Prinsip Demokratisasi Arsip: Suatu Konsep untuk Menjembatani Antara Kearsipan, Penulisan Sejarah, dan Pascamodernisme

https://doi.org/10.22146/khazanah.56741

Purwanto Putra(1*)

(1) Universitas Lampung
(*) Corresponding Author

Abstract


Sejarah merupakan sebuah peristiwa objektif, hanya sekali terjadi dan tidak akan terulang. Arsip sebagai rekaman peristiwa masa lalu sangat dibutuhkan untuk penulisan sejarah. Arsip dan metode sejarah menjadi kunci dalam merekonstruksi peristiwa sejarah. Metode sejarah berkembang mengikuti zaman. Konsep demokratisasi sejarah muncul pada era pascamodernisme sebagai babak baru sejarah manusia modern. Inti gagasan tersebut adalah pentingnya mengangkat tema-tema kecil sebagai tema sejarah. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan korelasi antara demokratisasi sejarah dengan kearsipan terkait penulisan dan sumber primer sejarah. Artikel ini akan menguraikan kemungkinan penerapan konsep demokratisasi sejarah yang diturunkan dan diadopsi menjadi demokratisasi arsip. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, terdapat kecenderung minimnya pembahasan terkait konteks ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan metode analisis literatur, studi arsip dan penerapan arsip dari berbagai periodisasi. Dengan cara ini diharapkan dapat diperoleh gambaran menyeluruh dan sistematis tentang korelasi demokratisasi sejarah dan demokratisasi arsip dalam kerangka paradigma pascamodernisme. Hasil temuan penelitian mengungkap bahwa ada semangat kolaborasi antara konsep demokratisasi sejarah dan demokratisasi arsip dalam rangka menambah produktivitas penelitian dan penulisan pada era pascamodernisme yang berkembang dalam kerangka lintas keilmuan, termasuk sejarah dan kearsipan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa demokratisasi arsip dapat menjadi upaya dalam memperkaya penulisan sejarah, memori kolektif dan menguatkan identitas bangsa dalam era digital dan pascamodernisme.

Keywords


demokratisasi arsip; kearsipan; penulisan sejarah

Full Text:

PDF


References

Jurnal


Cook, T. (2001). Archival Science and Postmodernism: New Formulations for Old Concepts. Archival science, 1(1), 3-24.


Jimerson, R. C. (2007). Archives for All: Professional Responsibility and Social Justice. The American Archivist, Vol. 70(2), 252-281. doi:DOI: 10.2307/40294571


Lohanda, M. (2010). Mengenal Sumber Sejarah. Jurnal Kearsipan (ANRI) 5 (12): 134.


Nesmith, T. (2002). Postmodernism and The Changing Intellectual Place of Archives. The American Archivist 65 (Spring/Summer): 27.


Sudarsono, B. (2017). Memahami Dokumentasi. Acarya Pustaka I (1 Juni): 47-65.


Buku


Anderson, P. (2008). Asal Usul Posmodernitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Bungin, B. (2001). Metode Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta: P.T. Raja Grafindo Persada.


Herlina, N. (2000). Historiografi Barat. Bandung: Satya Historika.


Kartodirdjo, Sartono. 1980. Arti dan Fungsi Pengetahuan Sejarah dan Peranan Dokumentasi di Dalamnya. Jakarta: ANRI.


Kuntowijoyo. (2002). Selamat Tinggal Mitos, Selamat Datang Realitas. Esai-esai Budaya dan Politik. Bandung: Mizan.


Kusno, A. (2009). Ruang Publik, Identitas dan Memori Kolektif: Jakarta Pasca-Soeharto. Yogyakarta: Ombak.


Nazir, M. (2005). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.


Sudarsono, B. (2017). Memahami Dokumentasi.. Jakarta: Acarya Pustaka.


Suryo, D. (1989). Sejarah Sosial Pedesaan Karesidenan Semarang 1830-1900. Yogyakarta: Pusat Antar Universitas Studi Sosial Universitas Gadjah Mada.


Peraturan Perundang-Undangan


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009. Kearsipan. (23 Oktober 2009). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152. Jakarta.


Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2012. Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. (27 Februari 2012). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 53. Jakarta.


Sumber Internet


ANRI. (2017). Seminar Informasi Arsip Berbahasa Belanda. 17 September. https://anri.go.id/en/publications/news/seminar-informasi-arsip-berbahasa-belanda. 23 Maret 2020 (13:30)


Firdausi, F.A. (2016). Arsip Terjaga Menjaga Indonesia. https://historia.id/politik/articles/arsip-terjaga-menjaga-indonesia-6joQ1. 23 Maret 2020 (14:30).


Putri, R.H. (2016). Megawati Sukarnoputri: Tanpa Arsip Kita Tidak Tahu Siapa Kita. https://historia.id/politik/articles/megawati-sukarnoputri-tanpa-arsip-kita-tidak-tahu-siapa-kita-D8ezQ. 23 Maret 2020 (14:35) 


Sitompul, M. (2016). Membaca Sejarah Bangsa dari Arsip Sukarno. Diambil kembali dari historia.id: https://historia.id/politik/articles/membaca-sejarah-bangsa-dari-ar ip-sukarno-vqr1K, diakses pada 23 Maret 2020.


_____, (2018). Membaca Sejarah Bangsa dari Arsip Sukarno. Diambil dari https://historia.id/politik/articles/membaca-sejarah-bangsa-dari-arsip-sukarno-vqr1K, diakses pada tanggal 23 Maret 2020.


_____, (2019). Arsip-Arsip Yang Tercecer. Diambil dari https://historia.id/search/result?keyword=arsip&current=topic&page=1, diakses pada tanggal 23 Maret 2020.


Seminar


Magetsari, N. (2011). Museum di Era Pascamodern. Seminar Towards Indonesian Postmodern Museums. Depok: Departemen Arkeologi Universitas Indonesia. 10.



DOI: https://doi.org/10.22146/khazanah.56741

Article Metrics

Abstract views : 597 | views : 728

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

web
analytics

View My Stats