RASIONALITAS KETUBUHAN TUNANETRA DALAM MENCIPTAKAN ESTETIKA RUMAH TINGGALNYA

https://doi.org/10.22146/jksks.12139

Mahdi Nur Cahyo(1*),

(1) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Tulisan ini merupakan studi untuk menyelidiki bagaimana diri tunanetra memahami sekaligus memaknai estetika rumah tinggalnya. Kondisi keterbatasan indra tidak membuat mereka lemah, tetapi justru menjadi kelebihan dalam diri mereka yang sangat berguna dalam menjalani aktivitas di dalam rumah. Melalui ‘dialog’ antara tubuh, indera dan ruang, mereka mampu menciptakan ‘rasa merumah’ sebagai bagian dari proses menciptakan estetika ruang yang mereka huni. Melalui pengalaman subtil masing-masing diri tunanetra berdasarkan cara mereka ‘meng-ada’ dalam dunia kehidupan (Lebenswelt), dapat memperoleh pencapaian pemaknaan estetika rumah tinggalnya. Semua setting elemen diolah dengan sensibilitas terhadap detail penataan ruang dan furnitur (skala, bentuk/jenis/sifat material, jarak peletakan) sehingga turut menciptakan keteraturan (order) yang akan memudahkan mereka bermanuver di dalam rumah. Dengan demikian pembentukan keteraturan (order) menjadi bagian dari proses pencapaian estetika itu sendiri.


Keywords


tunanetra; rasionalitas; order; estetika non-visual; multisensory design



References

Hagman, George and Press, Carol M., 2010, Between Aesthetics, the Coconstruction of Empathy, and the Clinical, Psychoanalytic Inquiry, 30:1–15

Leach, Neil, 1997, Rethinking Architecture, New York & London: Routledge.

Marianto, M. Dwi, 2011, Menempa Quanta Mengurai Seni, Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

McNeely, Deldon, 1987, Touching: Body Theraphy and Depth Psychology, Toronto: Inner City Books.

Rapoport, Amos, 1982, The Meaning of the Built Environment, The University of Arizona Press.

PERTUNI (Persatuan Tunanetra Indonesia), 2013, http//:pertuni.idp-europe.org/

Simatupang, Lono, 2013, Pergelaran: Sebuah Mozaik Penelitian Seni-Budaya, Yogyakarta: Jalasutra.

Wawancara Mahdi Nurcahyo dengan dr. Kurnia Rosyida, SP, M, di Klinik Mata Sehati Yogyakarta, 3 Oktober 2015.



DOI: https://doi.org/10.22146/jksks.12139

Article Metrics

Abstract views : 127 | views : 106

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Kajian Seni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

web
statistics View My Stats