Produksi dan Karakterisasi Gelatin dari Limbah Tulang Ayam dengan Menggunakan Spektrofotometer Ftir (Fourier Transform Infra Red)

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v15i2.47542

St. Maryam(1*), Nurmaya Effendi(2), Kasmah Kasmah(3)

(1) Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia, Makassar
(2) Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia, Makassar
(3) Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia, Makassar
(*) Corresponding Author

Abstract


Gelatin merupakan protein hasil hidrolisis parsial kolagen tulang dan kulit. Gelatin memiliki sifat yang khas, yaitu dapat berubah secara reversible dari bentuk sol ke bantuk gel, mengembang dalam air dingin, dapat membentuk film serta mempengaruhi viskositas suatu bahan, dan melindungi sistem koloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persen rendamen serta menentukan karakteristik proksimat dan fisikokimia dari gelatin tulang ayam. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, proses yang dilakukan untuk menghasilkan gelatin melalui beberapa tahap yaitu degreasing, demineralisasi, ekstraksi dan pengeringan. Kemudian gelatin hasil ekstraksi dari keempat perlakuan tersebut dilakukan beberapa pengujian seperti karakteristik  proksimat  (kadar  air,  abu,  dan protein),  dan  karakteristik  fisikokimia  (pH dan viskositas) serta identifikasi gugus fungsi menggunakan spektrofotometri Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil penelitian ini menunjukkan persen rendamen gelatin 1,030%, hasil karakterisasi proksimat yaitu kadar air 9,214%, kadar abu 10,396%, kadar protein 67,756% dan hasil karakteristik fisikokimia yaitu pH 6, viskositas relatif 6 cP. Berdasarkan spektra FTIR, gugus fungsi gelatin tulang ayam yang dapat diidentifikasi diantaranya adalah  gugus O-H, N-H, C-N, C=O & C-H. Dari hasil penelitian yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa gelatin dari tulang ayam memenuhi standar mutu gelatin.


Keywords


Gelatin; Tulang Ayam; Fourier Transform Infra Red (FTIR)

Full Text:

PDF


References

Amertaningtyas, D, Purnomo H, dan Siswanto, 2005, Kualitas Nuggets daging ayam boiler dan ayam petelur afkir dengan menggunakan tapioka dan tapioka modifikasi serta lama pengukusan yang berbeda, Progrma pascasarjan Universitas Brawijaya, Malang

British Standard 1975, Sampling and testing of gelatin, Academic Press, New York.

Che Man, Y. B, Syahariza, Z.A, dan A.Rohman 2010, Chapter 1. Fouriertransform infrared (FTIR) spectroscopy: development, techniques, andapplication in the analysis of fats and oils, in Fourier Transform InfraredSpectroscopy (ed Oliver J. Ress), Nova Science Publisher, NewYork, USA.

Goycoolea, FM, & Cardenas, A 2003, Pectins from opuntia spp : A short reiew, JPACD.

Jannah, A, Maunatin, A, Windayanti, A, Findianti, Y, Mufidah, Z 2013, Isolasi dan Karakterisasi Gelatin Dari Tulang Ayam Dengan Metode Asam, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Junianto, Haetami, K& Maulina, I 2006, Produksi gelatin dari tulang ayamdan pemanfaatannya sebagai bahan dasar pembuatan cangkang kapsul, Uniersitas Padjajaran, Bandung.

Kirk, RE & Othmer, DF 1966, Encyclopedia of chemical technology, ol. X,The Interscience Encyclopedia Inc, New York.

Kusumawati, Rinta, Tazwir, dan Wawasto, Ari 2008, Pengaruh Perendaman dalam Asam Klorida terhadap Kualitas Gelatin Tulang Kakap Merah, Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol. 3 No.1.

Martianingsih, Niniet dan Lukman Atmaja 2010, Analisis Sifat Kimia, Fisika dan Termal Gelatin dari Ekstraksi Kulit Ikan Pari (Himantura gerrardi) melalui Variasi Jenis Larutan Asam, Prosiding Kimia.

Nurul,W, Atmaka,W, Nurhartadi,E 2013, Kajian karakteristik fisik dan kimia gelatin ekstrak tulang kaki ayam (Gallus Gallus Bankia) dengan variasilama perendaman dan konsentrasi asam, Vol. 2,no. 3.

Puspawati, NM, Simpen, IN & Miwada S, IN 2012, Isolasi gelatin dari kulit ayam broiler dan karakterisasi gugus fungsinya dengan spektrofotomtri FTIR, Uniersitas Udayana, Bukit Jimbaran Denpasar.

Poppe, J 1992,‘Gelatindi dalam A. Imeson (ed). Thickening and gelling agent for food’,Academic Press, New York.

Sankari, G., E. Kriahnamoorthy, S. Jayakumaran, S. Gunaeakaran, V.V. Priya, S. Subramanlam, S. Subramanlam, and S.K. Mohan 2010, Analysis of serum immunoglobulins using fourier transform.

Septimus, S 1961,‘Anatomy of the domestic animal’, Mc Graww Hill, New York.

Standar Nasional Indonesia (SNI) 1995, Mutu dan cara uji gelatin, Dewan Standarnisasi Nasional, Jakarta.

Suptijah, P, Suseno, H.S, dan Anwar, Cholil 2013, Analisis Kekuatan Gel (Gel Strength) Produk Permen Jelly dari Gelatin Kulit Ikan Cucut dengan Penambahan Karaginan dan Rumput Laut. JPHPI Vol. 16 No.2,Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Widyaninggar, A, Triwahyudi, Triyana, K, Rohman, A 2008,‘Differentiation between porcine and boine gelatin in commercial capsule shells based on amino acid profiles and principal component analysis’,J Pharm Indonesia.

Wiratmaja, H 2006, Perbaikan Nilai Tambah Limbah Tulang ayam Tuna (thunnus sp) Menjadi Gelatin Serta Analisis Fisika-Kimia, Skripsi, IPB, Bogor.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v15i2.47542

Article Metrics

Abstract views : 313 | views : 445

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

  
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.