Tingkat Pengetahuan Petugas Pengelola Vaksin dan Evaluasi Pengelolaan Vaksin di Puskesmas Kabupaten Sleman

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v17i2.60435

Septimawanto Dwi Prasetyo(1*), Bunga Carina Vidia Ningrum(2), Elizabeth Henny Irianingrum(3), Farras Talitha Oktarini(4), Ismah Nizza(5)

(1) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(2) Program Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(3) Program Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(4) Program Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(5) Program Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Vaksin merupakan produk biologis yang sangat rentan sehingga diperlukan pengelolaan vaksin yang tepat untuk menjaga kualitas vaksin. Kualitas vaksin perlu dipertahankan sejak vaksin diproduksi sampai sebelum diberikan kepada pasien. Pengelolaan vaksin yang tepat juga perlu didukung oleh petugas yang terlatih dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan vaksin dan tingkat pengetahuan pengelola vaskin di Puskesmas Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan desain cross-sectional. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari enam puskesmas di Kabupaten Sleman. Pengumpulan data diperoleh dari observasi langsung, wawancara, dan pengisian kuesioner. Data kemudian dianalisis secara statistik berupa persentase. Data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi yang menggambarkan pengelolaan vaksin dan tingkat pengetahuan pengelola vaksin. Pada penelitian ini diketahui bahwa tingkat pengetahuan petugas pengelola vaksin tergolong baik. Aspek tingkat pengetahuan yang tergolong baik adalah aspek penyimpanan, pelayanan, pencatatan dan pelaporan vaksin, sedangkan aspek perencanaan, pengendalian dan distribusi vaksin tergolong kurang baik. Pada penelitian ditemukan bahwa semua aspek pengelolaan vaksin sudah tergolong baik, namun masih ditemukan beberapa hal yang kurang baik. Sebanyak 28% puskesmas mengalami over stock  vaksin dan 40% puskesmas belum menyimpan vaksin dengan memberi jarak antar kotaknya. Masih terdapat 72% puskesmas memiliki vaksin yang kedaluwarsa dan 36% belum mencatat suhu vaksin pada saat libur.

Keywords


pengelolaan vaksin; pengelola vaksin; tingkat pengetahuan; puskesmas

Full Text:

PDF


References

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2017) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Jakarta. doi: 10.1002/ejsp.2570.

Kristini, T. D. (2008) ‘Faktor-faktor Risiko Kualitas Pengelolaan Vaksin Program Imunisasi yang Buruk di Unit Pelayanan Swasta (Studi Kasus di Kota Semarang)’, pp. 1–176.

Maksuk (2012) ‘Pengelolaan Rantai Dingin Vaksin Tingkat Puskesmas di Kota Palembang Tahun 2011’, Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, 1(10), pp. 94–100.

Masturoh, I. and Nauri, A. T. (2018) Bahan Ajar Rekam Medis dan Informasi Kesehatan: Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi Tahun 2018.

Mavimbe, J. C. de T. and Bjune, G. (2007) ‘Cold Chain Management: Knowledge and Practices in Primary Health Care Facilities in Niassa, Mozambique’, Ethiopian Journal of Health Development, 21(2), pp. 130–135. doi: 10.4314/ejhd.v21i2.10040.

Merindani, W. S., Nuryadi and Witcahyo, E. (2015) ‘Kajian Manajemen Penyelenggaraan Program Imunisasi Difteri di Puskesmas Suboh Kabupaten Situbondo’, Artikel Ilmiah Hasil Penelitia Mahasiswa.

Panjaitan, M., Sembiring, R. and Febriyanti (2016) ‘Hubungan Penyimpanan Vaksin dengan Kerusakan Vaksin di Puskesmas Helvetia tahun 2015’, Reproductive Health, 1(2), pp. 29–40.

Permatasari, D. (2018) ‘Evaluasi Implementasi Managemen Vaksin di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur dan Jajarannya’, (5), pp. 2–4.

Sanifah, L. J. (2018) ‘Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Keluarga Tentang Perawatan Activities Daily Living (ADL) pada Lansia’, Society, pp. 14–18.

Utoro, G. A., Masria, S. and Trisnadi, S. (2017) ‘Gambaran Penerapan Rantai Dingin Vaksin Imunisasi Dasar di Purwakarta Tahun 2017’, Prosiding Pendidikan Dokter, 2017(2), pp. 136–142.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v17i2.60435

Article Metrics

Abstract views : 266 | views : 166

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
 
Creative Commons License