Pemanenan Kayu Hutan Rakyat (Studi Kasus di Ciamis, Jawa Barat) Timber

https://doi.org/10.22146/jik.40144

Sukadaryati Sukadaryati(1*), Yuniawati Yuniawati(2), Dulsalam Dulsalam(3)

(1) Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor 16610
(2) Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor 16610
(3) Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor 16610
(*) Corresponding Author

Abstract


Pemanenan kayu di hutan rakyat yang tepat guna dapat memberikan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan memberikan keuntungan finansial bagi pengelola hutan rakyat. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi kegiatan pemanenan kayu hutan rakyat studi kasus di daerah Ciamis (Jawa Barat) aspek penebangan, pengeluaran kayu dan efisiensi pemanfaatan kayu. Hasil penelitian kegiatan pemanenan kayu di areal hutan rakyat di Desa Kertabumi dan Bojonggedang, Kabupaten Ciamis menunjukkan bahwa: 1). Kegiatan penebangan pohon di hutan rakyat dilakukan menggunakan alat tebang chainsaw dengan kisaran produktivitas penebangan 4,880 m/jam-8,578 m/jam; 2). Kegiatan pengeluaran kayu di hutan rakyat dilakukan menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi dengan kisaran produktivitas 0,753 m/jam-0,506 m/jam, dengan kisaran jarak pengeluaran kayu ke pinggir hutan 115 m-161 m; 3). Efisiensi pemanfaatan kayu di hutan rakyat berkisar 98,72%-99,14%; 4). Teknik pemanenan kayu di hutan rakyat masih meninggalkan tunggak yang cukup tinggi dan belum memperhatikan keselamatan kerja. Teknik pemanenan kayu di hutan rakyat masih memerlukan perbaikan terhadap tinggi tunggak penebangan. Sebaiknya pemilik hutan rakyat tidak menjual kayu kepada bandar dalam bentuk pohon yang masih berdiri. Pengeluaran kayu dengan sepeda motor masih memerlukan perbaikan desain khususnya terkait dengan konstruksi penyangga beban di bagian kiri dan kanan sepeda motor untuk mengurangi kecelakaan kerja


Timber Harvesting in Community Forest (Case Study in Ciamis, West Java)

Abstract

Efficient timber harvesting in community forests can provide efficient use of Naskah masuk (received): 30 Nopember 2017 forest resources and provide financial benefits for community forest Diterima (accepted): 27 Maret 2018 managers. This paper aims to provide information on forest harvesting activities in the Ciamis area (West Java), such as aspects of tree felling, timber extraction, and timber utilization efficiency. The results of research on timber harvesting in community forest areas in Kertabumi and Bojonggedang community forests Villages, Ciamis District shows that: 1). Tree felling in community forest is timber harvesting conducted using chainsaw cutting tool with a logging productivity range of productivity efficiency 4.880 -8.578 m/hour; 2). Timber expenditures in community forests are work safety carried out using modified motorcycles with a productivity range of 0.7530.506 m/hr, with a range of wood clearance to forest edge 115 -161 m; 3). The efficiency of timber utilization in community forest is 98.72-99.14%; 4). Wood harvesting techniques in community forests still leave a fairly high stump and have not paid attention to safety. Timber harvesting techniques in community forests still require improvements to the high log stumps. It is recommended that owners of the community forest do not sell wood in the form of trees that still stands to "the bandar”. The expenditure of wood using motorcycles still requires the improvement ofits design especially related to the construction of load buffers on the left and right side of the motorcycle to reduce work accident.


Keywords


community forests; efficiency; productivity; timber harvesting; work safety

Full Text:

PDF


References

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Ciamis. 2016. Statistik Kehutanan dan Perkebunan Tahun 2015. Ciamis.

Dulgan P, Pulhin JM. 2017. Forest harvesting in community based forest managemend in the Philipines: Simple tools versus complex procedures. Chapter 5, pp. 35-46. http: www.fao/org (diakses Mei 2017).

Dulsalam, Tinambunan D, Sumantri I, Sinaga M. 2000. Peningkatan efisiensi pemungutan kayu sebagai bahan baku industri. Prosiding Lokakarya Penelitian Hasil Hutan tanggal 7 Desember 2000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Dulsalam 2006. Pengeluaran kayu dengan sistem kabel layang di hutan rakyat. Prosiding Seminar Hasil Hutan: “Kontribusi Hutan Rakyat Dalam Kesinambungan Industri Kehutanan”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Dulsalam, Suhartana S, Sukadaryati, Yuniawati. 2014. Pemanenan kayu di hutan tanaman. Hlm. 1-121. Edisi 1. Forda Press, Bogor.

Endom W, Sugilar Y, Hidayat A. 2005. Pengumpulan kayu hasil hutan rakyat dengan cara dipikul pada lapangan curam. Info Hasil Hutan 11(2):145-151.

Endom W, Sukanda & Dulsalam. 2006. Efisiensi dan efektivitas pemanenan kayu hutan rakyat di daerah curam. Prosiding Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan Kontribusi hutan rakyat dalam kesinambungan industri kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

FAO. 1992. Cost control in forest harvesting & road contruction. FAO forestry paper no 99. FAQ of the UN, Rome.

Hakim ID, Probowo, Effendi R. 2009. Kajian peredaran kayu rakyat di wilayah Jawa bagian Barat. Jurnal Politik Sosial Ekonomi 6(1):15-37.

Hamdani FA, Darusman D, Tiryana T. 2015. Evaluasi praktek tebang butuh di hutan rakyat Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan 2(1):33-41.

Hardjanto. 2017. Pengelolaan hutan rakyat. IPB Press, Bogor.

Jariyah NA, Wahyuningrum N. 2008. Karakteristik hutan rakyat di Jawa. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 5:43-56

Idris MM, Sukanda, Suhartana S. 2012. Pengelolaan dan pemanenan kayu hutan rakyat di Kabupaten Ciamis. Buletin Puslitbang Perhutani 15:33-45.

Marwoto. 2012. Peran modal sosial masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat dan perdagangan kayu rakyat (Kasus di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri). Tesis (Tidak dipublikasikan). Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mile MY. 2010. Kajian permasalahan teknis dalam pengelolaan hutan rakyat yang sesuai (Studi kasus permasalahan hutan rakyat di Kabupaten Ciamis). Di dalam Peningkatan produktivitas hutan rakyat Untuk Kesejahteraan Masyarakat. Hlm 277–283. Prosiding Seminar Hasil-Hasil Penelitian. Balai Penelitian Kehutanan Ciamis, Ciamis.

Mohns B. 2009. Forest harvesting a key component in community based production of bamboo charcoal and smallholder teak plantation timber in mountainous areas of Northern Lao PDR. Community Forestry International Workshop, 15-18 September 2009, Pokhara, Nepal.

Mujetahid A. 2008. Produktivitas penebangan pada hutan jati (Tectona grandis) rakyat di Kabupaten Bone. Jurnal Perennial 5(1):53-58.

Mujetahid A. 2010. Analisis potensi limbah penebangan dan pemanfaatannya pada hutan jati rakyat di Kabupaten Bone. Jurnal Biocelebes 4(1):60-68.

Perhutani. 1972. Pengaturan tebangan Djawa Timur. Hlm. 1-80. Direksi Perhutani, Djawa Timur.

Pramesthi KR, Haryanto. 2010. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanenan tegakan di hutan rakyat (Studi kasus di Kelurahan Selopuro, Kecamatan Batu Warno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah). Embryo7(2):82-89.

Pratama AR, Yuwono SB, Hilmanto R. 2015. Pengelolaan hutan rakyat oleh kelompok pemilik hutan rakyat di desa bandar dalam Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Sylva Lestari 3 (2):99-112.

Sanudin, Fauziah E. 2015. Karakteristik hutan rakyat berdasarkan orientasi pengelolaannya: Studi kasus di Desa Sukamaju, Ciamis dan Desa Kiarajangkung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversity Indonesia, 1(4):696-701.

Soenarno, Dulsalam, Endom W. 2013. Faktor eksploitasi pada hutan produksi terbatas di IUPHHK-HA PT Kemakmuran Berkah Timber. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 31(2): 151-160.

Suhartana S, Yuniawati. 2008. Efisiensi pemanfatan kayu mangium pada berbagai teknik penebangan, sikap tubuh dan kelerengan lapangan: Studi kasus di satu perusahaan hutan di Kalimantan Selatan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 26(1):41-56.

Sukadaryati, Dulsalam, Rahman 0. 2005. Potensi dan biaya pemungutan limbah penebangan kayu mangium sebagai bahan baku serpih. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 23(4):327-337.

Tinambunan D. 2006. Perkembangan bidang keteknikan hutan yang gayut dengan pengelolaan hutan rakyat. Prosiding Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan Kontribusi hutan rakyat dalam kesinambungan industri kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.



DOI: https://doi.org/10.22146/jik.40144

Article Metrics

Abstract views : 285 | views : 216

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Kehutanan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by :

 

Jurnal Ilmu Kehutanan/Journal Forest Science is under the license of Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International

Creative Commons License

View My Stats