Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap Keberlanjutan Pertanian di Desa Argalingga Majalengka
Sudrajat Sudrajat(1*)
(1) Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author
Abstract
Abstrak. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) seperti telepon genggam di bidang pertanian memberikan peluang besar untuk mendukung tercapainya pertanian berkelanjutan. Namun, implementasinya di tingkat petani belum sepenuhnya optimal karena berbagai kendala, seperti keterbatasan pemahaman petani tentang peran TIK di bidang pertanian, akses petani terhadap TIK, literasi digital petani, infrastruktur dan lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan menganalisis peran TIK khususnya penggunaan telepon genggam terhadap keberlanjutan pertanian. Penelitian ini dilakukan di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura Majalengka dengan melibatkan 100 petani yang dipilih secara acak (random sampling). Data yang dianalisis terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan petani menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan sejumlah informan. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan dari instansi pemerintah. Pengukuran variable TIK menggunakan skala likert dan dianalisis secara deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan hasil in-depth interview. Hasil penelitian menemukan bahwa TIK, seperti telepon genggam yang dimanfaatkan petani dalam kegiatan pertanian telah berperan dalam membantu mengakses informasi penting, seperti pengelolaan lahan dan prediksi cuaca dan iklim, ketersediaan faktor produksi, pasar dan sistem pemasaran serta sebagai media komunikasi antarpetani, konsultasi antara petani dengan penyuluh/mitra. Selain itu, menurut para petani TIK yang dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian tersebut telah berkontribusi positif dalam mewujudkan keberlanjutan pertanian. Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa TIK khususnya telepon genggam, telah mampu mengefisiensi waktu, biaya dan tenaga dalam berbagai aktivitas pertanian. Oleh karena itu, untuk meningkatkan peran TIK dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan maka upaya peningkatan literasi digital, sarana jaringan digital dan aksesnya bagi para petani menjadi sangat urgen untuk dilakukan.
Abstract. The presence of information and communication technology (ICT), such as mobile phones, in agriculture offers significant opportunities to support the achievement of sustainable farming. However, its implementation at the farmer level has not yet been fully optimized due to several challenges, including farmers’ limited understanding of ICT’s role in agriculture, limited access to ICT, low digital literacy, inadequate infrastructure, and other constraints. Based on these issues, this study aims to analyze the role of ICT, particularly the use of mobile phones, in promoting agricultural sustainability. The research was conducted in Argalingga Village, Argapura District, Majalengka Regency, involving 100 farmers selected through random sampling. The data analyzed consisted of both primary and secondary sources. Primary data were collected through structured interviews with farmers using questionnaires, as well as in-depth interviews with several key informants. Meanwhile, secondary data were obtained from government institutions. ICT variables were measured using a Likert scale and analyzed through a qualitative descriptive approach, supported by the results of in-depth interviews. The findings reveal that ICT, particularly mobile phones used by farmers in agricultural activities, plays an important role in facilitating access to essential information, such as land management, weather and climate predictions, availability of production inputs, market information and marketing systems, as well as serving as a medium for farmer-to-farmer communication and farmer–extension worker/partner consultations. Furthermore, farmers reported that the use of ICT in agricultural activities has contributed positively to achieving agricultural sustainability. These results indicate that ICT, particularly mobile phones, has effectively enhanced efficiency in terms of time, cost, and labor across various farming activities. Therefore, to further strengthen the role of ICT in realizing sustainable agriculture, it is urgent to improve farmers’ digital literacy, digital network facilities, and access to ICT.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abidin, M. Z. (2021). Pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi Covid-19: Analisis produktivitas tenaga kerja sektor pertanian. Indonesian Treasury Review, 6(2), 117–138.
Adekoya, A. E. (2007). Cyber extension communication: Strategic model for agricultural and rural transformation in Nigeria. Journal of Food Agriculture & Environmental, 5(1), 366–368.
Amir, N. O., & Mustika, D. (2019). Penerapan digital marketing dalam meningkatkan pendapatan pedagang bunga di Desa Sidomulyo Kota Bau. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 3(4), 681–688.
Amin, M., Sugiyanto, Sukesi, K., & Ismadi. (2013). Application of cyber extension as communication media to empower the dry land farmer at Donggala District, Central Sulawesi. Journal of Basic and Applied Scientific Research, 3(4), 379–384.
Ar-Rozi, A. M., Kurnia, S. I., & Sunarsih. (2020). Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk penyuluhan pertanian pada masa pandemi Covid-19. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Diakses dari https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/31-BBRC-2020-IV-2-5-AMA.pdf
Arianto, B. (2020). Analisis peran buzzer media sosial dalam memperkuat kampanye petani milenial. Jurnal Riset Komunikasi, 11(2), 168–187.
Arvianti, E. Y., Herdiana, A., & Masyhur. (2022). Pemanfaatan teknologi komunikasi melalui digital marketing pada petani milenial di Kota Batu, Jawa Timur. Jurnal AGRIEKONOMIKA, 11(1), 11–18.
Awaliah, R., Purnaningsih, N., & Susanto, D. (2020). Efektivitas Media Komunikasi Bagi Petani Padi di Kecamatan Gandus Kota Palembang (Kasus Program Ketahanan Pangan di Kecamatan Gandus). KaliAgri Journal, 1(1), 33-40.
Cortignani, R., Carulli, G., & Dono, G. (2020). COVID-19 and labour in agriculture: Economic and product live impacts in an agricultural area of the Mediterranean. Italian Journal of Agronomy, 15(2), 172–181.
Development Asia. (2021). How farmer-led digital ecosystems can boost yields and incomes in Indonesia. Asian Development Bank. Diakses pada tanggal 5 juni 2025 di https://development.asia/case-study/how-farmer-led-digital-ecosystems-can-boost-yields-and-incomes-indonesia.
Ekopranoto, M. A. H. & Setyawan, O. S. (2022). Digitalisasi Penyuluhan Pertanian di Era New Normal. In Agropross: National Conference Proceedings of Agriculture (pp. 533-551), DOI : 10.25047/agropross.2022.325
Fry-Bowers, E. K. (2020). Children are at risk from COVID-19. Journal of pediatric nursing, 53, A10.
Goh, L. (2022). The digital transformation of agriculture in Indonesia. Brookings Institution. Diakses tanggal 6 Juni 2025 di https://www.brookings.edu/articles/the-digital-transformation-of-agriculture-in-indonesia.
Harahap, G. (2016). Pemanfaatan teknologi digital untuk membuka akses informasi pasar dan mengoptimalkan pengelolaan produksi pada petani di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.
Harahap, G. (2017). Pemanfaatan teknologi digital untuk membuka akses informasi pasar dan mengoptimalkan pengelolaan produksi pada petani di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), 17(2), 117–128.
Hariadi, S. S., Handayani, A. W., & Dewi Fortuna, P. E. (2022). Peran digital humanities dalam upaya regenerasi SDM untuk mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan. Jurnal Kawistara, 12(2), 153–167.
Himesh, Rao E. V. S., Gouda, K. C., Ramesh, K. V., Rakesh, V., Mohapatra, G. N., Kantha, B., Sahoo, S. K., & Ajilesh. (2018). Digital revolution and big data: A new revolution in agriculture. CABI Reviews, 13(21), 1–7.
Indrajit, R. E. (2012). Manajemen sistem informasi dan teknologi informasi. Kumpulan Artikel. STIMIK Perban Renaissance Center. Diakses pada tanggal 25 Januari 2025 dari, http://repository.unand.ac.id/18152/1/Manajemen%20Sistem%20Informasi.pdf
Johan, D., Maarif, M. S., & Nimmi, Z. (2022). Persepsi petani terhadap digitalisasi pertanian untuk mendukung kemandirian petani. Jurnal Aplikasi Manajemen dan Bisnis, 8(1), 203–216.
Klerkx, L., Jakku, E., & Labarthe, P. (2019). A review of social science on digital agriculture, smart farming and agriculture 4.0: New contributions and a future research agenda. NJAS-Wageningen Journal of Life Sciences, 90-91, 90–99.
Klerkx, L., & Rose, D. (2020). Dealing with the game-changing technologies of Agriculture 4.0: How do we manage diversity and responsibility in food system transition pathways? Global Food Security, 24, 100347. https://doi.org/10.1016/j.gfs.2019.100347.
Kopp, T., & Salecker, J. (2020). How traders influence their neighbours: Modelling social evolutionary processes and peer effects in agricultural trade networks. Journal of Economic Dynamics and Control, 117, 103944.
Krisnawati, D. (2018). Peran perkembangan teknologi digital pada strategi pemasaran dan jalur distribusi UMKM di Indonesia (Studi Kasus: UMKM Kuliner Tanpa Restaurant ’Kepiting Nyinyir’). Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana, 6(1), 2338–4794.
Khosrow-Pour, D. B. A. (Ed.). (2006). Dictionary of information science and technology (Vol. 1). IGI Global.
McKinsey and Company. (2020). Agriculture’s digital transformation. Business Chief. https://businesschief.com/technology-and-ai/mckinsey-agricultures-digital-transformation
Meidiska, A. (2021). Selamatkan sektor pertanian dengan digitalisasi. Disrupto. Diakses 27 Agustus 2025 dari, https://www.disrupto.co.id/journal/digitalisasi-berpotensi-selamatkan-sektor-pertanian.
Ngaga, E. (2014). Pengembangan aplikasi penyuluhan pertanian tanaman hortikultura berbasis SMS Gateway. Jurnal Pekommas, 17(1), 33–42.
O’Hara, J. K., & Low, S. A. (2020). Online sales: A direct marketing opportunity for rural farms? Journal of Agricultural and Applied Economics, 52(2), 222–239.
Profil Desa Argalingga. (2023). Profil Desa Argalingga. Pemerintah Desa Argalingga, Kecamatan Argapura. (tidak dipublikasikan)
Rahmawati, Saleh, A., Hubeis, M., & Purnaningsih, N. (2017). Factors related to use of communication media spectrum communication network dissemination in multi channel. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research, 34(1), 182–192.
Rivai, R. S., & Anugrah, I. S. (2011). Konsep dan implementasi pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 29(1), 13–25.
Santo, S. Q. (2021). Digitalisasi pertanian di Indonesia, strategi dimasa pandemi dan new normal. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian, 8(10), 1–10.
Sari, N., Fatchiya, A., & Prabowo, T. (2016). Tingkat penerapan pengendalian hama terpadu (PHT) sayuran di Kenagarian Koto Tinggi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jurnal Penyuluhan, 12(1), 24–36.
Setiawan, I. (2021). Who is responsible for user-generated content on digital platforms in Indonesia?. Center for Indonesian Policy Studies.
Sousa, F., Nicolay, G., & Home, R. (2016). Information technologies as a tool for agricultural extension and farmer-to-farmer exchange: Mobile-phone video use in Mali and Burkina Faso. International Journal of Education and Development Using Information and
Subejo, S., Untari, D. W., Wati, R. I., & Mewasdinta, G. (2022). Modernization of agriculture and use of information and communication technologies by farmers in Coastal Yogyakarta. Indonesian Journal of Geography, 54(1), 94–107. https://doi.org/10.22146/ijg.69992
Sukmono, A., Rahman, F., & Yuwono, B. D. (2017). Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh untuk Deteksi Kekeringan Pertanian Menggunakan Metode Normalized Difference Drought Index di Kabupaten Kendal. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian, 14(2), 57-65; http://journal.unnes.ac.id/sju/in dex.ph p/ujet
Sumardjo. (2012). Februari). Review dan refleksi model penyuluhan dan inovasi penyuluhan masa depan. Seminar Nasional Membangun Penyuluhan Masa Depan yang Berkeadilan dan Menyejahterakan. Bogor. Institut Pertanian Bogor. Di akses pada tangga Jumi 2024 dari, https://adoc.pub/review-dan-refleksi-model-penyuluhan-dan-inovasi-penyuluhan-.html
Sumardjo, Baga, L. M., & Mulyandari, R. S. H. (2010). Cyber extension: Peluang dan tantangan dalam revitalisasi penyuluhan pertanian. PT Penerbit IPB Press.
Trendov, N. M., Varas, S., & Zeng, M. (2019). Digital technologies in agriculture and rural areas - Status report. FAO. http://www.fao.org/3/ca4985en/ca4985en.pdf
World Bank. (2019). Future of food: Harnessing digital technologies to improve food system outcomes. https://openknowledge.worldbank.org/handle/10986/31565
World Bank. (2020). World Development Report 2020: Trading for Development in the Age of Global Value Chains. Washington, DC: World Bank.
World Bank. (2021, Maret 16). A roadmap for building the digital future of food and agriculture. https://www.worldbank.org/en/news/feature/2021/03/16/a-roadmap-for-building-the-digital-future-of-food-and-agriculture
Wolfert, S., Ge, L., Verdouw, C., & Bogaardt, M. J. (2017). Big data in smart farming—A review. Journal Agricultural Systems, 153, 69–80.
Zanello, G., Srinivasan, C. S., & Shankar, B. (2014). Transaction costs, information technologies, and the choice of marketplace among farmers in Northern Ghana. Journal of Development Studies, 50(9), 1226–1239.
Article Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Author and Majalah Geography Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Volume 35 No 2 the Year 2021 for Volume 39 No 1 the Year 2025
ISSN 0215-1790 (print) ISSN 2540-945X (online)






