Analisis Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Pelayanan Kefarmasian Puskesmas di Kota Semarang

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v17i1.46980

Aprilia Indah Pratiwi(1*), Achmad Fudholi(2), Satibi Satibi(3)

(1) Magister Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(2) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Standar pelayanan kefarmasian yang digunakan di Puskesmas yaitu Permenkes Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pelayanan kefarmasian Puskesmas di Kota Semarang, mengetahui perbedaan peran SDM farmasi, ketersediaan anggaran dan tipe puskesmas, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelayanan kefarmasian Puskesmas di Kota Semarang serta merumuskan solusi mengatasi permasalahan dalam pelayanan kefarmasian.

Metode penelitian yang digunakan merupakan observasional deskriptif kuantitatif melalui pendekatan cross sectional pada 36 Puskesmas di Kota Semarang. Periode pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober s/d Desember 2018 dengan cara observasi langsung dan wawancara terhadap penanggungjawab unit pelayanan farmasi. Analisa statistik menggunakan Uji Independent Sample T-Test. Selanjutnya dilakukan identifikasi faktor pendukung, penghambat dan perumusan solusi menggunakan Basic Priority Rating Scale.

Hasil penelitian menunjukan bahwa Secara umum pelayanan kefarmasian Puskesmas di Kota Semarang dapat dikategorikan sangat baik dengan nilai rata-rata 83,56 ± 6,24. Seluruh Puskesmas Kota Semarang sudah melakukan kegiatan pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP (Aspek manajerial) dengan nilai rata-rata 64,64 ± 4,409. Pelayanan farmasi klinik sudah dilakukan oleh apoteker dan tenaga teknis kefarmasian walaupun belum sepenuhnya dengan nilai rata-rata 18,92 ± 2,419. Terdapat perbedaan yang signifikan untuk peran SDM farmasi dan tipe Puskesmas dalam pelayanan kefarmasian Puskesmas di Kota Semarang dengan  (p: 0,000) Dukungan Kepala Puskesmas dan koordinasi yang baik merupakan faktor pendukung. Faktor-faktor yang menghambat adalah apoteker belum tersedia di semua Puskesmas,  kurangnya pelatihan untuk tenaga farmasi dalam pelayanan farmasi klinik, sarana dan prasarana serta kelengkapan Standar Operasional Prosedur (SOP). Solusi dengan perbaikan sarana dan prasarana, membuat SOP pelayanan farmasi klinik, usulan anggaran untuk penambahan apoteker, pembinaan, monitoring dan evaluasi pelayanan farmasi klinik.

Keywords


Pelayanan Kefarmasian; SDM; Anggaran; Tipe Puskesmas

Full Text:

PDF


References

  1. Daulay, E.H., Oviani, G.A., Erlianti, K., Fudholi, A., dan Ayu, D., 2018. Analisis Kinerja Apoteker dan Faktor Yang Mempengaruhi Pada Era Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas. Journal of Management and Pharmacy Practice, 8: 7.
  2. Hanggara, R.S.L., Gibran, N.C., Kusuma, A.M., dan Galistiani, G.F., 2017. Pengaruh Keberadaan Apoteker terhadap Mutu Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banyumas. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 7:
  3. Hendri, D., Satibi, S., dan Endarti, D., 2018. Evaluation of Pharmaceutical Service and Management of Drug, Disposable Medical Supply, and Medical Equipment for Poned of Brebes Regency. Journal of Management and Pharmacy Practice, 8: 1.
  4. Herman, M.J., Supardi, S., dan Yuniar, Y., 2013. Relationship of The Availability of Phamacist with Characteristics of Primary Health Center and Pharmacy Practice in Health Center. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 16: 11.
  5. Kemenkes RI, 2016. Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Perubahan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas. Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.
  6. Khalaf Ahmad, A.M., Alghamdi, M.A.S., Alghamdi, S.A.S., Alsharqi, O.Z., dan Al-Borie, H.M., 2016. Factors Influencing Patient Satisfaction with Pharmacy Services: An Empirical Investigation at King Fahd Armed Forces Hospital, Saudi Arabia. International Journal of Business and Management, 11: 272.
  7. Lestari, T.R.P., 2014. Analisis Ketersediaan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2014. Kajian, 21: 14.
  8. Mulyagustina, M., Wiedyaningsih, C., dan Kristina, S.A., 2017. Implementation of Pharmaceutical Care Standard in Jambi City’s Pharmacies. Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 7: 83.
  9. Penm, J., Moles, R., Wang, H., Li, Y., dan Chaar, B., 2014. Factors Affecting the Implementation of Clinical Pharmacy Services in China. Qualitative Health Research, 24: 345–356.
  10. Quick, J., Rankin, J, R., dan O’Cornor, 2012. Managing Drug Supply, The Selection, Procurement, Distribution and Use of Pharmaceutical, 3th Edition. USA : Kumarin Press, Conecticut.
  11. Rachmawati, E., 2018. 'Evaluasi Peran Tenaga Kefarmasian Dalam Pelayanan dan Pengelolaan Obat, BMHP dan Alkes Program PONED di Puskesmas Kota Semarang', , Tesis, . Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
  12. Rahma, A., Arso, S.P., dan Suparwati, A., 2015. Implementasi Fungsi Pokok Pelayanan Primer Puskesmas Sebagai Gatekeeper Dalam Program JKN (Studi Di Puskesmas Juwana Kabupaten Pati). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3: 11.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v17i1.46980

Article Metrics

Abstract views : 771 | views : 771

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
 
Creative Commons License