Pembentukan Hiasan Kepala Busana Pengantin Sebagai Proses Pembelajaran Dalam Menciptakan Modifikasi

https://doi.org/10.22146/jksks.55046

Hariana Hariana(1*)

(1) Universitas Negeri Gorontalo
(*) Corresponding Author

Abstract


The bridal costume, seen from the structure and fashion accessories, has aesthetic
value and symbolic value. The bridal costume consists of headdresses, clothes, skirts,
and accessories. This study examines the object of the bride’s clothing on the head.
The phenomenon of modifying a wedding dress headdress needs attention, so that its
cultural value is maintained. Qualitative research methods with an aesthetic approach. The research objective was to find the concept of the formation of a bride dress headdress and to find the value of the function of a modified bridal headdress. It is hoped that the modified form of the bride’s headdress will not leave behind the typical Gorontalo bridal dress. The results showed that the modification of the headdress of The bridal costume was born because the roles of tools, materials, and the formation process were more varied. Modification has a value of personal function, social function, and physical function. 

Busana pengantin perempuan Gorontalo memiliki ciri estetik dan makna simbolik. Struktur busana terdiri dari busana bagian atas (hiasan kepala), busana bagian tengah (baju dan aksesorisnya), dan busana bagian bawah (rok dan ornamen hiasnya). Penilitian ini fokus membahas busana bagian atas, yaitu hiasan kepala/sunthi. Fenomena modifikasi hiasan kepala busana pengantin Gorontalo perlu mendapatkan perhatian, agar nilai-nilai tradisionalnya tetap terjaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan teknologi dan estetika untuk menemukan ide penciptaan. Tujuan penelitian untuk menemukan konsep pembentukan hiasan kepala busana pengantin sebagai media pembelajaran dalam membuat kreasi busana tradisional. Konsep tersebut diharapkan dapat menemukan cara pembentukan hiasan bagian kepala yang melahirkan estetika baru, tanpa  meninggalkan ciri khas busana adatnya. Hasil penelitian ditemukan bahwa lahirnya bentuk modifikasi pada hiasan kepala busana pengantin karena adanya peranan aspek tecnoware. Perkembangan tecnoware yang dimaksud meliputi alat, bahan, dan proses, sedangkan nilai fungsi yang mempengaruhi modifikasi dibedakan menjadi fungsi personal, fungsi sosial, dan fungsi fisik.




References

Aryanto, H. (2008). Makna Tanda Pada Fesyen Pengantin Jawa Bergaya Modern. Nirmana, 10(1), 26–31. Feldman, E. B. (1967). Art as Image and Idea. Prentice-Hall. Hariana. (2019). Pengaruh Aspek Sosial Terhadap Perkembangan Busana Pengantin Perempuan Masyarakat Gorontalo. November, 344–351. Hariana. (2017). Proses Penciptaan Atribut Busana Pengantin Dengan Teknik Tatah. Seminar Nasional Seni Dan Desain: “Membangun Tradisi Inovasi Melalui Riset Berbasis Praktik Seni Dan Desain,” 366–371. Hariana, Simatupang, L. L., Haryono, T., & Gustami, S. (2016). Modifikasi Busana Bili’u dan Paluwala Sebagai Pakaian Perkawinan Masyarakat Gorontalo: Aspek Sosiologi dan Teknologis. Seminar Nasional Dalam Rangka Konvensi Nasional VIII APTEKINDO Dan Temu Karya XIX FT/FPTK Se-Indonesia Medan, 3 - 6 Agustus 2016. Meyrasyawati, D. (2013). Fesyen dan Identitas: Simbolisasi Budaya dan Agama Dalam Busana Pengantin Jawa Muslim Di Surabaya. Jurnal Makara Seri Sosial Humaniora, 17(2), 99–108. Morris, D. (2002). People Watching: The Desmond Morris Guide to Body Language. Vintage. Papanek, V. (1985). Design For The Real World: Human Ecology and Social Change. Thames and Hudson. Sachari, A. (2005). Pengantar Metodologi Penelitian Budaya Rupa - Desain, Arsitektur, Seni Rupa dan Kriya. Erlangga. Wagiran. (2007). Inovasi Pembelajaran Dalam Penyiapan Tenaga Kerja Masa Depan. Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 16(1), 41–55. Weiner, M. (1977). Modernisasi Dinamika Pertumbuhan. Gadjah Mada University Press. Widarwati, S., Budiastuti, E., & Karomah, P. (2014). Implementasi Alat Evaluasi Menggambar Busana di SMKK Swasta Kelompok Parawisata Kabupaten Sleman. Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 22(2), 208–214. Wijaya, Y. S., Subiyantoro, S., & Hartono, L. (2019). Kajian Nilai Pendidikan Karakter Dalam Simbolisme Visual Topeng Panji & Relevansinya Pada Pembelajaran Apresiasi Seni Rupa Di Sma. Jurnal Kajian Seni, 5(1), 45–64. https://doi.org/10.22146/jksks.41883 Wulandari, Y. N., Marwiyah, & Setyowati, E. (2012). Peranan Juru Rias pengantin Terhadap Pelestarian Tata Rias dan Busana Pengantin Adat Solo. Journal of Beauty and Beauty Health Education, 1(1), 10–14.



DOI: https://doi.org/10.22146/jksks.55046

Article Metrics

Abstract views : 1774 | views : 2059

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Kajian Seni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This journal is published by Performing Arts and Visual Arts Studies, Graduate School, Universitas Gadjah Mada.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

web
statistics View My Stats