KREATIVITAS DAN SPIRITUALITAS DALAM PERTUNJUKAN GORO-GORO DIPONEGORO KARYA MANTRADISI

https://doi.org/10.22146/jksks.43117

Ribeth Nurvijayanto(1*)

(1) Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
(*) Corresponding Author

Abstract


 

 

INTISARI

 

Macapat secara umum didefinisikan sebagai karya sastra Jawa Baru yang ditulis menggunakan bahasa Jawa dan memiliki aturan persajakan yang baku. Berdasarkan catatan sejarah,  tercipta dari unsur budaya Islam, Hindu, dan kepercayaan Jawa (kejawen), secara implisit mengandung nilai spiritualitas dari beberapa unsur budaya religi tersebut karya sastra ini cukup populer bagi masyarakat Jawa berfungsi untuk berbagai kepentingan mulai praktik artistik, keagamaan, sosial, pendidikan, dan sebagainya.

Seiring berjalannya waktu, tembang macapat dihadirkan dalam bentuk sajian budaya musik populer. Kelompok musik Mantradisi menghadirkan bentuk kreativitas penyajian tembang macapat menggunakan media musik populer dan teknologi audio-visual effect. Kehadiran Mantradisi menghadirkan bentuk baru dalam penyajian macapat, dari musik tradisional menjadi musik populer. Transformasi bentuk musikal tersebut memberikan perubahan dalam penilaian estetika dan spiritualitas.

Perubahan bentuk wahana dari macapat menjadi pertunjukan Goro-goro Diponegoro menghadirkan perubahan bentuk musikal yaitu  komposisi, tangga nada,  dan non-musikal seperti performativitas dan estetika. Pertunjukan Goro-goro Diponegoro juga menghadirkan bentuk praktik spiritualitas bagi para pemainnya. Keterkaitan antara macapat dan pertunjukan Goro-goro Diponegoro sebagai media praktik spiritual memberikan kesimpulan bahwa sifat sakral dan profan dalam pertunjukan Goro-goro Diponegoro telah melebur menjadi spiritualitas.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mewacanakan berbagai perspektif keilmuan. Analisis tekstual penelitian ini menggunakan wacana kreativitas, estetika, alih wahana, performativitas sedangkan Analisis kontekstual spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kreativitas yang terdapat pada pertunjukan Goro-goro Diponegoro dan mencari relasi antara seni dengan agama.

 

Kata kunci : Macapat, Mantradisi,Kreativitas, dan Spiritualitas

 

 

 

 


Keywords


Macapat, Mantradisi,Kreativitas, dan Spiritualitas



References

Amir, Yulmaida, Diah Rini Lesmawati, “Religiusitas dan Spiritualitas: Konsep yang Sama atau Berbeda” dalam Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi: Kajian Empiris & Non Empiris, vol.2, No. 2, 2016, hal. 67-73. Jakarta: Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Barker, Chris. 2015. Cultural Studies Theory and Practice, terj. Nurhadi, Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Butler, Diana. “Religiosity in Art from the view of Western dance and traditional dance of Java, Bali, and Makassar” dalam makalah seminar internasional Seni dan Spiritualitas / Art and Spirituality, Festival Kesenian Indonesia ke 9 diseminarkan di gedung Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang Indonesia 2016.

Damianus WT, Kosmas. 2005. “Form dalam Estetika”, dalam Bunga Rampai Teks-teks Kunci Filsafat Seni, Mudji Sutrisno (ed). Yogyakarta: Galang Press.

Damono, Sapardi Djoko. 2012. Alih Wahana. Bandung: Editum.

Hardjana, Suka. 2018. Estetika Musik Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Art Music Today.

Lubart, Tood I. 2009. “Creativity Across Cultures”, dalam Handbook of Creativity, Robert J. Sternberg (ed). New York: Cambridge University Press.

______________. 2001. “Kreativitas Lintas Budaya”. terj. I Made Bandem dalam Metodologi Penciptaan Seni: Kumpulan Bahan Mata Kuliah Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Marinis, Marco De. 1993. The Semiotic of Performance, terjemahan Aine O’Healy. United States of America: Indiana University Press.

Martono, Hendro. 2010. Mengenal Tata Cahaya Seni Pertunjukan. Yogyakarta: Cipta Media.

Meyer, Birgit. “Media and The Senses in The Making of Religious Experience: An Introduction” dalam Material Religion, Vol 4, Issue 2, Birgit Meyer (ed). hal 132. Amsterdam: Vrije Universiteit.

Nugroho, Akhmad. “Tembang Macapat dalam Komunitas Sastra Jawa”, dalam Semiotika, 18 (2). 2017. hal. 84. Jember: Universitas Jember.

Paramadita, Leo. 2005. “Form dalam Teori Estetika Menurut Benedetto Croce”, dalam Bunga Rampai Teks-teks Kunci Filsafat Seni, Mudji Sutrisno (ed). Yogyakarta: Galang Press, 2005.

Santoso, Puji. “Fungsi Sosial Kemasyarakatan Tembang Macapat” dalam Widyaparwa, volume 44, nomor 2. 2016. hal. 88. Yogyakarta: Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta.

Schechner, Richard. 2002. Performance Studies An Introduction. New York: Routledge.

Simatupang, Lono. 2013. Pergelaran Sebuah Mozaik Penelitian Seni Budaya. Yogyakarta: Jalasutra.

__________________. 2010. “Seni dan Estetika Perspektif Antropologi” dalam Dharsono (Sony kartika) (ed). Prosiding Seminar Nasional Estetika Nusantara. Surakarta: ISI Press untuk Program Pascasarjana ISI Surakarta.

Sugiharto, Bambang. 2013. “Seni dan Dunia Manusia”, dalam bunga rampai Untuk Apa Seni. Bambang Sugiharto (ed). Bandung: Matahari.

Sunardi. 2013. Nuksma dan Mungguh Konsep Dasar Estetika Pertunjukan Wayang. Surakarta: ISI Press Surakarta.

Y Al-barry, M. Dahlan dan L Lya Sofyan Yacub. 2003. Kamus Induk Istilah Ilmiah Seri Intelektual. Surabaya: Target Press.

WEBTOGRAFI

Yuka, Dian Narendra dalam jurnalruang.com yang dipublikasikan tanggal 22 Juni 2017 berjudul “Glokal Metal: Dari Black Metal Menuju Jawa yang Baru”. https://jurnalruang.com/read/1498125038-glokal-metal-dari-black-metal-menuju-jawa-yang-baru. Diakses pada tanggal 12 Maret 2018.

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Artistik. Diakses pada tanggal 20 Januari 2019 pukul 18.47 WIB

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Diksi. Diakses pada tanggal 22 Januari 2019 pukul 21.19 WIB.

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/gestur.html diakses pada tanggal 14 November 2018, pukul 12.41 WIB.

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ide.html diakses pada tanggal 26 November 2018.

https://kbbi.web.id/implisit.html diakses pada tanggal 23 Desember 2018, pukul 20.00 WIB.

https://kbbi.web.id/impresi.html diakses pada tanggal 18 Oktober 2018 pukul 12.15 WIB.

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Performatif. Diakses pada tanggal 21 Januari 2019 pukul 12.20 WIB.

https://kbbi.web.id/sintesis.html diakses pada tanggal 27 Oktober 2018 pukul 19.08 WIB.

https://kbbi.web.id/spiritual.html diakses pada tanggal 18 Oktober 2018

https://kbbi.web.id/transmisi.html diakses pada tanggal 18 Oktober 2018 pukul 15.34 WIB.

NARASUMBER

Paksi Raras Alit (34 tahun). Pimpinan Kelompok Mantradisi, seniman musik, sastrawan Jawa. Kemetiran Kidul Mergangsan Yogyakarta



DOI: https://doi.org/10.22146/jksks.43117

Article Metrics

Abstract views : 380 | views : 323

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Kajian Seni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

web
statistics View My Stats