion environmental management strategies. In general, people around the site use the land as a soil bioremediation processed urug and brick-making.


Keywords


bioremediasi; degradasi; indigeneous; lumpur minyak; TPH; bioremediation; degradation; indigeneous oil sludge; TPH




DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.13368

Article Metrics

Abstract views : 917 | views : 799

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI