RASIO ESTRIOL/ ESTRADIOL TINGGI SEBAGAI PREDIKTOR KEBERHASILAN INDUKSI PERSALINAN PADA KEHAMILAN LEWAT WAKTU

https://doi.org/10.22146/jkr.12642

Muhammad Nur Adintyo Rahman(1*), Shinta Prawitasari(2), Heru Pradjatmo(3)

(1) Gadjah Mada University
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


RASIO ESTRIOL/ ESTRADIOL TINGGI SEBAGAI PREDIKTOR
KEBERHASILAN INDUKSI PERSALINAN PADA KEHAMILAN
LEWAT WAKTU

Muhammad Nur Adintyo Rahman1, Shinta Prawitasari2, Heru Pradjatmo3

ABSTRACT

Background: Induction of labor is a common procedure performed at 15-20 % of pregnancies. The most
common indication was prolonged pregnancy (70 %). The past decade labor induction rate was increased
2-fold as well as the risk of cesarean section. Difficulties to predict the success of induction made predictors
of success of induction widely studied. Predictors can be physical or chemical markers. One of the chemical
marker is the ratio of estriol to estradiol levels.
Objective: To determine the value of the ratio of estriol/ estradiol to predict success of induction of labor
in prolonged pregnancy.
Method: The design of study are Prospective Cohort. Study two hospitals (Wonosobo District Hospital
and Banjarnegara District Hospital) used in this study from September 10, 2013 until December 31,
2013. Blood sampling was drown from the subject before induction to examin the levels of estriol and
estradiol the induction which end in vaginal delivery were noted as succesull induction Receiver Operating
Characteristic (ROC) method in order to determine the sensitivity, specificity, positive predictive value,
negative predictive value and Area Under the Curve. Bivariate and multivariate analyzes also used to
determine the correlation between variables.
Results and Discussion: This study obtained 76 samples, 69 with successful induction and 7 failed of
induction. The research got a cut-off was point 35 the sensitivity was 71% value, specificity value of 71%,
positive predictive value 49%, negative predictive value was 55.6%. Area Under the was value of 80,7%.
Positive likelihood ratio 1,06 and negative likelihood ratio 0,88. Bivariate and multivariate analysis showed
that the ratio of estriol / estradiol ≥ 35 ng / mL significantly associated with successful induction (OR 9,598;
95% CI 1,378-66,859) Bishop score was also associated with a significant induction success (OR 13,481;
95% CI 1,955 -92,955)
Conclusion: This study shows that the proportion ratio of estriol / estradiol in succeed induction group
were higher (≥ 35) compared with induction failure group (<35).

Keywords: prolonged pregnancy, labor induction , estriol/ estradiol ratio, predictors

ABSTRAK

Latar Belakang: Induksi persalinan adalah prosedur umum yang dilakukan pada 15-20% kehamilan.
Indikasi tersering adalah kehamilan lewat waktu (70%). Satu dekade terakhir angka induksi persalinan
telah meningkat 2 kali lipat begitu juga dengan risiko seksio sesarea. Keberhasilan induksi sulit diprediksi.
Prediktor keberhasilan induksi banyak diteliti baik penanda fisik maupun kimia. Salah satu penanda kimia
adalah rasio kadar estriol terhadap estradiol.
Tujuan: Mengetahui nilai rasio kadar estriol estradiol untuk memprediksi keberhasilan induksi pada
kehamilan lewat waktu

Metode: Kohort prospektif. Dua rumah sakit (RSUD Wonosobo dan RSUD Banjarnegara) dipakai dalam
penelitian ini dari 10 September 2013 sampai 31 Desember 2013. Subyek yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi diambil sampel darah sebanyak 5 ml sebelum Induksi untuk diperiksa kadar estriol
dan estradiol kemudian dilihat keberhasilan induksinya. Analisis yang digunakan adalah metode Receiver
Operating Characteristic (ROC) untuk dapat mengetahui nilai sensitivitas, spesifitas, nilai ramal positif,
nilai ramal negatif dan Area Under Curve. Analisis X2 dan Regresi logistik digunakan untuk mengetahui
hubungan antar variabel.
Hasil dan Pembahasan: Selama waktu penelitian didapatkan 76 sampel, 69 dengan induksi berhasil dan
7 gagal induksi. Dengan cut off point 35, nilai sensitivitasnya 71%, nilai Spesifitas 71%, nilai ramal positif
49%, nilai ramal negatif 55,6%. Nilai Area Under Curve sebesar 80.7%. Likelihood ratio positive 1,06 dan
likelihood ratio negative 0,88. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa Rasio estriol/ estradiol ≥ 35
berhubungan dengan keberhasilan induksi secara signifikan (RO 9.598; IK 95% 1.378-66.859) Skor Bishop
juga berhubungan dengan keberhasilan induksi secara signifikan (RO 13,481; IK 95% 1.955-92.955)
Kesimpulan: Kelompok yang berhasil diinduksi memiliki proporsi rasio estriol/ estradiol yang lebih tinggi
(≥ 35) dibandingkan dengan kelompok gagal induksi

Kata kunci: Kehamilan lewat waktu, induksi persalinan, rasio estriol/ estradiol, prediktor

1,2,3 Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta





DOI: https://doi.org/10.22146/jkr.12642

Article Metrics

Abstract views : 1587 | views : 2180

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Kesehatan Reproduksi



Jurnal Kesehatan Reproduksi Indexed by:

 

 



SEKRETARIAT JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI
Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM/RS Dr. Sardjito
Jl. Kesehatan No. 1, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Tlp: (0274) 511329 / Faks: (0274) 544003
Email: jurnal.kesehatanreproduksi@ugm.ac.id
Cp: Dwi Astuti +6281802698043