Inventore Biomasa dan Karbon Jenis Jati (Tectona grandis L.f.) di Hutan Rakyat Desa Jatimulyo, Karanganyar

https://doi.org/10.22146/jik.581

Ris Hadi Purwanto(1*), Melikaries Silaban(2)

(1) Bagian Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(2) Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Hutan menyimpan biomassa dan karbon dalam bentuk pepohonan hidup, bagian organ tumbuhan yang sudah mati yang berada di lantai hutan (misalnya seresah), tanah dan hasil kayu. Kajian ini memaparkan hasil inventore biomassa bagian organ tanaman jati (Tectona grandis L.f.) diatas permukaan tanah (above ground biomass) yang tumbuh di lahan hutan rakyat Desa Jatimulyo, Kabupaten Karanganyar. Diawali dengan penyusunan allometrik, kegiatan inventore dilakukan untuk menaksir potensi biomassa organ tanaman jati di atas permukaan tanah yang tumbuh di lahan hutan rakyat tersebut. Untuk menyusun persamaan allometrik, sebanyak 410 pohon diukur untuk menentukan hubungan antara tinggi pohon (H) dan diameter batang setinggi dada (D). Sepuluh pohon sampel dengan ukuran yang bervariasi ditebang dan berat biomassa masing-masing organ tanaman di atas permukaan tanah (batang, cabang dan daun) diukur. Hasil penyusunan allometrik ini menunjukkan bahwa diameter batang setinggi dada (±1.3 meter diatas permukaan tanah, D) merupakan penduga yang baik untuk tinggi pohon (H) dengan nilai koefisien determinasi r2 diatas 0,8886. Ketika parameter D dikombinasi dengan H, nilai r2 semakin meningkat untuk biomassa batang, cabang dan total biomasa di atas permukaan tanah; menandakan bahwa pola pertumbuhan antar dimensi pohon saling mempengaruhi secara kuat (closely interdependent). Simpanan karbon tegakan jati di hutan rakyat ini diukur dengan asumsi bahwa kadar karbon (C) sebesar 50% dari berat biomasanya. Simpanan biomasa hidup dari organ tanaman jati bagian di atas permukaan tanah yang tumbuh di hutan rakyat Desa Jatimulyo ini selanjutnya diinventore dengan menggunakan beragai persamaan allometrik yang telah disusun. Hasil inventore menunjukkan bahwa total biomasa diatas permukaan tanah untuk tegakan jati yang tumbuh di lahan hutan rakyat Desa Jatimulyo sebesar 27,064 ton/ha, setara dengan simpanan karbon sebesar 13,532 ton/ha, dengan luas bidang dasar sebesar 6,1526 m2/ha. Berdasarkan nilai simpanan karbon dan luas bidang dasarnya, potensi tegakan jati yang tumbuh di hutan rakyat Desa Jatimulyo dikategorikan rendah.

Kata kunci: Biomasa dan karbon diatas permukaan tanah, jati, hutan rakyat, allometrik.


Biomass and Carbon Inventore of Teak (Tectona grandis L.f.) in the Community Forest of Jatimulyo Village, Karanganyar

Abstract

Forests store biomass and carbon in the form of living trees, forest floor detritus (e.g. litter falls), soil and wood products. This study describes inventory results of the above ground biomass of teak (Tectona grandis L.f.) in the community forest of Jatimulyo Village, Karanganyar District. By developing allometric method, the inventory was designed to estimate the potential of above ground biomass of teak in the community forest. To establish the allometric equations, 410 sample trees were measured to determine the relationships between tree height (H) and diameter of breast height (D). Ten trees of various sizes were cut to measure the above ground biomass (stem, branch and leaves). The results showed that diameter at breast height ( about 1.3 m above the ground, D) was a good predictor of tree height (H) with r2 more than 0.8886. When D was combined with H, r2 was improved somewhat for the stem, branch and total above ground biomass, suggesting the growth patterns of tree dimensions were closely interdependent. Carbon storage of the teak forests was based on the assumption that carbon (C) concentration was 50% of the biomass. A standing stock of the above ground biomass of teak in the community forests of Jatimulyo Village was then inventoried based on the allometric relations. Results showed that the above ground biomass of teak in these community forests were 27.064 ton/ha, equal to 13.532 ton carbon/ha, with a basal area of 6.1526 m2/ha. Based on the carbon stock and basal area, the teak community forests of Jatimulyo Village are categorized as having low stand potential.


Keywords


Above gound biomas and carbon; teak; community forest; allometric

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jik.581

Article Metrics

Abstract views : 721 | views : 335

Refbacks





Copyright (c) 2011 Jurnal Ilmu Kehutanan




© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by :

 

Jurnal Ilmu Kehutanan/Journal Forest Science is under the license of Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International

Creative Commons License

View My Stats