INSULARITAS DAN KETERBELAKANGAN EKONOMI WILAYAH MENUJU MODEL KONSEPTUAL PERKEMBANGAN WILAYAH PULAU KECIL DI INDONESIA

https://doi.org/10.22146/mgi.13290

R. Rijanta(1*)

(1) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK Insularitas dan keterbelakangan ekonomi wilayah merupakan dua fenomena yang hampir selalu hadir berdampingan di berbagai belahan dunia, dengan menyisakan sedikit perkecualian. Optimisme yang berlebihan untuk pembangunan wilayah berbasis sumberdaya kelautan dalam konteks Indonesia pada scat krisis telah tumbuh di kalangan akademisi, praktisi maupun pengamat di bidang kelautan. Bahkan dalam era otonomi daerah, sebagian sumberdaya lout telah mengalami salah urus atau pemanfaatan berlebih alas nama otonomi dan peningkatan pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran teoretik tentang hubungan antara insularitas dan pembangunan. Hubungan antara insularitas dan keterbelakangan wilayah akan disajikan dalam suatu model konseptual berdasarkan kajian tentang kondisi empirik yang diperoleh dari studi-studi terkait baik yang diperoleh dari dalam maupun luar negeri. Metode yang dipergunakan dalam analisis ini meliputi penelusuran dan penelaahan literatur dan sumber-sumber lain yang relevan serta tersedia on-line dalam berbagai slims di Internet. Literatur yang dikaji meliputi publikasi berbentuk buku, laporan penelitian, dan jurnal baik yang tersedia dalam bentuk cetakan maupun yang tersedia on-line. Wilayah pulau-pulau kecil mengalami keterbelakangan ekonomi karena takdir kondisi fisik wilayah yang tidak memungkinkan bekerjanya elemen-elemen sosial, politik dan demografi serta keruangan secara sinergis dalam pembangunan. Setiap elemen wilayah bahkan cenderung bekerja saling negasi terhadap elemen lainnya, sehingga dalam upaya pengembangan wilayah pulau-pulau kecil banyak sekali dilema dan paradoks yang tidak mudah dicari komprominya. Model yang dibangun pada bagian akhir penelitian ini dilandasi suatu asumsi determinisme lingkungan yang berlaku di wilayah pulau-pulau kecil. Faktor fisik wilayah merupakan kendala terbesar yang menurunkan berbagai masalah pembangunan di wilayah pulau kecil. Model yang dibuat berusaha menunjukkan keterkaitan antarelemen tersebut secara langsung maupun tidak langsung dalam menentukan terjadinya keterbelakangan ekonomi wilayah pulau-pulau kecil. Dari model ini dapat diperoleh pelajaran bahwa pembangunan wilayah pulau-pulau kecil hendaknya menempatkan keberlanjutan kehidupan wilayah dan integritas ekologis sebagai tujuan terpenting. Orientasi pertumbuhan ekonomi dalam pembangunan tampaknya harus ditempatkan pada prioritas yang rendah.

Keywords


insularitas; keterebelakangan; model konseptual; pembangunan regional; pulau-pulau kecil




DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.13290

Article Metrics

Abstract views : 537 | views : 402

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI