Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja

https://doi.org/10.22146/ijcn.22900

Weni Kurdanti(1*), Isti Suryani(2), Nurul Huda Syamsiatun(3), Listiana Purnaning Siwi(4), Mahardika Marta Adityanti(5), Diana Mustikaningsih(6), Kurnia Isnaini Sholihah(7)

(1) Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta
(2) Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta
(3) Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta
(4) Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta
(5) Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta
(6) Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta
(7) Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Background: The cause of obesity in adolescents is multifactorial. Increased consumption of fast food (fast food), lack of physical activity, genetic factors, the influence of advertising, psychological factors, socioeconomic status, diet, age, and gender are all factors that contribute to changes in energy balance and lead to obesity.

Objective: To determine the factors that affect the incidence of obesity in adolescents.

Method: A case-control study with a total of 144 subjects, cases are obese adolescents (BMI/U> + 2SD) and controls were non-obese adolescents. The independent variable is the macronutrient intake, fiber intake, the pattern of consumption of fast food, the consumption patterns of food / sugary beverages, physical activity, psychological factors (self-esteem), genetic factors, and intake of breakfast, while the dependent variable was the incidence of obesity. Data analysis using chi-square test and logistic regression.

Results: Factors significantly associated (p<0.05) and a risk factor for obesity in adolescent is energy intake (OR=4.69; CI 95%=2.12-10.35); fat (OR=2.34; CI 95%=1.19-4.57); carbohydrates (OR=2.64; CI 95%=1.34-5.20); the frequency of fast food (OR=2.47; CI 95%=1.26-4.83); and the morning breakfast intake (OR=5.24; CI 95%=2.56-10.71).

Conclusion: Teens who have excessive macronutrient intake, the frequency of consumption of fast food often, physical activity is not active, has a mom and dad with obesity status, and no breakfast, greater risk of obesity.


Keywords


breakfast; fast food; genetic; intake; obesity; physical activity; teenagers

Full Text:

PDF


References

  1. Aini AN. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada remaja di perkotaan. Unnes Journal of Public Health 2012;1(2).
  2. Depkes. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Depkes; 2010.
  3. Barasi ME. At a Glance ilmu gizi. Jakarta: Erlangga; 2007.
  4. Gibson RS. Principle of nutritional assessment. New York: Oxford University Press; 2005.
  5. Kementrian Kesehatan RI. Pedoman pelayanan gizi rumah sakit. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2013.
  6. Utami NR. Perbedaan konsumsi serat pada siswa yang obesitas dan tidak obesitas di sekolah lanjutan tingkat pertama di Kota Yogyakarta [Skripsi]. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada; 2008.
  7. Misnadiarly. Obesitas sebagai faktor risiko beberapa penyakit. Jakarta: Pustaka Obor Populer; 2007.
  8. Rahmawati, N. (2009). Aktivitas fisik, Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food), dan Keterpaparan Media serta Faktor-faktor Lain yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Siswa SD Islam Al-Azhar 1 Jakarta Selatan Tahun 2009 [Skripsi]. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia; 2009.
  9. Altmatsier S, Susirah S, Moesijanti S. Gizi seimbang dalam daur kehidupan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2011.
  10. Pampang E, Purba MB, Huriyati E. Asupan energi, aktivitas fisik, persepsi orang tua, dan obesitas siswa dan siswi SMP di Kota Yogyakarta. Jurnal Gizi Klinik Indonesia 2004;5(3):108-113
  11. Almatsier S. Prinsip-prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2004.
  12. Soetjiningsih. Buku  Ajar:  tumbuh    kembang  remaja  dan  permasalahannya. Jakarta : Sagung Seto; 2004.
  13. Marmi. Gizi dalam kesehatan reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2013.
  14. Proverawati A, Prawirohartono EP, Kuntjoro T. Jenis kelamin anak, pendidikan ibu, dan motivasi dari guru serta hubungannya dengan preferensi makanan anak sekolah pada anak prasekolah di TK Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jurnal Gizi Klinik Indonesia 2008;5(2):78-83.
  15. Adriani M, Wirjadmadi B. Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Jakarta: Khasrisma Putra Utama; 2012.
  16. Kusharto CM. Serat makanan dan peranannya bagi kesehatan. Jurnal Gizi dan Pangan 2006;1(2):45-54.
  17. Stump SE. Nutrition and diagnosos-reklated care. USA: Liponcott WW Philadhelpia; 2008.
  18. Indraswari N. Hubungan asupan serat dan antioksidan dengan kejadian sindrom metabolik pada peserta GMC Health Center [Skripsi]. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada; 2012.
  19. Rahayuningtyas F. Hubungan antara asupan serat dan faktor lainnya dengan status gizi lebih pada siswa SMPN 115 Jakarta Selatan Tahun 2012 [Skripsi]. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia; 2012.
  20. Zulfa F. Peran  kesehatan  masyarakat  dalam  pencapaian  MDG’s  di Indonesia. Prosiding; 12 April 2011; Jakarta.
  21. Suhendro. Fast food  sebagai faktor resiko terjadinya obesitas pada remaja siswa- siswi  SMU di  Kota  Tangerang  Propinsi Banten [Tesis]. Yogyakarta: Magister Ilmu ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Utama Gizi dan Kesehatan, Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada; 2003
  22. Badjeber F. (2009). Konsumsi Fast Food sebagai Faktor Risiko terjadinya Gizi Lebih pada Siswa SD Negeri 11 Manado [Skripsi]. Manado: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado; 2009.
  23. Nurmalina Rina. Pencegahan dan Manajemen Obesitas. Bandung: Elex Media Komputindo; 2011.
  24. Huriyati E, Hadi H, Julia M. Aktivitas fisik pada remaja SLTP Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul serta hubungannya dengan kejadian obesitas. Jurnal Gizi Klinik Indonesia 2004;1(2):54-60.
  25. Rampersaud GC, Pereira MA, Girard BL, Adams J, Metzl JD. Breakfast  habits,  nutritional  status, body  weight, and academic performance  in  children  and  adolescents. J Am Diet Assoc 2005;105(5):743-60.
  26. NIDDK  (National  Istitute  of  Diabetes  and  Digestive  and  Kidney  Disease). Understanding adult obesity. [series online] 2001 [cited 15 Januari 2014]. Available from: http://win.niddk.nih.gov/publications/understanding.htm.
  27. Arisman. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC;2004.



DOI: https://doi.org/10.22146/ijcn.22900

Article Metrics

Abstract views : 21749 | views : 133761

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Jurnal Gizi Klinik Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Gizi Klinik Indonesia (JGKI) Indexed by:
 
 Crossref   Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) Indonesia OneSearch (IOS)  CORE   

  Creative Commons License

JGKI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

free
web stats View My Stats