Analisis Vegetasi Hutan Rawa Gambut Pascakebakaran di Wilayah Desa Sebangau dan Desa Taruna Jaya

https://doi.org/10.22146/mgi.13341

Reri Yulianti(1*), Djoko Marsono(2), Tukidal Yunianto(3)

(1) Universitas Palangkaraya, Jalan Tanjung Yaho Palangkaraya, Kalimantan Tengah
(2) Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(3) Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK Kebakaran  merupakan  salah  satu  penyebab  kerusakan  hutan  tropis  di Indonesia. Kerusakan yang berlangsung selama kebakaran hutan bersifat eksplosif artinya terjadi dalam waktu relatif cepat dan areal yang luas. Salah satu tipe dari ekosistem hutan hujan tropis adalah hutan rawa gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah  (1)  mengkaji  komposisi  jenis,  (2)  mengkaji  keanekaragaman  jenis,  (3) mengkaji  distribusi  jenis,  (4)  mengkaji  asosiasi  jenis  (5)  mengkaji  persentase ketidaksamaan komunitas vegetasi di hutan rawa gambut bekas kebakaran tahun 1997, 2002, dan 2006.Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2009 di wilayah Desa Kalampangan Kecamatan Sebangau dan Desa Taruna Jaya Kecamatan Jabiren Raya Kalimantan Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan membuat petak ukur dan kemudian melakukan identifikasi jenis. Titik-titik sampel ditentukan dengan metode random sampling dengan cara undian. Semua jenis dalam petak ukur dicatat nama, diukur   diameter   batang   serta   jumlahnya   dan   dikelompokkan   sesuai   tingkat pertumbuhannya. Hasil   penelitian   adalah   1)   Ditemukan   8   jenis   vegetasi   antara   lain Cratoxylon  arborescens,  Combretocarpus  rotundatus,  Timmonius  wallichianum, Acroychia  porteri,  Acacia  auriculiformis,  Xylopia  fusca,  Ilex  macropylla,  dan Diospyros  hermaproditich.  2)  Keanekaragaman  pada  hutan  rawa  gambut  bekas kebakaran  sangat  rendah.  3)  Jenis  Cratoxylon  arborescens  dan  Combretocarpus rotundatus mempunyai kemampuan regenerasi yang lebih baik dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Hal ini terlihat dari INP kedua jenis vegetasi yang memiliki nilai INP tertinggi. 4) Asosiasi yang diperlihatkan oleh banyak jenis (tingkat pertumbuhan pohon, tiang, pancang, semai) pada hutan rawa gambut bekas kebakaran adalah asosiasi  positif  yang  artinya  seluruh  spesies  lebih  sering  terdapat  bersama-sama daripada sendiri-sendiri (bebas satu sama lain), dan mempunyai daya gabung dengan yang lainnya. 5) Berdasarkan persentase ketidaksamaan komunitas sebesar 55%, untuk tingkat semai dan pancang terbagi ke dalam tiga kelompok. Pengelompokan dapat terjadi karena lokasi yang berdekatan, frekuensi kebakaran, dan kesamaan faktor lingkungan.

 

ABSTRACT Fire are one of the cause of tropical forest damaged in Indonesia. The damaged that occurs during the forest fire is explosive since it is happen in a quick moment and cover a broad area. One of the types of a tropical rain forest ecosystem is   peat swamp forest. The purpose of this research namely : 1) Studying species composition,  2)  Studying  species  diversity,  3)  Studying  species  distribution,,4) Studying association, dan 5) Studying percentage disimilarity community species of vegetation of post fired in peat swamp forest in 1997, 2002, and 2006. The research was carried out from May until June 2009 in Kalampangan Village  Subdistrict  Sebangau  and  Taruna  Jaya  Village  Subdistrict  Jabiren  Raya Central Kalimantan. Collecting data was done by making plot of land measuring then doing the identification of type. The sample points were determined by random sampling method. All types in plot of land measuring were named, measured the trunks including the numbers and then grouped according to level of growing.The result of this research are 1) There are eight types of vegetation found; Cratoxylon  arborescens,  Combretocarpus  rotundatus,  Timmonius  wallichianum, Acroychia  porteri,  Acacia  auriculiformis,  Xylopia  fusca,  Ilex  macropylla,  dan Diospyros hermaproditich, 2) The diversity of a post-fired in peat swamp forest was low,  3)  Figured  out  the  ability  of  Cratoxylon  arborescens and Combretocarpus rotundatus to regenerate better yet compared with the other types. This is viewed from two types of vegetation INP that had the high INP score. 4) The association is viewed by variety of types [level of tree growth, poles, sapling, seedling] to post fired of peat swamp forest–positively          association means all species more often gathered than apart (free one each other), and had the ablitity to gathered with others.5)  Base  on  fifty  five  percentage  disimilarity  community,  there  are  three  group community of sapling and seedling. Grouping to be able occur because nearness location,  fire frequency, and the same environment factor.


Keywords


distribusi; hutan rawa gambut bekas kebakaran; keanekaragaman; ketidaksamaan komunitas; komposisi; penyebaran; persentase; distribution; post fired of peat swamp forest; diversity; disimilarity community; composition; association; percentage




DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.13341

Article Metrics

Abstract views : 1020 | views : 5834

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI