Estimasi Biaya Pengobatan Langsung Penyakit Kanker Di Indonesia: Estimasi Direct Medical Cost (DMC)

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v1i1.49823

Yuni Andriani(1*), Susi Ari Kristina(2), Chairun Wiedyaningsih(3)

(1) Gadjah Mada University
(2) Gadjah Mada University
(3) Gadjah Mada University
(*) Corresponding Author

Abstract


Kanker adalah salah satu penyakit tidak menular dan merupakan penyebab mortalitas tertinggi di berbagai belahan dunia. Berdasarkan perkiraan Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC)  tahun 2018, ada lebih dari 18 juta kasus baru kanker di seluruh dunia, dan jumlah ini diproyeksikan meningkat lebih dari 61% pada tahun 2040. Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 memperlihatkan prevalensi kanker meningkat dari 1,4 persen di tahun 2013 menjadi 1,8 persen di 2018. Selain itu, di Indonesia dari seluruh penyakit yang menyebabkan kematian, kanker menempati peringkat ketujuh dengan presentase 5,7%. Prevalensi kanker 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330.000 orang. Penelitian ini bertujuan mengestimasi total biaya pengobatan langsung pasien dengan penyakit kanker dan mengetahui angka kejadian kanker yang paling tinggi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi, yakni kanker serviks 31.9% (250.654 kasus), kanker kolorektal 21.4% (168.013 kasus), dan kanker ovarium 11.7% (92.076 kasus). Total biaya pengobatan langsung 14 jenis kanker di Indonesia berdasarkan data klaim BPJS secara keseluruhan pada tahun 2018 adalah sebesar Rp1.4 miliar. Jenis kanker dengan beban biaya tertinggi yakni kanker serviks sebesar Rp393 juta (27.03%), kanker kolorektal Rp335 juta (23.07%), dan kanker ovarium Rp168 juta (11.57%). 


Keywords


Kanker; estimasi biaya kanker; Biaya Pengobatan Langsung; Indonesia



References

Ahsan, A. 2017. Inovasi Pendanaan Defisit Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melalui Pungutan (Tambahan) atas Rokok untuk Kesehatan (PRUK). Universitas Indonesia. Jakarta. Akmal, M. 2010. Kesehatan untuk Umum, Ar-Ruzz Media. Yogyakarta. American Cancer Society, 2013. Breast cancer Facts & Figures, dalam: Breast Cancer Facts & Figures. American Cancer Society, Atlanta. Andayani, T.M. 2013. Farmakoekonomi Prinsip Dan Metodologi. Bursa Ilmu. Yogyakarta Globocan. 2012. Estimated Cancer Incidence, Mortality and Prevalence Worldwide in 2012 Section of Cancer surveillance. GLOBOCAN. Hamish N.M.N. 2018. Difficult Conversations in Cancer Care: Lessons from a Student-Led Initiative. Journal of Cancer Education, 7, 1-5. Humas. 2019. ‘KIS Jadi Program Pemerintah Paling Dirasakan Manfaatnya Versi Alvara Research’ [Online]. URL:https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/post/read/2019/1040/KIS Becomes-The-Most-Benefited-Government-Program-According-to-Alvara-Research (Diakses 9 September 2019). Kemenkes. 2015. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI 2015. Buletin Kanker. Kementerian Kesehatan RI. Riskesdas. 2018. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v1i1.49823

Article Metrics

Abstract views : 386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
 
Creative Commons License