STUDI PENENTUAN DESA-DESA PUSAT PERTUMBUHAN DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

https://doi.org/10.22146/mgi.13255

Luthti Luthti Muta'ali(1*)

(1) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK Salah satu strategi pembangunan perdesaan yang menjadi fokuspenelitian ini adalah penentuan desa pusat pertumbuhan. Penelitian bertujuan untuk: (1) mengkaji konsepsi desa pusat pertumbuhan, (2) identifika.si kriteria penentu desa pusat pertumbuhan, (3) penetapan desa pusat pertumbuhan, dan (4) penentuan strategi pengembangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analisis, bersifat kuantitatif dan berbasis pada analisis data sekunder. Lingkup daerah penelitian meliputi seluruh desa di empat Kabupaten Propinsi DIY, yaitu Kabupaten Kulonprogo, Bantu', Gunungkidul, dan Sleman. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik pembobotan, analisis Guttman, Skalogram dan indeks sentralitas, analisis Location Quotient (LQ), serta analisis statistik korelasi tatajenjang Spearmann.
Desa pusat pertumbuhan adalah desa yang memiliki karakteristik aksesibilitas lokasi strategis, hirarki pelayanan tinggi, dan sektor basis pengembangan bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan, desa-desa di Propinsi DIY memiliki aksesibilitas lokasi cukup balk, sistem spasial hirarki pelayanan menunjukkan gejala primasi dan kesenjangan. Basis kegiatan ekonomi terletak pada sektor pertanian, dengan dukungan sektor jasa, perdagangan, dan industri. Sebagian besar desa pusat pertumbuhan terpilih merupakan ibu kola kecamatan, bahkan ada yang sekaligus ibukota Kabupaten. Untuk menghindari konsentrasi titik pertumbuhan pada satu tempat, dihasilkan pules alternatifdesa pusat pertumbuhan. Desa-desa pusat pertumbuhan terpilih dapat digunakan untuk menelapkan desa pusat pertumbuhan di masing-masing kecamatan, khususnya dalam konteks program Pengembangan Kecamatan sebagai pusatpertumbuhan. Penelitian merekomendasikan tentangperlunya redistribusi basilhasil pembangunan yanglebih merata Ice seluruh wilayah, terutama desa-desa yang berhirarki pelayanan rendah, aksesibilitas lokasi rendah dan 'wrung didukung orientasi sektor basis pengembangan yang bervariatif. Selain itu perlu pembentukan Lain ruang perwilayahan dengan mempunyai hirarki yang sistematik dan fungsional, dari hirarki tertinggi sampai terendah dengan menciptakan keterkaitanfisik maupun sosial ekonomi serta dukungan basis kegiatan ekonomi yang /mat dengan wilayah lain (rural urban linkages).

Keywords


aksesibilitas; desa pusat pertumbuhan; hirarki pelayanan; pembangunan perdesaan; sektor basis pengembangan




DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.13255

Article Metrics

Abstract views : 1575 | views : 1612

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI