Jejak Seni Pertunjukan dalam Hikayat Banjar: Silang Budaya Jawa dan Banjarmasin

https://doi.org/10.22146/jksks.71475

Naufal Anggito Yudhistira(1*)

(1) Universitas Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstract

Hikayat Banjar contains traces of ancient arts around Banjar kingdom. In this work, the poet states that the customs in Banjar have their roots in Majapahit in many times. The artistic traces of this text also show a connection with Javano-Balinese art. The aims of this research to reveal the past art forms that contained in Hikayat Banjar and see their relationship with Javanese art. The approach of this research is culture as text. In Hikayat Banjar there are various types of traditional music, dance, and traditional drama. These art forms show a similar pattern with Javanese and Balinese art, especially from the palace. These performing art in Hikayat Banjar show the relationship between Banjarese and Javanese arts. From a musical point of view, gamelan in Hikayat Banjar is closely related to the karawitan tradition in Javanese courts. The dance in Hikayat Banjar shows similarities to the wireng genre in Java. The form of theatre in the Hikayat Banjar separated in two kinds, the drama that played by humans and puppets. This traditional theatre form has a close relationship with Javanese and Balinese arts in the past. Despite having the same artistic roots as Java and Bali, the arts in Banjar developed in the different situations and conditions. The relationship between Javanese and Banjar arts also related to the migration from Java to Banjarmasin in the 17th century.

Keywords: Hikayat Banjar, performing art, karawitan, dance, traditional theatre.

Abstrak

Hikayat Banjar memuat jejak kesenian kuno Banjar dan sekitarnya. Dalam karya ini, penyair berkali-kali menyatakan bahwa adat di Banjar berakar dari Majapahit. Jejak kesenian dari teks ini juga menunjukkan adanya kaitan dengan kesenian Jawa dan Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk kesenian masa lalu yang tertuang dalam Hikayat Banjar dan melihat kaitannya dengan kesenian Jawa. Penelitian ini berpegang pada pendekatan bahwa kebudayaan adalah teks. Dalam Hikayat Banjar terdapat berbagai jenis karawitan, tari, dan drama tradisi. Bentuk-bentuk kesenian itu menunjukkan adanya kesamaan pola dengan kesenian Jawa dan Bali, khususnya dari lingkungan istana. Jejak-jejak itu menunjukkan hubungan antara kesenian Banjar dengan Jawa. Dari segi seni musik, gamelan di Hikayat Banjar terkait erat dengan tradisi karawitan di istana-istana Jawa. Seni tari dalam Hikayat Banjar menunjukkan kemiripan dengan genre tari wireng di Jawa. Bentuk teater dalam teks Hikayat Banjar ada yang dimainkan oleh manusia dan ada yang menggunakan wayang. Bentuk teater tradisi itu memiliki kedekatan dengan kesenian Jawa dan Bali pada masa lampau. Walaupun memiliki kesamaan akar kesenian dengan Jawa dan Bali, kesenian di Banjar berkembang mengikuti situasi dan kondisi yang berbeda. Pertalian kesenian Jawa dan Banjar terkait dengan adanya perpindahan penduduk dari Jawa ke Banjarmasin pada abad ke-17.

Kata Kunci: Hikayat Banjar, seni pertunjukan, karawitan, tari, drama tradisional.

Keywords


Hikayat Banjar, performing art, karawitan, dance, traditional theatre



References

Baried, Siti Baroroh, dkk. Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 1994.

Becker, Judith, et al. Karawitan: Source Readings in Javanese Gamelan and Vocal Musik Vol 2. Michigan: The University of Michigan, 1987

Hoffman, Katherine E. “Culture as Text: Hazard and Possibilities of

Geertz’s Literary/Literacy Metaphor”. The Journal of North African Studies 14, no 3/4 (2009): 417-430.

Kunst, J. Music in Java: Its History, Its Theory, and Its Technique. The Hague: Martinus Nijhoff, 1949.

Kusumadilaga. Serat Sastramiruda. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1981.

Maman, Mukhlis. Wayang Gung Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Pustaka Banua, 2012.

Noegraha, Nindya, et al. Serat Panji Jayakusuma. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2009.

Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. Sejarah Daerah Kalimantan Selatan. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, 1977

Prasistiya, Sekar Diah. Suntingan Teks Serat Weddhataya: Piwulang Joged utawi Piwulang Mendhet Raosipun Beksa Wireng Kuna. Jakarta: Perpusnas Press, 2020

Ras, J. J. Hikajat Bandjar: A Study in Malay Historiography. The Hague: Martinus Nijhoff, 1968.

Rosyadi, dkk. Hikayat Banjar dan Kotaringin. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1993.

Sahriansyah. Sejarah Kesultanan dan Budaya Banjar. Banjarmasin: IAIN Banjarmasin Press, 2015.

Santosa, Hendra. “Melacak Jejak Instrumen Genderang Perang dalam Kesusastraan Berbahasa Jawa Kuna Awal”. Seminar Nasional Sejarah Lokal Munas II PPSI, (November 2016).

--------- “Critical Analysis on Historiography of Gamelan Bebonangan in Bali”. Historical Studies Journal 30, no 1, (2020): 98-107.

Sari, Putri Yunita Permata Kumala. “Etnokoreologi Tari Topeng Banjar pada Upacara Manuping Desa Banyiur Luar Banjarmasin”. Pelataran Seni 4, no 2, (2019): 1-14.

Setiawan, Sigit. “Wayang dan Gamelan Banjar Kalimantan Selatan”. Kĕtĕg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran, dan Kajian Tentang Bunyi 19, no 01, (2019): 39-46.

Serat Centhini (Suluk Tambangraras) jilid dua. Dialihaksarakan oleh Yayasan Centhini.

Vickers, Adrian. “Reconstructing The History of Panji Performances in South East Asia”. Wacana 21, no 2, (2020): 268-284.

Zoetmulder, P. J. Kamus Jawa Kuna Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1994.



DOI: https://doi.org/10.22146/jksks.71475

Article Metrics

Abstract views : 284 | views : 134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Kajian Seni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This journal is published by Performing Arts and Visual Arts Studies, Graduate School, Universitas Gadjah Mada.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

web
statistics View My Stats