UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK AIR DAUN BANDOTAN (AGERATUM CONYZOIDES, L.) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v11i1.24118

Harti Astuti(1*)

(1) Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Di Indonesia terdapat beraneka ragam jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat, di antaranya daun Bandotan yang dapat digunakan sebagai obat penyakit kulit ringan dan berat, radang telinga, sakit tenggorokan, diare, dan penyakit infeksi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak etanol dan ekstrak air daun Bandotan. Serbuk daun Bandotan berturut-turut diekstraksi dengan pelarut etanol 80% menggunakan alat soxhlet, kemudian dengan pelarut air menggunakan panci infus. Ekstrak etanol kental dan ekstrak air kental diuji aktivitas antibakterinya. Uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25923 dilakukan dengan metode dilusi cair untuk mengetahui kadar hambat minimal (KHM) ekstrak etanol dan ekstrak air daun Bandotan. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan nilai KHM berturut-turut adalah 12,5 mg/mL dan 25 mg/mL. Ekstrak air juga menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan nilai KHM berturut-turut adalah 50 mg/mL dan 100 mg /mL. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan ekstrak air daun Bandotan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v11i1.24118

Article Metrics

Abstract views : 2565 | views : 19484

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

  
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.