Uji Ekstrak Etanol Kumis Kucing (Orthosiphon sp.) sebagai Pengawet Alami Kayu

https://doi.org/10.22146/jik.6137

Abdul Azis(1*), T.A. Prayitno(2), Sutjipto A Hadikusumo(3), Mahdi Santoso(4)

(1) Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Negeri Papua
(2) Bagian Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
(3) Bagian Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
(4) Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya
(*) Corresponding Author

Abstract


Pemanfaatan tumbuhan belum banyak dilakukan sebagai bahan alami pengawet kayu padahal jumlah dan jenisnya cukup melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak etanol tumbuhan kumis kucing (Orthosiphon sp.) pada konsentrasi ekstrak terhadap pelarut 1:12, 1:8 dan 1:4 terhadap mortalitas rayap kayu kering (Cryptotermes sp.), pengurangan berat dan derajat kerusakan contoh uji (kertas saring) dalam rangka aplikasinya sebagai pengawet alami kayu. Penelitian dilakukan dengan mengimpregnasi ekstrak etanol campuran daun dan ranting kumis kucing pada kertas saring lalu diumpankan pada rayap kayu kering. Data penelitian dianalisis dengan analisis varian. Analisis varian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas rayap kayu kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kumis kucing pada konsentrasi 1:4 menunjukkan efektifitas paling tinggi (mortalitas rayap kayu kering sebesar 65 % dan pengurangan berat contoh uji 2,71 %) dan terendah ditunjukkan oleh kontrol atau konsentrasi 0 (mortalitas rayap sebesar 1 % dan pengurangan berat 37,86 %). Konsentrasi ekstrak juga mempengaruhi besar derajat kerusakan. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin rendah derajat kerusakan yang terjadi. Derajat kerusakan pada perlakuan dengan konsentrasi terendah (1:12) hingga tertinggi (1:4), serangan rayapnya dapat digolongkan sebagai berat hingga ringan. Ekstrak etanol tumbuhan kumis kucing konsentrasi 1:4 berpotensi sebagai bahan alami pengawet kayu karena dapat mengurangi degradasi bahan selulosa oleh rayap kayu kering.

Katakunci: Orthosiphon sp., Cryptotermes sp., ekstrak daun, anti rayap, pengawet alami.

 

Ethanol Extracts Test of Kumis Kucing (Orthosiphon sp.) Leaves as Natural Preservative of Wood

Abstract

The utilization of plants as a natural preservative agent of wood has not much been explored although the amount and kind of plants are relatively abundant. This study aims to determine the effectiveness of the extract of kumis kucing (Orthosiphon sp.) plant at the extract concentration to solvent of 1:12 , 1:8 and 1:4 against the dry wood termites (Cryptotermes sp.). The tested parameters were termite mortality, mass loss, and degree of damage of the test samples (filter paper). Research was carried out by impregnating the ethanol extract of the leaves and twigs mixtures in the filter papers and then the papers were fed to dry-wood termites. Data were analyzed by analysis of variance. The analysis of variance showed that treatment concentration has a highly significant effect to the mortality levels of the termites. Further, at the concentration of 1:4, the extract exhibited the highest efficacy (mortality of 65 % and mass loss of 2.71 %) and the lowest levels were shown by the controls or 0 (zero) concentration (mortality of 1 % and mass loss of 37.86 %). The concentration of the extract also affected the degree of damage. The higher the concentration, the lower the degree of damage that occurred. The degree of damage due to termite attacks at the treatment from the lowest (1:12) to the highest (1:4) concentration could be classified as heavy to light. Thus, ethanol extract of the kumis kucing at concentration of 1:4 is potent for wood preservatives because it could reduce the degradation of cellulosic materials due to dry wood termites.


Keywords


Orthosiphon sp.; Cryptotermes sp.; leaf extract; anti-termite; natural preservative

Full Text:

PDF


References

  1. Aminuddin I. 2005. Bahan Bioaktif Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (B1) Miq) di bawah Tegakan Hutan. (Makalah Pribadi Falsafah Sains (PPS 702). Sekolah Pasca Sarjana / S3. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  2. Anonim. 2008. Tanaman Obat - Kumis Kucing. Section Tanaman Obat - Galeri Tanaman Obat. http://www.tanaman-obat.com. Diakses tanggal 29 Agustus 2008.
  3. Anonim. 2010b. Kumis Kucing (Orthosiphon spp.). http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/kumis_kucing.pdf. Diakses melalui internet tanggal 24 Juli 2010.
  4. ASTM. 2005. Annual Book of ASTM Standards. ASTM International. United States. Azis A. 2011. Uji Efektifitas Ekstrak Tumbuhan Kumis Kucing (Orthosiphon sp.) sebagai Pengawet Alami Kayu terhadap Serangan Rayap Kayu Kering Cryptotermes sp. Tesis (tidak dipublikasikan). Program Studi Ilmu Kehutanan. Program Pascasarjana Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
  5. Hadikusumo SA. 2004. Pengawetan Kayu. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  6. Harborne JB. 1987. Metode Fitokimia. Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Terbitan Kedua. Penerbit ITB. Bandung.
  7. Kasmudjo. 2010. Teknologi Hasil Hutan. Suatu Pengantar. Identifikasi Kayu, Sifat-Sifat Kayu, Teknologi Pengolahan Hasil Hutan, Potensi dan Prospek. Penerbit Cakrawala Media. Yogyakarta.
  8. Muflihat DA. 2008. Inhibisi Ekstrak Herba Kumis Kucing dan Daun Salam terhadap Aktivitas Enzim Xantin Oksidase. Skripsi (tidak dipublikasikan). Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  9. Nandika D, Rismayadi Y & Diba F. 2003. Rayap. Biologi dan Pengendaliannya. Joko H (Ed). Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  10. Nicholas DD. 1987. Kemunduran (Deteriorasi) Kayu dan Pencegahannya dengan Perlakuan-Perlakuan Pengawetan. Penerjemah Haryanto Yoedodibroto. Penerbit Airlangga University Press. Yogyakarta.
  11. Sari RK, Syafii W, Sofyan K & Hanafi M. 2004. Sifat antirayap resin damar mata kucing dari Shorea javanica K. et. V. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis 2 ( 1): 8-15.
  12. Sari SP. 2009. Efikasi Ekstrak Daun Kecubung (Datura metel L.) pada Pengawetan Kayu Mangga (Mangifera indica) terhadap Serangan Rayap Kayu Kering (Cryptotermes cynocephalus Light). Skripsi (tidak dipublikasikan). Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  13. Sastrohamidjojo H. 1996. Sintesis Bahan Alam. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
  14. Swandana I. 2010. Uji Efikasi Ekstrak Biji Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) untuk Pengawetan Kayu Kelapa (Cocos nucifera L) dengan Metode Rendaman Dingin terhadap Serangan Rayap Kayu Kering Cryptotermes cynocephalus Light. Skripsi (tidak dipublikasikan). Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  15. Tascioglu C, Yalcin M, Sen S, & Akcay C. 2013. Antifungal properties of some plant extracts used as wood preservatives. International Biodeterioration & Biodegradation 85 : 23-28.
  16. Voigt R & Noerono N. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi Ke -5, Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
  17. Widodo W. 2005. Tanaman Beracun dalam Kehidupan Ternak. UMM Press. Malang.



DOI: https://doi.org/10.22146/jik.6137

Article Metrics

Abstract views : 7567 | views : 8929

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Jurnal Ilmu Kehutanan




© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by:

 

Jurnal Ilmu Kehutanan is under the license of Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International

Creative Commons License