ANOMALI IKLIM DAN MITIGASI KEBAKARAN HUTAN DI INDONESIA

https://doi.org/10.22146/mgi.13257

Sudibyakto Sudibyakto Sudibyakto(1*)

(1) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK Iklim ekstrim diasosiasikan dengan anomali atau penyimpangan iklim (climate variability), yaitu penyimpangan iklim dart keadaan normal di suatu tempat. _Salah satu bentuk penyimpangan iklim adalah El-Nino dan La-Nina yang berasosiasi dengan Osilasi Selatan (ENSO, El-Nino Southern Oscillation). Episode ENSO muncul tahun 1982/83, 1991, 1994, 1997/98 yang telah mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan di Indonesia. Dampak kebakaran hutan tahun 1997 seluas 83.864 hektar di Kalimantan menyebabkan kerugian senilai Rp 248,59 milyar. Gejala awal kebakaran hutan dapat dideteksi melalui citra satelit NOAA berupa munculnya titik-titik panas/api (hot spots). Upaya mitigasi kebakaran hutan dilakukan melalui : (a) zonasi wilayah rawan kebakaran, (b) pengelolaan kawasan hutan dengan membuat "fire breaker", mosaik vegetasi yang tahun kebakaran, (c) pengembangan hutan kemasyarakatan sebagai "buffer zone", (d) pengembangan sistem peringatan dint kebakaran hutan, dan (e) penyediaan dana untuk pelatihan penanggulangan bencana dan penelitian ilmiah tentang kebakaran hutan.

Keywords


dampak lingkungan; ENSO; mitigasi kebakaran hutan




DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.13257

Article Metrics

Abstract views : 1987 | views : 954

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI