Hubungan Metode Persalinan dengan Penggunaan IUD Pascasalin di RSUD Panembahan Senopati Bantul

https://doi.org/10.22146/jkr.64361

Eis Damayanti(1*), Irwan Taufiqurrachman(2), Eugenius Phyowai Ganap(3)

(1) Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK,UGM
(2) Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM
(3) Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK,UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Periode pascasalin merupakan masa yang penting untuk memulai kontrasepsi, namun masih kurang dimanfaatkan, utamanya untuk penggunaan IUD pascasalin. Hal ini ditunjukkan oleh penggunaan IUD pascasalin hanya 14,06% dari keseluruhan metode kontrasepsi pascasalin. Angka seksio sesarea meningkat signifikan akhir-akhir ini, mencapai 29,6% di Indonesia. Peningkatan angka seksio caesarea (SC) tidak diikuti peningkatan penggunaan IUD pascasalin. Padahal peluang penggunaan IUD pascasalin pada persalinan abdominal/seksio sesarea lebih besar.

 

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara metode persalinan dengan penggunaan IUD Pascasalin di RSUD Panembahan Senopati.

 

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional atau potong lintang, sampel penelitian diambil dari pasien yang melahirkan di RSUD Panembahan Senopati, data dikumpulkan dengan metode wawancara. Uji Chi square dan prevalence ratio dipakai untuk analisis statistika.

 

Hasil dan Pembahasan: Penelitian ini melibatkan 260 subyek, 161 (61,92%) persalinan vaginal dan 99 (38,08) SC. Total pengguna IUD pascasalin sebanyak 128 (49,23%). Persalinan SC memiliki hubungan bermakna dengan penggunaan IUD pascasalin (p 0,000; PR 1,49; CI 1,19-1,89).  Faktor lain yang mempengaruhi penggunaan IUD pascasalin secara bemakna adalah riwayat penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sebelumnya (p 0,002; PR 1,68; CI 1,38-2,06), adanya asuransi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) (p 0,038; PR 1,71; CI 1,04-2,80), dan konseling (p 0,000; PR 2,84; CI 1,85-4,35). Alasan terbanyak subyek menolak penggunaan IUD pascasalin adalah takut efek samping (35%).

 

Kesimpulan: Penggunaan IUD pascasalin lebih tinggi secara bermakna pada seksio sesarea dibandingkan persalinan vaginal. Faktor lain yang mempengaruhi penggunaan IUD pascasalin secara bermakna adalah riwayat penggunaan MKJP, adanya asuransi JKN dan konseling.

 

Kata Kunci: IUD pascasalin; metode persalinan; angka pemasangan; persalinan vaginal, SC

 

 


Keywords


Postpartum IUD; mode of delivery; rate; vaginal delivery; caesarean section; IUD insertion

Full Text:

PDF


References

  1. Kementrian Kesehatan RI. Kesehatan Reproduksi. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan.Vol 2. Jakarta. 2013.
  2. Kementrian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016. Jakarta. 2016.
  3. Sedgh, G., Singh, S., Hussain, R. Intended and Unintended Pregnancies Worldwide in 2012 and Recent Trends.Studies in Family Planning. 45[3]: 301–314. 2014.
  4. BKKBN. Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) BKKBN. Jakarta. 2016.
  5. Mujiati, I. Pelayanan KB Pasca Persalinan dalam Upaya Mendukung Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. 2:11-16. 2013.
  6. Cowman, W., Hardy-Fairbanks, A., Endres, J., and Stockdale C.K. 2013.A select issue in the postpartum period: contraception. Proc Obstet Gynecol. 3(2):15 Festin, Mario R. et al.  The SEA-ORCHID Study group. Caesarean Section  in  four  South  East  Asian  countries:  reasons  for,  rates, associated  care  practices and health outcomes. BMC Preganancy and Childbirth. 2009.
  7. The acquire project end of project report to USAID. Submitted to Office of Population and Reproductive Health Bureau for Global Health United States Agency for International Development Washington, D.C. 2008.
  8. Oduyebo T, Zapata LB, Boutot ME, et al. Factors associated with postpartum use of longacting reversible contraception. Am J Obstet Gynecol 2019;XX:XX. 0002-9378/$36.00 Published by Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/j.ajog.2019.03.005
  9. Mahendra, I.G. A.A. Peran Pengambil Keputusan dalam Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Indonesia (Analisis Data Performance Monitoring and Accountability 2020). Tesis. Universitas Gadjah Mada. 2017
  10. Arrowsmith ME, Aicken CRH, Saxena S, MajeedA. Strategies for improving the acceptability and acceptance of the copper intrauterine device (Review). Cochrane Data base of Systematic Reviews 2012, Issue 3. Art. No: CD008896. DOI: 10.1002/14651858.CD008896. pub2



DOI: https://doi.org/10.22146/jkr.64361

Article Metrics

Abstract views : 503 | views : 284

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 The Author(s)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kesehatan Reproduksi Indexed by:

 



SEKRETARIAT JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI
Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM/RS Dr. Sardjito
Jl. Kesehatan No. 1, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Tlp: (0274) 511329 / Faks: (0274) 544003
Email: jurnal.kesehatanreproduksi@ugm.ac.id
Cp: Dwi Astuti +6281802698043