Interoperabilitas Aplikasi Pelayanan KIA Di Kulon Progo Sebagai Upaya Mendukung Continuum Of Care

https://doi.org/10.22146/jisph.71327

Riska Pradita(1*)

(1) Universitas gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar belakang: Pelayanan ibu, bayi baru lahir dan anak tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan kehidupan dan kebutuhan perawatan kesehatan sesuai prinsip Continuum of Care. Di Kabupaten Kulon Progo sendiri telah mengembangkan aplikasi Bumilku untuk memantau kesehatan ibu hamil agar terhindar dari risiko kematian.Meskipun saat ini sudah banyak dilakukan pengembangan aplikasi KIA di tingkat daerah maupun pusat, akan tetapi masing-masing aplikasi masih terfragmentasi sehingga belum memfasilitasi prinsip Continuum of Care. Hal ini juga menyebabkan kebutuhan untuk memasukkan data secara berulang oleh petugas. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kondisi digitalisasi pelayanan KIA serta mengidentifikasi tantangan dalam pelaksanaan sistem informasi kesehatan di Kulon Progo, kemudian mengusulkan sistem interoperabilitas antar aplikasi KIA khususnya di Kulon Progo (TemenKIA-Ku) yang diharapkan dapat memudahkan antar aplikasi KIA dapat bertukar data kesehatan sehingga petugas tidak perlu memasukkan data secara berulang yang berisiko terjadi dobel data.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode Action Research (AR).  Tahapan penelitian terbagi menjadi empat fase yakni (1) Diagnosing, (2) Action Planning, (3) Action Taking, dan (4) Evaluation. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode Studi Dokumentasi dan FGD.

Hasil: Tantangan yang dihadapi dalam implementasi interoperabilitas aplikasi pelayanan KIA di Kulon Progo antara lain terkait pemanfaatan  standar internasional untuk pertukaran data seperti FHIR dan terminologi pertukaran data klinis (LOINC, SNOMED CT, dan lainnya), implementasikan kebijakan terkait integrasi dan interoperabilitas data serta diseminasi kepada pengembang, dan juga belum tersedianya sumber daya khusus yang akan menangani isu troubleshooting. Pada penelitian ini dilakukan interoperabilitas antar aplikasi pelayanan KIA yang tersedia di daerah/kabupaten dengan pusat/provinsi. Perancangan interoperabilitas TemenKIA-Ku menggunakan pendekatan standar pertukaran data HL7 FHIR. Tahapan interoperabilitas diawali analisis kebutuhan variable yang digunakan pada aplikasi TemenKIA-Ku, kemudian mapping elemen data ke dalam FHIR Resources, serta melakukan gap analysis, profiling, dan pengujian. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sebanyak 92 % elemen data pada aplikasi TemenKIA-Ku disediakan pada FHIR Resources, sehingga  diperlukan penambahan extension elemen data baru sebanyak 8%.

Kesimpulan: Melalui forum komunikasi dan workshop, masing-masing instansi dan pengembang yang terkait aplikasi pelayanan KIA melakukan komitmen dalam mengatasi tantangan pada interoperabilitas TemenKIA-Ku. Interoperabilitas TemenKIA-Ku menggunakan pendekatan standar pertukaran HL7 FHIR, SNOMED CT, LOINC, dan ICD. Simulasi pengujian fungsi interoperabilitas pelayanan KIA telah berhasil diterapkan, selanjutnya dapat dilakukan pengembangan implementasi interoperabilitas pada aplikasi pelayanan KIA di Kulon Progo.


Keywords


Interoperabilitas, Digitalisasi Kesehatan, KIA, Continuum of Care



References

Bappenas. (2021). Evaluasi Digitalisasi Pelayanan dan SIstem Informasi Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta : RI

Benson, T., dan Grieve, G. (2016). Principles of Health Interoperability:SNOMED CT, HL7 and FHIR (Health Information Technology Standards). Springer International Publishing. Cham. http://doi.org/10.1007/978-3-319-30370-3

Hidayat, I.F. (2020). Penerapan Standar FHIR untuk Interoperabilitas Rekam Kesehatan Elektronik Indonesia. Tesis Program Magister. Institut Teknologi Bandung

Lazuardi, L., Sanjaya, G. Y., & Ali, P. B. (2021). Interoperability of Health Digitalization: Case Study on Use of Information Technology for Maternal and Child Health Services in Indonesia. Business Information Systems, July, 317–327. https://doi.org/10.52825/bis.v1i.53

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan No. 46 Tahun 2017 Tentang Elektronik Kesehatan. Jakarta: RI

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Puskesmas. Jakarta: RI

Presiden Republik Indonesia. (2019). Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Jakarta: RI

Sanjaya, G. Y., Hanifah, N., & Prakosa, H. K. (2016). Integrasi Sistem Informasi: Akses Informasi Sumber Daya Fasilitas Kesehatan dalam Pelayanan Rujukan. Sisfo, 06(01), 51–64. https://doi.org/10.24089/j.sisfo.2016.09.004

Saripalle, R., Runyan, C., & Russell, M. (2019). Using HL7 FHIR to Achieve Interoperability in Patient Health Record. Journal of Biomedical Informatics, 94(April), 103188. https://doi.org/10.1016/j.jbi.2019.103188

World Health Organization and International Telecommunication Union. (2012). National eHealth Strategy Toolkit. Geneva

World Health Organization and International Telecommunication Union. (2020). Digital Health Platform: Building a Digital Information Infrastructure (Infostructure) for Health. Geneva. Licence: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.



DOI: https://doi.org/10.22146/jisph.71327

Article Metrics

Abstract views : 957 | views : 834

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Journal of Information Systems for Public Health

shopify traffic stats View My Stats