Tingkat Pendapatan Curahan Tenaga Kerja pada Hutan Rakyat di Kabupaten Ciamis

https://doi.org/10.22146/jik.10195

Budiman Achmad(1*), Ris Hadi Purwanto(2), Sambas Sabarnurdin(3)

(1) Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis Jl. Raya Ciamis - Banjar Km. 4 PO. Box 5 Ciamis 46201
(2) Bagian Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
(3) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
(*) Corresponding Author

Abstract


Tenaga kerja pada usaha hutan rakyat belum diperhitungkan sebagai faktor produksi yang penting sehingga menyebabkan pendapatan dari hutan rakyat kurang optimal. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pendapatan dan alokasi tenaga kerja pada pengelolaan hutan rakyat serta hubungannya dengan karakter petani. Data dikumpulkan selama bulan Mei sampai Juli 2010 di Desa Ciomas, Desa Kalijaya, dan Desa Kertaharja melalui wawancara pada 60 petani yang dipilih secara sengaja. Data yang terkumpul kemudian dianalisa menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan rata-rata luas pemilikan hutan, usaha hutan rakyat menyumbangkan pendapatan pada petani di Desa Ciomas, Kalijaya, dan Kertaharja Kabupaten Ciamis berturut-turut sebesar Rp 6.641.783,-/th; Rp 8.029.358,-/th, dan Rp 6.302.431,-/th. Mayoritas tenaga kerja di Desa Kalijaya dan Desa Ciomas Kabupaten Ciamis dialokasikan untuk mengelola hutan rakyat yaitu sebesar 104,77 HKP/ha/th dan 216,93 HKP/ha/th, sedangkan alokasi tenaga kerja di Desa Kertaharja sebesar 210,05 HKP/ha/th. Potensi penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian di Kabupaten Ciamis tergolong tinggi, yakni lebih dari 75%. Dalam hubungannya dengan alokasi tenaga kerja, secara umum usia petani mempunyai korelasi positif sedangkan luas lahan mempunyai korelasi negatif.

Kata kunci: potensi serapan, alokasi tenaga kerja, pendapatan, hari kerja pria (HKP), luas lahan.

 

Incomes and labor allocation in community forests in Ciamis Regency

Abstract

Labor for private forest business has not been considered as an important production factor, which it makes the incomes from the private forests is unfavourable. The research was carried out to find out the incomes and labor allocation on private forests management as well as their correlation to farmer characteristics. Data were collected during May to July 2010 at Ciomas, Kalijaya and Kertaharja villages by interviewing sixty purposively selected farmers. Data were analyzed by qualitative and quantitative description. The results revealed that on the basis of land width ownership, the business earned an income to the farmers in Ciomas, Kalijaya and Kertaharja villages of Ciamis district were 6,641,783 IDR/year; 8,029,358 IDR/year, and 6,302,431 IDR/year, respectively. The labors in Kalijaya and Ciomas villages of Ciamis district were mostly allocated to manage private forests i.e. 104.77 MDW/ha/year and 216.93 MDW/ha/year respectively as labors allocation in Kertaharja village were 210.05 MDW/ha/year. The potency of labor absorption level on agriculture sectors in Ciamis district defined as high, which was more than 75 percent. In relation to labor allocation, generally, ages of farmers had positive correlation while the land width had negative ones.

 


Keywords


absorption potency; labor allocation; income; men daily work (MDW); land width

Full Text:

PDF


References

  1. Attar M. 2000. Hutan rakyat; Kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga petani dan perannya dalam perekonomian desa (Kasus di Desa Sumberejo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah). Dalam : Hutan Rakyat Di Jawa Perannya dalam Perekonomian Desa. Suharjito D (Ed). Program Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Masyarakat (P3KM). Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.
  2. Awang SA, Santosa H, Widayanti WT, Nugroho Y, Kustomo, & Sapardiono. 2001. Gurat Hutan Rakyat di Kapur Selatan. Debut Press. Jogjakarta.
  3. BPS Kabupaten Ciamis. 2010. Kabupaten Ciamis dalam Angka Tahun 2010. Katalog BPS: 1403.3207. Badan Pusat Statistik Kabupaten Ciamis.
  4. Diniyati D, Fauziyah E, Sulistyati T, Suyarno W, & Mulyati E. 2010. Pola Agroforestri di Hutan Rakyat Penghasil Kayu Pertukanggan (Sengon). Laporan Hasil Penelitian Tahun 2010. Balai Penelitian Kehutanan Ciamis.
  5. Diniyati D & Fauziyah E. 2011. Pengelolaan hutan rakyat oleh petani di Kabupaten Ciamis. Prosiding Workshop Status Riset dan Rencana Induk Penelitian Agroforestry. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktifitas Hutan. Bogor.
  6. Darusman D. 2001. Resiliensi Kehutanan Masyarakat di Indonesia. Debut Press. Yogyakarta
  7. Gontkovièová B, Bohuslava M, & Michal P. 2015. Youth unemployment - current trend in the labour market? Procedia Economics and Finance 23, 1680-1685.
  8. Ichwandi I. 2001. Dampak Krisis Ekonomi terhadap Usaha Kehutanan Masyarakat: Studi Kasus di Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Dalam : Resiliensi Kehutanan Masyarakat di Indonesia. Darusman D (Ed). Debut Press. Jogjakarta.
  9. Khan M, Saima A, Hafiz ZM, & Kashif M. 2013. Analysing skills, education and wages in Faisalabad: Implications for labour market. Procedia Economics and Finance 5, 423-432.
  10. Khususiyah N, Buana Y, & Suyanto. 2010. Hutan Kemasyarakatan (HKm): Upaya Meningkatkan Kesejahtaeraan dan Pemerataan Pendapatan Petani Miskin di Sekitar Hutan. Brief No. 06 Policy Analysis Unit Juni 2010. World Agroforestry Centre.
  11. Mustofa MS. 2011. Perilaku masyarakat desa hutan dalam memanfaatkan lahan di bawah tegakan. Jurnal Komunitas 3(1), 1-11.
  12. Pujianto E. 2008. Analisis Penyerapan dan Curahan Tenaga Kerja Keluarga pada Usaha Peternakan Domba (Studi Kasus di Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan dan Desa Cigudeg Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Skripsi (Tidak dipublikasikan). Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.
  13. Purwanto SE, Wati & Cahyono SA. 2004. Kelembagaan untuk mendukung pengembangan hutan rakyat produktivitas tinggi. Prosiding Ekspose Terpadu Hasil Penelitian, Yogyakarta 11- 12 Oktober 2004. Puslitbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. 53-65.
  14. Riddell WC & Xueda S. 2012. The role of education in technology use and adoption : Evidence from the Canadian workplace and employee survey. Discussion Paper No 6377. IZZA. http://ftp.iza.org/dp6377.pdf. 10 September 2014 (10.25)
  15. Subroto. 2013. Indonesia di Tanganmu : Persembahan Pemikiran bagi Generasi Muda Indonesia Menuju Indonesia 2045. Penerbit Buku Kompas, Jakarta.
  16. Sudaryanto T, Saliem HP, & Pasaribu S. 1981. Pola Penggunaan Tenaga Kerja di Pedesaan. Studi Kasus di Empat Desa Kabupaten Kudus dan Klaten, Jawa Tengah. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Badan Penelitian dan Pengambangan Pertanian. Departemen Pertanian.
  17. Susilowati SH & Suhaeti RN. 2012. Dinamika Ekonomi Pedesaan di Jawa Barat. http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/wr241025.pdf. 28 Juni 2012 (9.35)
  18. Simanjuntak T. 2007. Analisis Curahan Tenaga Kerja dan Pendapatan Petani Dafed pada Usahatani Padi Sawah. (Studi Kasus : Desa Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun). Skripsi (Tidak dipublikasikan). Departemen Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.
  19. Vasile V & Irina A. 2015. The educational level as a risk factor for youth exclusion from the labour market. Procedia Economics and Finance 22, 64-71.



DOI: https://doi.org/10.22146/jik.10195

Article Metrics

Abstract views : 1661 | views : 1785

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Jurnal Ilmu Kehutanan




© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by :

 

Jurnal Ilmu Kehutanan/Journal Forest Science is under the license of Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International

Creative Commons License

View My Stats