PADA SUATU DRAMA: STUDI SENI PAGELARAN DALAM WACANA PERGERAKAN

https://doi.org/10.22146/art.11640

Rio Heykhal Belvage(1*)

(1) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


A stage performance is not only a play, it has also become a medium to state something
else. It is possible that through the performance presented, the dynamics of life could be
an inspiration for the creator to produce certain stories; constructing new reality. Every
single scene seems unrelated at fi rst, but then combined to a story containing values.
It can be social critique, politic strategy, entertainment, or money machine. Regarding
the context, this article is meant to be a critical refl ection to a particular play in Taman
Budaya Yogyakarta (TBY). Here the writer is willing to share about spectator’s world
and a play performance carrying women movement issue; a stage imagined to be a
refl ection of daily life, yet live so close to appreciations and full of paradoxes.

Keywords


Art; stage; woman; spectators; movement



References

Ajidarma, Seno Gumira. Jakarta

yang Sebenarnya? dalam Kentut

Kosmopolitan. Depok: Koekoesan,

Althusser, Louis. Surat tentang Seni

sebagai Jawaban untuk Andre Daspre,

dalam Tentang Ideologi: MarxismeStrukturalis, Psikoanalisis, Cultural

Studies. Yogyakarta & Bandung:

Jalasutra, 2008.

Belvage, Rio H. Seni, Jalanan, dan Sketsa

Awal Wajah Sosial, diterbitkan dalam

kolom kritik Lembar Kebudayaan

Indoprogress (LKIP) edisi ke-3, tahun

Bodden, Michael H. Resisntance on the

National Stage: Theater and Politics in

Late New Order Indonesia. Center for

International Studies: Ohio University,

Camus, Albert, dkk. Seni, Politik,

Pemberontakan. Yogyakarta: Bentang.

Harsutejo. Kamus Kejahatan ORBA:

Cinta Tanah Air dan Bangsa. Jakarta:

Komunitas Bambu, 2010.

Lyotard, Jean-Francois. Kondisi

Postmodern: Suatu Laporan mengenai

Pengetahuan. Surabaya: Selasar

Surabaya Publishing, 2009.

Mohamad, Goenawan. Debu, Duka, dsb:

Sebuah Pertimbangan Anti-Theodise.

Jakarta: Tempo dan PT. Grafi ti, 2011.

Pramayoza, Dede. “Strategi Membaca

‘Pergelaran’, Seorang Antropolog, dan

Sebuah Mozaik Penelitian”, pengantar

Pergelaran: Sebuah Mozaik Penelitian

Seni-Budaya.. Yogyakarta: Jalasutra,

Sen, Amartya. Kekerasan dan Ilusi tentang

Identias. Jakarta: Marjin kiri, 2008.

Siegel, James, T. Penjahat Gaya

(Orde) Baru: Eksplorasi Politik dan

Kriminalitas. Yogyakara: LkiS, 2000.

Simatupang, Lono. Pergelaran: Sebuah

Mozaik Penelitian Seni-Budaya.

Yogyakarta: Jalasutra, 2013.

Takwin, Bagus. Membaca Althusser dari

Beberapa Sisi: Sebuah Pengantar

kepada Esai-esai Ideologi Althusser,

dalam Tentang Ideologi: Marxisme

Strukturalis, Psikoanalisis, Cultural

Studies. Yogyakarta & Bandung:

Jalasutra, 2008.

Wijaya, Putu. Sang Teroris Mental.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,

Referensi Film

Film Dokumenter “Kado untuk Ibu”

(Kisah Tentang Kesaksian Gerwani)

Film Dokumenter “Luweng Gubug” (Kisah

Penelusuran Jejak Pembantaian

PKI)

Film Dokumener “The Act of Killing”

(Kisah Simulasi Pembantaian PKI)



DOI: https://doi.org/10.22146/art.11640

Article Metrics

Abstract views : 505 | views : 571

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Kajian Seni



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

web
statistics View My Stats