Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotik Profilaksis Terhadap Kejadian Infeksi Luka Operasi Pada Pasien Bedah Digestif di Salah Satu Rumah Sakit Tipe B Kabupaten Sleman

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v1i1.63691

Dhannia Fitratiara(1), Ika Puspitasari(2*), Titik Nuryastuti(3)

(1) Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(2) Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Infeksi Luka Operasi (ILO) adalah penyebab infeksi nosokomial yang sering terjadi pada luka bekas sayatan setelah operasi. Penggunaan antibiotik profilaksis bedah dapat efektif mengurangi tingkat ILO dengan pemilihan antibiotik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis, mengetahui angka kejadian ILO, mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis terhadap kejadian ILO, dan mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian ILO pada pasien bedah digestif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional deskriptif-analitik dengan desain cross sectional melibatkan pasien bedah digestif yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medik pasien rawat inap selama periode 1 Januari-31 Desember 2019 di salah satu RS tipe B Kabupaten Sleman. Terdapat 110 pasien menjalani bedah digestif yang masuk dalam kriteria inklusi pada penelitian ini. Rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis berdasarkan metode Gyssens (kategori 0) pada penelitian ini sebesar 20,9% (23 pasien). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketidakrasionalan penggunaan antibiotik profilaksis dengan kejadian ILO (P=0,712). Faktor risiko ILO yang teridentifikasi berdasarkan analisis bivariat adalah komorbiditas, prosedur operasi bersamaan, dan sifat operasi. Sedangkan analisis multivariat menunjukkan bahwa prosedur operasi bersamaan memiliki hubungan yang bermakna dengan angka kejadian ILO. Individu dengan prosedur operasi bersamaan memiliki risiko hampir 8 kali lebih tinggi untuk mengalami ILO (OR 7,625; CI 95% 1,370-42,423; p = 0,020).


Keywords


antibiotik profilaksis; bedah digestif; infeksi luka operasi

Full Text:

PDF


References

Adani, F.R., Lestari, E.S., dan Ciptaningtyas, V.R., 2015. Kualitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Bedah Digestif Di Rsup Dr Kariadi Semarang, 4: 755–762.

Alemkere, G., 2018. Antibiotic usage in surgical prophylaxis: A prospective observational study in the surgical ward of Nekemte referral hospital. PLOS ONE, 13: 1–17.

Alsen, M. dan Sihombing, R., 2014. Infeksi Luka Operasi. Majalah Kedokteran Sriwijaya, 46: 229–235.

Amelia, K., Sumarny, R., Hasan, D., dan Komar, H., 2019. Kajian Pola Penggunaan Antibiotik Profilaksis dan Diagnosa Pascaoperasi Hubungannya dengan Angka Kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO) pada Pasien Bedah Digestif di Rumah Sakit Swasta, 6: 9.

Anderson, D.J., Podgorny, K., Berríos-Torres, S.I., Bratzler, D.W., Dellinger, E.P., Greene, L., dkk., 2014. Strategies to Prevent Surgical Site Infections in Acute Care Hospitals: 2014 Update. Infection Control & Hospital Epidemiology, 35: 605–627.

Baniasadi, S., Alaeen, Z., dan Shadmehr, M.B., 2016. Surgical Antibiotic Prophylaxis: A Descriptive Study among Thoracic Surgeons. Tanaffos, 15: 6.

Bratzler, D.W., Dellinger, E.P., Olsen, K.M., Perl, T.M., Auwaerter, P.G., Bolon, M.K., dkk., 2013. Clinical practice guidelines for antimicrobial prophylaxis in surgery. American Journal of Health-System Pharmacy, 70: 195–283.

Chairani, F., Puspitasari, I., dan Asdie, R.H., 2019. Insidensi dan Faktor Risiko Infeksi Luka Operasi pada Bedah Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 9: 274.

Kanji, S., 2008. Antimicrobial Prophylaxis in Surgery, Pharmacotherapy Handbook., Ninth Edition. ed. Mc Graw Hill, New York.

Kemenkes, R., 2011. Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Jakarta.

Megawati, S., Rahmawati, F., dan Wahyono, D., 2015. Evaluation Of The Use Of Antibiotic Prophylaxis In Surgery Patients. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 5: 127–134.

Pathak, A., Mahadik, K., Swami, M.B., Roy, P.K., Sharma, M., Mahadik, V.K., dkk., 2017. Incidence and risk factors for surgical site infections in obstetric and gynecological surgeries from a teaching hospital in rural India. Antimicrobial Resistance & Infection Control, 6: 66.

Singh, R., SIngla, P., dan Chaudhary, U., 2014. Surgical Site Infections: Classification, Risk factors, Pathogenesis and Preventive Management. International Journal of Pharma Research and Health Sciences, 2: 203–214.

Sumiwi, S.A., 2014. Quality of Antibiotics Use in Patients with Digestive Surgery in Hospital in Bandung City. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 3: 135–140.

Vessal, G., Namazi, S., Davarpanah, M.A., dan Foroughinia, F., 2011. Evaluation of prophylactic antibiotic administration at the surgical ward of a major referral hospital, Islamic Republic of Iran. Eastern Mediterranean Health Journal, 17: 663–668.

Wang, H., Zhou, A., Fan, M., Li, P., Qi, S., Gao, L., dkk., 2015. Application of laparoscopy in the combined surgical procedures of gynecological and digestive disorders in obese women: A retrospective cohort study. International Journal of Surgery, 16: 83–87.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v1i1.63691

Article Metrics

Abstract views : 915 | views : 244

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
 
Creative Commons License