Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Jati Unggul "Mega" dan Kayu Jati Konvensional yang Ditanam di Hutan Pendidikan, Wanagama, Gunungkidul, Yogyakarta

https://doi.org/10.22146/jik.16510

Fanny Hidayati(1*), Isti Tamira Fajrin(2), Muhammad Rosyid Ridho(3), Widyanto Dwi Nugroho(4), Sri Nugroho Marsoem(5), Mohammad Na'iem(6)

(1) Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Jl. Agro No. 1, Bulaksumur, Sleman, 55281
(2) Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Jl. Agro No. 1, Bulaksumur, Sleman, 55281
(3) Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Jl. Agro No. 1, Bulaksumur, Sleman, 55281
(4) Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Jl. Agro No. 1, Bulaksumur, Sleman, 55281
(5) Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Jl. Agro No. 1, Bulaksumur, Sleman, 55281
(6) Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Jl. Agro No. 1, Bulaksumur, Sleman, 55281
(*) Corresponding Author

Abstract


Kebutuhan kayu jati semakin meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan taraf hidup masyarakat. Di lain pihak, jati merupakan salah satu jenis dengan rotasi umur yang panjang. Selain itu, ketersediaan kayu jati dari Perum Perhutani belum mampu memenuhi kebutuhan kayu jati untuk industri. Oleh sebab itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah dengan kegiatan pemuliaan pohon, dimana dalam kegiatan ini dihasilkan bibit unggul dengan sifat pertumbuhan superior. Akan tetapi, informasi mengenai sifat-sifat kayunya masih sangat terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai sifat-sifat kayu terutama sifat fisika (kadar air, berat jenis, dan penyusutan) dan mekanika (kekuatan lengkung statis dan kekuatan tekan) serta variasi aksial kayu jati unggul tersebut pada umur yang masih muda yakni 11 tahun yang ditanam di Hutan Pendidikan Wanagama, Gunungkidul Yogyakarta dan dibandingkan dengan jati konvensional umur 14 tahun yang ditanam di lokasi yang sama. Sebagai hasilnya, sifat fisika kayu tidak berbeda nyata antara kayu jati unggul dan kayu jati konvensional, kecuali kadar air segar. Untuk sifat mekanika kayu, kekuatan lengkung statis (MOR dan MOE) serta kekuatan tekan sejajar serat berbeda nyata antara kayu jati unggul dan jati konvensional, sedangkan untuk kekuatan tekan sejajar serat tidak berbeda nyata.

Kata kunci: jati unggul, jati konvensional, sifat fisika, sifat mekanika, umur muda.


Physical and Mechanical Properties of Superior “Mega”  and Conventional Teak Wood Planted in Wanagama Educational Forest, Gunungkidul, Yogyakarta

Abstract

Demand of teak wood increases every year along the increase of human population and prosperity. On the other hand, teak is one of the long rotation tree species. Furthermore, the avaibility of teak from the Perum Perhutani as the biggest teak plantation company is not enough to fulfill the demand of teak wood from wood industry. Therefore, many efforts have been conducted to solve this problem, such as by tree breeding program. In Indonesia, this program only focused in the growth characteristics. However, information of wood properties of superior teak is still limited in Indonesia. Therefore, the aim of this research was to clarify the physical and mechanical characteristics of superior teak wood (11-year-old) and compared with the conventional teak (14-year-old) planted in Wanagama Forest, Gunungkidul, Yogyakarta and its longitudinal variation. As the results, physical properties were not significantly different between superior teak and conventional teak, except for green moisture content. Bending strength (MOR dan MOE) and compression strength parallel to grain were significantly different between superior and conventional teak. In addition, compressive strength perpendicular to grain was not significantly different between superior and conventional teak.


Keywords


superior teak; conventional teak; physical properties; mechanical properties; young tree age

Full Text:

PDF


References

  1. Anonim. 1957. Standard British 373, 1957. Methods of Testing Small Clear Specimen of Timber, London.
  2. Anonim. 2011. Selected wood properties and potential uses for plantation teak and poumuli. ACIAR project report FST/2007/020. States of Queensland, Dept of Employment, Economic Development and Inovation. 1-35.
  3. Basri E & Wahyudi I. 2012. Sifat dasar kayu jati plus Perhutani dari berbagai umur dan kaitannya dengan sifat dan kualitas pengeringan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 31, 93-102.
  4. Bhat KM, Priya PB, & Rugmini P. 2001. Characterization of juvenile wood in teak. Wood Science and Technology 34, 517-532.
  5. Bhat KM & Priya PB. 2004. Influence of provenance variation on wood properties of teak from the Western Ghat region in India. IAWA Journal 25, 273-282 Bowyer JL, Shmulsky R, & Haygreen JG. 2003. Forest Products and Wood Science. An Introduction. Iowa State Press. Iowa.
  6. Cordero LDP & Kanninen M. 2003. Heartwood, sapwood and bark content, and wood dry density of young and mature teak (Tectona grandis) trees grown in Costa Rica. Silva Fennica 37, 45-54
  7. Hidayati F, Ishiguri F, Iizuka K, Makino K, Marsoem SN, Yokota S. 2014. Among-clone variations of anatomical characteristics and wood properties in Tectona grandis planted in Indonesia. Wood and Fiber Science 46, 385-393.
  8. Hidayati H, Ishiguri F, Iizuka K, Makino K, Takashima Y, Danarto S, Winarni WW, Irawati D, Na`iem M, & Yokota S. 2013a. Variation in tree growth characteristics, stress-wave velocity, and Pilodyn penetration of 24-year-old teak (Tectona grandis) trees originating in 21 seed provenances planted in Indonesia. Journal of Wood Science 59, 512-516.
  9. Hidayati H, Ishiguri F, Iizuka K, Makino K, Tanabe J, Marsoem SN, Na`iem M, Yokota S, & Yoshizawa N. 2013b. Growth characteristics, stress-wave velocity, and Pilodyn penetration of 15 clones of 12-year-old Tectona grandis trees planted at two different sites in Indonesia. Journal of Wood Science 59, 249-254.
  10. Hidayati F & Marsoem SN. 2010. Anatomi dan Sifat Fisika Kayu Jati Unggul (Tectona grandis L.f.) Umur 5 Tahun yang Tumbuh di Gunung Kidul pada Berbagai Laju Pertumbuhan. Thesis (Tidak Dipubikasikan). Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada.
  11. Indira EP & Bhat KM. 1998. Effects of site and place of origin on wood density of teak (Tectona grandis) clones. Journal of Tropical Forest Science 10, 537-541.
  12. Kedharnath S, Chacko VJ, Gupta SK, & Mattews JD. 1963. Geographic and individual tree variation in some wood character of teak (Tectona grandis L.f): I. Fiber length. Silvae Genetica 12, 181-187
  13. Kollman FFP & Cote WA. 1984. Principle of Wood Science and Tehnology. Vol I: Solid wood. Springer. Berlin.
  14. Krisdianto & Sumarni G. 2006. Perbandingan persentase volume teras kayu jati cepat tumbuh dan konvensional umur 7 tahun asal Penajam, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 24, 385-394.
  15. Mawardi P. 2012. Kaya dari Investasi Jati Barokah. PT Agro Media Pustaka, Jakarta.
  16. Moya R & Marin JD. 2011. Grouping of Tectona grandis (L.f) clones using wood color and stiffness. New Forests 42, 329-345.
  17. Na’iem M. 2000. Early performance of clonal tests of teak. Dalam : Proceedings of Third Regional Seminar on Teak. Potential and opportunities in marketing and trade of plantation teak: Challenge for the new millenium. Hardiyanto EB (Ed.). Fakultas Kehutanan. 271-275. 
  18. Perum Perhutani. 2012. Pemantapan Prospek Bisnis Menuju Perhutani Ekselen. Laporan Tahunan. Perum Perhutani. Jakarta.
  19. Putro AM & Sutjipto AH. 1989. Pengaruh Umur dan Posisi Aksial terhadap Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Jati Penjarangan. Skripsi (Tidak Dipubikasikan). Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  20. Rodha JM, Cedene P, Guizol P, Santoso L, & Fauzan AU. 2007. Atlas Industri Mebel Kayu di Jepara. CIFOR. Bogor.
  21. Sulistyo J & Marsoem SN. 1995. Pengaruh Umur terhadap Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Jati (Tectona grandis L.f). Skripsi (Tidak Dipubikasikan). Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  22. Suwarno A, Marsoem SN, & Sutapa JPG. 2000. Variasi Aksial dan Radial Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Jati dari Paliyan Gunung Kidul. Skripsi (Tidak Dipubikasikan). Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  23. Wahyudi I & Arifien AF. 2005. Perbandingan struktur anatomis, sifat fisis, dan sifat mekanis kayu jati unggul dan kayu jati konvensional. Jurnal Ilmu & Teknologi Kayu Tropis 3, 9-15.
  24. Wahyudi I, Priadi T, & Rahayu IS. 2014a. Karakteristik dan sifat-sifat dasar kayu jati unggul umur 4 dan 5 tahun asal Jawa Barat. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 19, 50-56.
  25. Wahyudi I, Sinaga DKD, Muhran, & Jasni LB. 2014b. Pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan pohon dan beberapa sifat fisis-mekanis kayu jati cepat tumbuh. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 19, 204-210.
  26. Wanneng PX, Ozarska B, & Daian MS. 2014. Physical properties of Tectona grandis grown in Laos. Journal of Tropical Forest Science 26, 389-396.
  27. Wardani BE, Na’iem M, & Indrioko S. 2008. Evaluasi uji klon jati (Tectona grandis L.f.) umur 9 tahun di KPH Ciamis dan KPH Cepu Perum Perhutani. Thesis (Tidak Dipubikasikan). Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada.



DOI: https://doi.org/10.22146/jik.16510

Article Metrics

Abstract views : 2696 | views : 7582

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Ilmu Kehutanan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by :

 

Jurnal Ilmu Kehutanan/Journal Forest Science is under the license of Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International

Creative Commons License

View My Stats