BARIER DAN FASILITATOR PENERAPAN PHARMACEUTICAL CARE PADA FARMASI KOMUNITAS : SEBUAH TINJAUAN

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v6i3.24046

M Rifqi Rokhman(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Pharmaceutical care dianggap sebagai model untuk pelayanan apoteker di masa mendatang. Perkembangan pharmaceutical care pada farmasi komunitas ternyata lebih lambat dari yang diharapkan. Penelitan yang ada menunjukkan bahwa kecepatan penerapan pharmaceutical care dipengaruhi oleh faktor yang dapat dikelompokkan menjadi barier dan fasilitator. Barier akan menghambat penerapan pharmaceutical care sedangkan fasilitator akan mempercepat penerapan pharmaceutical care.

Pendekatan penelitian sudah tidak lagi sebatas menggunakan pendekatan behavioural theory namun juga berkembang menggunakan pendekatan organisasi. Penelitian yang ada menunjukkan tidak ada satu barier dengan fasilitator tertentu yang menjadi penentu utama keberhasilan penerapan pharmaceutical care pada farmasi komunitas. Beberapa barier dan fasilitator dianggap mempunyai pengaruh yang kuat yang ditunjukkan dengan banyaknya penelitian yang mengarah kepada barier dan fasilitator tersebut. Barier tersebut berupa kurangnya sistem remunerasi untuk layanan baru, kesulitan pembagian waktu antara mengembangkan pharmaceutical care dan tugas untuk distribusi obat, kurangnya pengetahuan klinis dari apoteker, rendahnya hubungan dengan dokter, dan dukungan organisasi profesi. Fasilitator tersebut berupa perlunya pelatihan bagi apoteker, perlunya renumerasi untuk layanan, perbaikan hubungan dengan dokter, pemanfaatan SDM yang ada dengan lebih baik, dan perlunya asistensi atau dukungan dari luar.

Keywords


Pharmaceutical Care; Farmasi Komunitas; Barier; Fasilitator

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v6i3.24046

Article Metrics

Abstract views : 478 | views : 155

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

  
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.