Analisis Potensi Interaksi Obat Antidiabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v18i1.71905

Adinda Fitriani(1), Siwi Padmasari(2*)

(1) Program Studi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
(2) Program Studi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Kombinasi beberapa obat yang diterima pasien diabetes melitus selama terapi dapat memicu timbulnya masalah pada pengobatan salah satunya adalah interaksi obat. Kejadian interaksi obat menyebabkan tidak terkontrolnya kadar glukosa darah sehingga dapat mempengaruhi morbiditas, mortalitas, dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran potensi interaksi obat antidiabetik dan menganalisis hubungan jumlah penggunaan obat antidiabetik terhadap potensi kejadian interaksi obat pasien rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta periode Januari–Desember 2020. Penelitian ini merupakan penelitian analitik non-eksperimental dengan pengambilan sampel secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 60 pasien. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan gambaran karakteristik pasien dan analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-square dilakukan untuk melihat hubungan antara jumlah penggunaan obat pertama kali saat pasien menjalani rawat inap dengan potensi kejadian interaksi obat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa mayoritas pasien berusia 61-80 tahun (55%) dengan jenis kelamin perempuan (53,3%). Pasien DM tipe 2 memiliki penyakit penyerta (88,3%) terbanyak yaitu ulkus diabetik (35,6%). Regimen terapi antidiabetik yang paling banyak adalah tunggal antidiabetik (68,3%) dengan mayoritas menggunakan metformin (45%) dan nonantidiabetik paling banyak digunakan adalah antibiotik seftriakson (16,7%). Pasien mayoritas mendapatkan jumlah obat ≥5 obat (66,7%). Pasien DM tipe 2 paling banyak mengalami potensi kejadian interaksi obat antidiabetik sebanyak 71,7% dengan obat antidiabetik yang paling sering menimbulkan interaksi adalah metformin. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jumlah penggunaan obat terhadap potensi kejadian interaksi obat p=0,000 (<0,05) dengan odds ratio 16,714.


Keywords


antidiabetik; interaksi obat; jumlah obat

Full Text:

PDF


References

Fadhilah F, Vanawati N. Comparison of Glucose Reduction in Urine Using Benedict Method Heated By Methylated Flame With 100°C Waterbath. Indonesian Journal of Medical Laboratory Science and Technology. 2019;1(2):44-51. doi:10.33086/ijmlst.v1i2.1075

International Diabetes Federation. International Diabetes Federation.; 2019. doi:10.4337/9781845420765.00011

Dinkes DIY. Profil Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2017. Dinas Kesehatan DIY. Published online 2017:1-224.

Fatimah RN. Diabetes Melitus Tipe 2. J Majority. 2015;4(2):93-101. doi:10.14499/indonesianjpharm27iss2pp74

Argawati A. Evaluasi Pola Terapi Dan Outcome Klinik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan Jaminan Kesehatan Nasional. Universitas Gadjah Mada. Published online 2015.

Poluan OA, Wiyono WI, Yamlean PVY. Identifikasi Potensi Interaksi Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap di Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon Periode Januari - Mei 2018. 2020;9(1):38-46.

Kekenusa JS, Ratag BT, Wuwungan G. Analisis Hubungan antara Umur dan Riwayat Keluarga Menderita DM dengan Kejadian Penyakit DM Tipe 2 pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Penyakit Dalam BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Journal Kesmas Universitas Sam Ratulangi Manado. 2013;2(1):1-6.

Rahmawaty A, Hidayah PH. Hubungan Drug Related Problems (DRPs) Kategori Interaksi Obat pada Penggunaan Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Cendekia Journal of Pharmacy STIKES Cendekia Utama Kudus. 2020;4(1):80-88.

Hariani, Abd. Hady, Nuraeni Jalil, Surya Arya Putra. Hubungan Lama Menderita dan Komplikasi DM Terhadap Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Batua Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis. 2020;15(1):56-63. doi:10.35892/jikd.v15i1.330

Kusdiyah E, Makmur MJ, Berlian R, Aras P. Karakteristik Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Komplikasi Kronik Nefropati Diabetik dan atau Penyakit Pembuluh Darah Perifer pada Penderita Diabetes Melitus di RSUD Raden Mattaher Tahun 2018. e-SEHAD. 2020;1(1):19-32.

Agistia N, Mukhtar H, Nasif H. Efektifitas Antibiotik pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik. Jurnal Sains Farmasi & Klinis. 2017;4(1):43. doi:10.29208/jsfk.2017.4.1.144

American Diabetes Association. American Diabetes Association Standards of Medical Care in Diabetes-2016. Endocrinology: Adult and Pediatric. 2016;1-2(January):662-671.e2. doi:10.1016/B978-0-323-18907-1.00038-X

Reinhard E, Kamaluddin MT, Melizah A. Potensi Terjadinya Interaksi Obat Antidiabetik Oral Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Usia Lanjut. Sriwijaya Journal of Medicine. 2019;2(3):205-210. doi:10.32539/sjm.v2i3.83

Gumantara MPB, Oktarlina RZ. Perbandingan Monoterapi dan Kombinasi Terapi Sulfonilurea-Metformin terhadap Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Majority. 2017;6(1):55-59.

Kurniasari MW. Evaluasi Interaksi Penggunaan Obat Hipoglikemia pada Pasien Rawat Inap di Bangsal Cempaka RSUD Panembahan Senopati Bantul Periode Agustus 2015. Universitas Sanata Dharma. 2015;151(1):10-17.

Rachmadi EP, Refdanita. Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe Ii Rawat Inap Rumah Sakit X Periode Januari – Juni 2012. Sainstech farma. 2015;8(2):18-22.

Lestari PAR. Potensi Interaksi Obat Antidiabetik pada Pasien Diabetes Meitus Tipe 2. Acta Holistica Pharmaciana. 2020;2(1):25-29.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Konsesus Pengelolaan Dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe2 di Indonesia 2015.; 2015.

Guthrie B, Makubate B, Hernandez-Santiago V, Dreischulte T. The rising tide of polypharmacy and drug-drug interactions: Population database analysis 1995-2010. BMC Medicine. 2015;13(1):1-10. doi:10.1186/s12916-015-0322-7



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v18i1.71905

Article Metrics

Abstract views : 907 | views : 908

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
 
Creative Commons License