Optimalisasi Pembagian Batang (Bucking Policy) Kayu Bulat Jati dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan KPH Madiun

https://doi.org/10.22146/jik.24899

Wahyu Andayani(1*), Ris Hadi Purwanto(2), Slamet Riyanto(3),

(1) Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Jl. Agro No.1, Bulaksumur, Sleman 55281
(2) Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Jl. Agro No.1, Bulaksumur, Sleman 55281
(3) Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Jl. Agro No.1, Bulaksumur, Sleman 55281
(*) Corresponding Author

Abstract


Pendapatan KPH Madiun akan naik jika metode pembagian batang optimal diimplementasikan, sesuai dengan teori optimalisasi. Hal tersebut karena lebih dari 50% kontribusi pendapatan KPH Madiun Perum Perhutani Unit II Jawa Timur sampai saat ini berasal dari penjualan kayu jati. Produk yang dijual meliputi berbagai sortimen yang ditetapkan dengan kebijakan pembagian batang sesuai “Petunjuk Pelaksanaan Pembagian Batang Kayu Bundar Jati Tahun 2006”. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metode pembagian batang optimal dengan menggunakan teori program linier. Hasil penelitian menemukan bahwa, terdapat 96 alternatif cara pembagian batang dari 6 kelas diameter, dan 16 sortimen terdiri dari : vinir, hara, kayu bahan parket (KBP) untuk kebutuhan industri lokal. Kesimpulan penelitian adalah : pendapatan KPH Madiun meningkat sebesar Rp. 4.599.460/m3, atau sebesar Rp. 8.921.623/pohon, sedangkan realisasi pendapatan usaha yang diperoleh saat ini adalah sebesar Rp. 3.701.503/m3 atau sebesar Rp. 7.179.847/pohon. Dengan demikian jika metode optimalisasi diterapkan nilai ekonomi per pohon akan naik sebesar 24,26% atau setara dengan volume sebesar 1,94 m3.


Bucking Policy Optimization of Teak Log to Increase the Revenue of KPH Madiun. 

Abstract

The revenue of KPH Madiun could have been effectively increased through improvement in its bucking policy implementation. Such implementation had been formulated in this research using optimization theory to generate the maximum total economic values of log assortments cut from felled trees. As teakwood production had been the core business, contributing more than 50 % of the revenue, KPH Madiun Perum Perhutani Unit II East Java had been choosen as the object and location of this research. The research found and analized 96 alternatives of bucking policy implementations, derived from 6 possible diameter classes, and 16 possible assortment quality classes. The log assortment was identified by its diameter, length, and quality, as raw materials of veneer, parquet, and local industry. Through optimization process, the optimum bucking policy could potentially increase revenue of KPH Madiun to the maximum of IDR 4,599,460 per m3, or IDR 8,921,623 per tree of 1.94 m3 average. Comparing to existing revenue of IDR 3,701,503 per m3, or IDR 7,179,847 per tree of the same average, which has been based on the formal bucking policy guidance of um Perhutani Unit II (2006), it could be a significant potential increase of 24.26 % or equal to 1.94 m3.


Keywords


bucking policy; optimization theory; Perhutani; revenue increase; teak

Full Text:

PDF


References

  1. Andayani W. 1987. Optimasi produksi sortimen kayu jati di KPH Randublatung Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta. 
  2. Andayani W. 1998. Sistem distribusi dan penetapan harga kayu bulat jati di Jawa. Disertasi (Tidak dipublikasikan). Institut Pertanian Bogor.
  3. Arce JE, Carnieri C, Sanquetta CR, Filho AF. 2002. A forest level bucking optimization system that considers customers demand and transportation cost. Forest Science 48(3): 492-503. 
  4. Dykstra DP. 1984. Mathematical programming of natural resource management. Mc Graw-Hill, Book Company, New York. 
  5. Eng G, Daellenbach H, Whyte AGD. 1986. Bucking tree-length stems optimally. Canadian Journal of Forest Research 16: 1030-1035. 
  6. Fattah DS. 1985. Model pengendalian pembagian batang jati untuk mendapatkan nilai harapan optimal. Duta Rimba, Edisi November-Desember No.67-68/Ax/1983. 
  7. Kivinen VP. 2004. A genetic algorithm approach to tree bucking control. Forest Science 50(5):696 -710. 
  8. Lusianto U. 1986. Optimalisasi pembagian batang jati di KPH Parengan Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Skripsi (Tidak dipublikasikan). Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta.
  9. Marshall HD, Murphy G, Boston K. 2006. Three mathematical models for bucking to order. Silva Fennica 40(1):127-142. 
  10. Pickens JB, Lee A, Lyon GW. 1992. Optimal bucking of hardwoods. Northern Journal of Applied Forestry 9(4):149-152. 
  11. Prabowo RH. 2006. Perencanaan pembagian batang secara intensif pada pengusahaan Hutan Tanaman Industri kayu mangium. Studi Kasus di HP-HTI PT Inhutani II, Pulau Laut, Kalimantan Selatan. www.reprository.ipb.ac.id. Diakses Maret 2014. 
  12. Ronnqvist M. 2003.Optimization in forestry. Mathematical Programming 97(1-2):267 -284. 
  13. Smith GW, Harrell C. 1961. Linear programming in log production. Forest Products Journal 11(1):8-11. 
  14. Taha HA. 1993. Operations research : An introduction. Fifth edition, MacMillan Publishing Company, New York. 
  15. Wang J, Le Doux CB, McNeel J. 2004. Optimal tree-stem bucking of northeastern species of China. Forest Products Journal 54(2):45-52.



DOI: https://doi.org/10.22146/jik.24899

Article Metrics

Abstract views : 274 | views : 162

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Kehutanan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by :

 

Jurnal Ilmu Kehutanan/Journal Forest Science is under the license of Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International 

Creative Commons License

View My Stats