Luaran Klinis dan Analisis Biaya Konversi dari Antibiotik Intravena Ke Oral pada Pasien Community Acquired Pneumonia di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v17i2.60694

Altaufik Ngani(1), Titik Nuryastuti(2*), Tri Murti Andayani(3)

(1) Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
(2) Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada
(3) Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Beberapa studi mengusulkan konversi terapi antibiotik intravena ke oral untuk menurunkan lama rawat inap dan biaya dalam pengobatan Community Acquired Pneumonia (CAP) yang masih menjadi masalah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang praktik konversi antibiotik intravena ke oral pada pasien CAP serta menganalisis biaya dari terapi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross sectional terhadap pasien CAP di RSA UGM. Data yang diambil berupa rekam medik pasien rawat inap periode Januari 2017-Desember 2019 yang selanjutnya dibagi ke dalam dua kelompok yakni kelompok konversi ≤ hari ke-3 dan kelompok konversi > hari ke-3. Hasil penelitian menunjukan bahwa switch therapy merupakan jenis konversi paling banyak digunakan (60,6%). Merujuk pada luaran klinis, terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kelompok antibiotik intravena konversi ≤ hari ke-3 dan kelompok antibiotik antibiotik intravena konversi >hari ke 3 terhadap LOS (4,21±0,99 vs 5,65±1,40). Hal yang sama terjadi pada analisis biaya, yang juga menunjukan perbedaan siginifikan (p<0,05) antara kelompok antibiotik intravena konversi ≤ hari ke-3 dan kelompok antibiotik intravena konversi >hari ke-3 terhadap biaya antibiotik dengan biaya total masing-masing Rp.126.022,33 vs Rp.274.283,82 dan Rp.2.610.283,66 vs Rp.3.696.681,06. Konversi antibiotik intravena ke oral ≤ hari ke-3 menghasilkan lama rawat inap yang lebih rendah dan penghematan biaya pengobatan.


Keywords


Biaya; CAP; intravena ke oral; konversi antibiotik

Full Text:

PDF


References

Alldredge, B.K., Affairs, A., Francisco, S., Francisco, S., Corelli, R.L., Francisco, S., dkk., 2013. Applied Therapeutics The Clinical Use Of Drugs, Tenth Edit. Ed. Lippincott Williams & Wilkins, A Wolters Kluwer. 2. Antoni Castro-Guardiola, MD, P., Alfonso-Luis Viejo-Rodriguez, M., S’ilvia Soler-Simon, M., Arola Armengou-Arxe´, MD Vicenta Bisbe-Company, MD, Georgina Pen˜arroja-Matutano, M., dan Josep Bisbe-Company, MD, Ferran Garcı´a-Bragado, MD, P., 2001. Efficacy and Safety of Oral and Early-switch Therapy for Community-acquired Pneumonia : 9343: . 3. Chandrasekhar, D. dan Pokkavayalil, V., 2018. Cost minimization analysis on IV to oral conversion of antimicrobial agent by the clinical pharmacist intervention. Clinical Epidemiology and Global Health, 6–11. 4. Cunha, B.A., 2001. Oral or Intravenous-to-oral Antibiotic Switch Therapy for Treating Patients with Community- acquired Pneumonia 9343: . 5. Davis, S.L., Delgado, G., dan Mckinnon, P.S., 2005. Pharmacoeconomic Considerations Associated with the Use of Intravenous-to-Oral Moxifloxacin for Community-Acquired Pneumonia 63110. 6. File, T.., 2020. Treatment of Community-Acquired Pneumonia in Adults who Require Hospitalization. UptoDate, 1–42. 7. Hendrickson, J.R. dan North, D.S., 1995. Pharmacoeconomic Benefit Of Antffiiotic Step-Down Therapy : Converting Patients From Intravenous Cefrriaxone To Oral Cefpodoxime Proxetil.29: 561–565. 8. Kuswandi, 2016. Resistensi Antibiotik. Grafika Indah, Yogyakarta, Indonesia. 9. Mandell, L.A., Wunderink, R.G., Anzueto, A., Bartlett, J.G., Campbell, G.D., Dean, N.C., dkk., 2007. Infectious Diseases Society of America / American Thoracic Society Consensus Guidelines on the Management of Community-Acquired Pneumonia in Adults 44: . 10. Norrby, S.R., Petermann, W., Willcox, P.A., Vetter, N., dan Salewski, E., 1998. A Comparative Study of Levofloxacin and Ceftriaxone in the Treatment of Hospitalized Patients with Pneumonia 397–404. 11. PDPI, 2014. Pneimonia Komunitas : Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Di Indonesia, Edisi II. 12. Ramirez, J.A., Srinath, L., Ahkee, S., dan Martin, J., 1995. Early Cephalosporins Hospitalized Community-Acquired. 13. Ramirez, J.A., Vargas, S., Ritter, G.W., Brier, M.E., Wright, A., Smith, S., dkk., 1999. Early Switch From Intravenous to Oral Antibiotics and Early Hospital Discharge 159: . 14. Restrepo, M.I. dan Frei, C.R., 2010. Health Economics of Use Fluoroquinolones to Treat Patients with Community-Acquired Pneumonia. AJM, 123: S39–S46. 15. Rizqi, M.H. dan Hasan, H., 2014. Tinjauan Imunologi Pneumonia pada Pasien Geriatri 41: 14–18. 16. Shirin, A., 2018. Intravenous-to-Oral Switch Therapy. available from url: https://emedicine.medscape.com/article/237521-overview 17. Torres, A., Peetermans, W.E., Viegi, G., dan Blasi, F., 2013. Risk factors for community-acquired pneumonia in adults in Europe : a literature review 1057–1065.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v17i2.60694

Article Metrics

Abstract views : 755 | views : 1264

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
 
Creative Commons License