Pembelajaran Inovasi Kebijakan Inklusif

https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.39272

Dzunuwanus Ghulam Manar(1*)

(1) Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Diponegoro
(*) Corresponding Author

Abstract


Pemerintah dengan kebijakan yang dimiliki tidak lagi mampu menjadi aktor utama dalam pemberdayaan kaum muda. Peran pemerintah yang dominan tanpa diikuti dengan ketersediaan anggaran yang memadai menjadikan kebijakan kepemudaan yang dilakukan oleh pemerintah banyak menemui hambatan. Pada sisi lain, ketergantungan yang sangat tinggi kepada anggaran pemerintah menjadikan kaum muda tidak banyak memiliki prakarsa dan kemandirian. Masalah ini membutuhkan strategi penyelesaian yang berbeda dengan pendekatan-pendekatan kebijakaan kepemudaan yang selama ini telah dilakukan sehingga dibutuhkan terobosan atau inovasi kebijakan kepemudaan. Kompleksitas masalah, dinamika perubahan zaman serta tuntutan profesionalitas mengharuskan pemerintah melakukan inovasi kebijakan pemberdayaan kaum muda. Kebijakan inklusif dapat dipandang sebagai salah satu strategi inovasi karena kebijakan ini membuka ruang partisipasi dan keterlibatan aktif dari semua pihak di luar pemerintah. Sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil menjadi aktor-aktor penting karena ide, prakarsa dan kemandirian yang mereka miliki dapat memperkaya kebijakan kepemudaan pemerintah. Namun demikian nampak bahwa pemerintah belum memiliki gagasan yang komprehensif mengenai kebijakan kepemudaan yang inklusif. Melalui identifikasi terhadap praktik-praktik terbaik kebijakan pemberdayaan kaum muda yang inklusif dari luar negeri diharapkan dapat mendorong keterbukaan pemerintah untuk berjejaring dan bersinergi dengan stakeholder kebijakan kepemudaan. Langkah ini merupakan bentuk keniscayaan inovasi kebijakan agar pemberdayaan kaum muda dapat berjalan dengan komprehensif, efektif dan efisien. Kebijakan pemerintah yang terbatas dan otoritatif sehingga menimbulkan ketergantungan dalam pemberdayaan perlu direduksi dan direvisi melalui adopsi dan inovasi kebijakan sejalan dengan semangat partisipasi publik.


Keywords


Inovasi; kebijakan; pemberdayaan; kaum muda

Full Text:

PDF


References

Azca, Najib, M. Sutopo, Rahadianto, Oki. Arrobi, Zaki, M. Margono, 2014.           “Pendahuluan” Pp. 1-3 dalam Azca, Widhyharto dan Sutopo. Buku  Panduan Studi Kepemudaan: Teori, Metodologi, dan Isu-isu Kontemporer.  Yogyakarta: Youth Studies Centre UGM.

Balitbang Pemprov Jawa Timur dan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri  Surabaya. 2014. “Pemberdayaan Karang Taruna dalam Mengembangkan Usaha Ekonomi Produktif untuk Meningkatkan Kesempatan Berusaha dan  Lapangan Kerja di Daerah Pedesaan”.

BPS. 2017. “Statistik Pemuda Indonesia”. Diakses pada Maret 2018           (https://www.bps.go.id/)

Bridgman, P. and Davis, G. 2013. The Australian Policy Handbook. Sydney: Allen and Unwin.

Canadian Human Rights Commission. 2006. A Place for All: A Guide to Create an            Inclusive Workplace.

Chuncoro, Wahyu, Eko. 2011. “Pemberdayaan Pemuda Pengangguran melalui Pelatihan Kecakapan Hidup (Life Skills) Ternak Kelinci di Desa Botomulyo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal”. Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.

Dudley, G. and Richardson, J. 2000. Why Does Policy Change? : Lessons  from British Transport Policy, 1945–1999.  New York: Routledge.

Dye, Thomas R. 2013. Understanding Public Policy. New Jersey: Pearson  Education.

Equity and Human Rights Commission. Manchester 2010. An Employer’s Guide to           Creating An Inclusive Workplace.

Ferretti, Marco. Parmentola, Adele. 2015. The Creation of Local Innovations Systems in Emerging Countries: The Role of Governments, Firms, and Universities. New York:  SpringerBriefs in Regional Science.

 

Grindle, M.S.  2007. Going Local: Decentralization, Democratization, and the  Promise of Good Governance. Oxford: Princeton University Press.

Heywood, Andrew. 2013. Politics. Hampsire: Palgrave Macmillan.

Howlett, M., and M. Ramesh. 1995. Studying Public Policy: Policy Cycles and Policy Sub Systems. Toronto: Oxford University Press.

Hunmin, Kim. 2006. “Approaches and Means of Innovations in Korean Local        Government”. The Innovation Journal: The Public Sector Innovation Journal Volume 11 (2).

ILO. 2014. “10 Tahun Menangani Lapangan Kerja bagi Kaum Muda di Indonesia”.

ILO. 2015. “Inklusi Penyandang Disabilitas Muda: Kasus Bisnis”.

Indrajit, Eko, Richardus. 2006. E-Government in Action: Ragam Kasus Implementasi Sukses di Berbagai Belahan Dunia. Yogyakarta: Andi Publisher.

Jaser, Abu, Mayyada. Kwauk, Christina. Robinso, Jenny, Perlman. 2015.  “Engaging the Privat Sector for Greater Youth Employability in Jordan”. Center for Universal Education at Brookings.

Kamarck, Elaine. 2003. Government Innovation Around the World, Ash Institute of Democratic Government and Innovation. Washington DC: Brookings  Institution Press.

Kasali, Rhenald. 2015. Change Leadership Non-Finito: Masa Depan Ada di Tangan Pemimpin yang Mampu Mengubah Constraint menjadi Kesempatan. Jakarta : Penerbit Mizan.

KEMENPORA. 2017. “Rencana Kerja Kementerian/Lembaga”.

Mark Considine, Jenny M. Lewis, Damon Alexander. 2009. Networks, Innovation and Public Policy: Politicians, Bureaucrats and the Pathways to Change Inside Government. Hampsire: Palgrave Macmillan.

Martell, Christine and Deleon, Peter. 2006. “The Policy Sciences: Past, Present, and          Future” Pp. 31-44 dalam Peters and Pierre. Handbook of Public Policy. London: Sage Publications.

Martinez, Laia. 2012. “Theoretical Considerations about Innovations in the Public Sector”, Sunrise Conference, Roskilde University.

Negara, Siwage, Dharma. 2013. “Membangun Perekonomian Indonesia yang Inklusif dan Berkemajuan”. Jurnal Masyarakat Indonesia Vol. 39 No. 1.

Poerwanti, Sari, Dewi. 2017. “Pengelolaan Tenaga Kerja Difable untuk Mewujudkan Work Place Inclusion”. INKLUSI Journal of Disability Studies. Vol. 4 No. 1.

Pramusinto, Agus. “Inovasi-inovasi Pelayanan Publik untuk PengembanganEkonomi Lokal “Pengalaman Beberapa Daerah”. Makalah pada Semiloknas “Perda dalam Pencapaian Tujuan Otonomi Daerah: Peningkatan Akses dan Partisipasi Publik dalam Menelaah Perda untuk Menjamin Transparansi dan Akuntabilitas Pengimplementasian Perda, Jakarta 26-27 Juli 2006.  

Victoria State of Govenrment. 2016. Inclusive Organization.

Warsilah, Henny. 2015. “Pembangunan Inklusif Sebagai Upaya Mereduksi Eksklusi Sosial Perkotaan: Kasus Kelompok Marjinal Di Kampung Semanggi, Solo, Jawa Tengah”. Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 17 No. 2.

World Bank. 2013. “Inclusion Matters: The Foundation for Shared Prosperity”.

 



DOI: https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.39272

Article Metrics

Abstract views : 1171 | views : 1395

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Studi Pemuda

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 


  Jurnal Studi Pemuda (Print ISSN 2252-9020; Online ISSN 2527-3639)  is published by the Youth Studies Centre in collaboration with Faculty of Social and Political Science, Universitas Gadjah Mada.  

 

View My Stats