Kerja Kuratorial dalam Eksebisi Arsip di Indonesia

https://doi.org/10.22146/khazanah.40430

Lillyana Mulya(1*), Trisna Pradita(2)

(1) Universitas Gadjah Mada
(2) Institut Seni Indonesia Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Mayoritas orang Indonesia saat ini melihat eksebisi sebagai praktik yang lekat dengan bidang seni dan budaya. Praktik ini kemudian diadopsi oleh bidang lain untuk konsep yang sama, yaitu sebagai media komunikasi antara produsen dan konsumen, baik dalam artian komersil maupun tidak komersil. Di era integrasi institusi memori, bidang arsip, sebagaimana juga dengan perpustakaan dan museum, menggunakan eksebisi sebagai strategi komunikasi untuk diseminasi informasi kepada masyarakat. Namun, eksebisi arsip di Indonesia masih terganjal pada pemahaman konsep kuratorial untuk menampilkan arsip dalam konteks. Kerja kuratorial menjadi fokus dalam kajian ini dengan terlebih dahulu mengajukan pertanyaan tentang gambaran eksebisi arsip di Indonesia dan persoalan kuratorial yang muncul dalam eksebisi arsip. Kajian ini memakai metode studi pustaka dan observasi lapangan untuk mendapatkan data mengenai praktik eksebisi arsip di Indonesia. Konten eksebisi kemudian dianalisis untuk kesesuaian objek dengan ide yang disampaikan. Kajian ini menyimpulkan bahwa melalui kerja kuratorial, eksebisi arsip mesti diperankan sebagai penyedia sumber-sumber reliabel sehingga mendapatkan tempat dalam produksi pengetahuan.

Keywords


Kuratorial, eksebisi, arsip, Indonesia

Full Text:

PDF


References

Buku dan Jurnal


Pambudi Adhie Gesit. 2017. Dari Sumber Informasi ke Galeri Pengetahuan, Pendekatan Kearsipan pada Pameran Arsip Statis. Jurnal Khazanah Yogyakarta: Arsip Universitas Gadjah Mada. 10(1).


Alphen, Ernst van. Staging the Archive: Ydessa Handeles & Hanne Darboven in Journal of
Taipei Fine Arts Museum. 28.


Goss, Andrew. 2014. Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan, dari Hindia Belanda sampai
Orde Baru. Depok, Komnitas Bambu.


Kalvatovic, Martin R. 2002. Creating a Winning Online Exhibition, a Guide for Library,
Archives and Museum. American Library Association.


Susanto Mikke. 2004. Menimbang Ruang Menata Rupa.Yogyakarta, Galang Press.


Sweeney, Shelley. 2008. The Ambiguous Origins of the Archival Principle of Provenance in
Libraries & the Cultural Records, University of Texas Press. Vol.43 No.2.


Widyarsono Toto. 2014. Modul Universitas Terbuka: Diseminasi Informasi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Thesis


Gordon, Heather Marie. 1994. Archival Exhibitions Purposes and Principles, Master thesis on The University of British Columbia.


Undang-undang


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Arsip
Nasional Republik Indonesia. Jakarta.


Guide

American Alliance of Museums, Standards of Museums Exhibitions and Indicators for
Excellence. IVAA, Guide Book Festival Arsip IVAA 2017, Kuasa Ingatan, Yogyakarta: Pusat
Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri, 19 September-1 Oktober 2017.


Sumber internet

Galeri Nasional Indonesia: http://galerinasional.or.id/halaman/357-temporer_exhibition.

Bob Mondello, a History of Museum, the Memory of Mankind in Special Series, Museum in the 21st Century. National Public Radio.Inc, 2008. Website: https://www.npr.org/templates/story/story.
php?storyId=97377145.


Andong dan Becak, Sebuah Refleksi Sistem Transportasi di Yogyakarta pada Kompas, 29 Agustus 2016. Berita dapat dilihat di website Kompas : https://sains.kompas.com/read/2016/08/29/1925
0501/andong.dan.becak.sebuah.refleksi.sistem.transportasi.di.yogyakarta.



DOI: https://doi.org/10.22146/khazanah.40430

Article Metrics

Abstract views : 109 | views : 70

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan indexed by:

 

web
analytics View My Stats