HANTU TOPENG KELONO, HANTU BURUNG KASUARI, DAN HANTU NGUNG NGUNG NGUNG CAKCAKCAK:TIGA HANTU TARI YANG BERGENTAYANGAN DALAM SEJARAH KEBUDAYAAN NASIONAL

https://doi.org/10.22146/jksks.23335

Brigitta Isabella(1*)

(1) Kunci Cultural Studies Center
(*) Corresponding Author

Abstract


Tulisan ini membahas tiga hantu tari dalam sejarah kebudayaan nasional Indonesia. Mereka adalah hantu Topeng Kelono dari dramatari Kelono karya (1916) Raden Mas Jodjana (1893-1972), hantu Burung Kasuari dari Tari Merak (1964) gubahan Irawati Durban Ardjo (1943 - ) dan hantu ngung ngung ngung cakcakcak dari koreografi Cak Tarian Rina (1972) karya Sardono Waluyo Kusumo (1945 - ). Tiga tari ini dibaca sebagai hantu-hantu yang bergentayangan karena karakternya yang hibdrid dianggap menganggu keutuhan wacana identitas nasional. Dengan melacak jejak hantu-hantu tari ini, akan disinggung relasi antara tradisi dan modernitas dalam kaitannya dengan struktur produksi pengetahuan estetik yang diciptakan oleh jalinan wacana orientalisme, wacana identitas nasional Negara pascakolonial dan wacana ideologi pembangunan.

 

 





DOI: https://doi.org/10.22146/jksks.23335

Article Metrics

Abstract views : 854 | views : 1623

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Kajian Seni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

web
statistics View My Stats