Jejak Organisasi Asrama Ratnaningsih: Digitalisasi Sebagai Upaya Penyelamatan Arsip

https://doi.org/10.22146/diplomatika.28247

Arif Rahman Bramantya(1*)

(1) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstract

Ratnaningsih dormitory is a female student dormitory founded by UGM Women's Family Association (PWK UGM) with a capacity of 90 peoples in the 1960s. At that time, Ratnaningsih dormitory was very helpful for the students as a result of large amount of the students studying at UGM. Through the organization of the Family of Ratnaningsih Female Student Dormitory (KAMPR), various activities are recorded and documented. Along the time, KAMPR began to fade away and disperse, so the archives was not maintained and it’s almost lost. One of the saved collection of KAMPR refers to organization's photographs archive. In archival management, the photographs archive included in audiovisual form and it’s required a contextual approach to be descripted in accordance with international standards. Specifically, this study explains the importance of archives for human life and historical consciousness of the students about KAMPR activities through the students learning process of photographs archive management as a non credits practice. The process of digitilalization becomes an important part in the maintain and preservation of photographs archive. Eventually, (virtual) exhibitions is one of the media socialization as an educational tool that can increase public conciousnes in the era of information technology.

 

Intisari

Asrama Ratnaningsih adalah asrama mahasiswa putri yang didirikan oleh Persatuan Wanita Keluarga UGM (PWK UGM) dengan kapasitas 90 orang di tahun 1960an. Pada saat itu, asrama Ratnaningsih sangat membantu para mahasiswa sebagai akibat dari banyaknya mahasiswa yang belajar di UGM. Melalui organisasi Keluarga Asrama Mahasiswa Ratnaningsih (KAMPR), berbagai kegiatan organisasi direkam dan didokumentasikan. Dengan berjalannya waktu, KAMPR mulai memudar dan membubarkan diri, oleh karena itu arsipnya tidak terawat dan hampir hilang. Salah satu koleksi KAMPR yang tersimpan mengacu pada arsip foto organisasi. Dalam pengelolaan arsip, arsip foto termasuk dalam bentuk audiovisual dan diperlukan pendekatan kontekstual untuk dapat diseskripsi sesuai dengan standar internasional. Secara khusus, penelitian ini menjelaskan pentingnya arsip bagi kehidupan manusia dan kesadaran sejarah tentang kegiatan KAMPR melalui proses pembelajaran mahasiswa dalam pengelolaan arsip foto sebagai bentuk praktik non SKS. Proses digitalisasi menjadi bagian penting dalam pemeliharaan dan pelestarian arsip foto. Pada akhirnya, pameran (virtual) merupakan salah satu media sosialisasi sebagai alat edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat di era teknologi informasi.

 


Keywords


KAMPR; arsip foto; kesadaran sejarah; digitalisasi; pameran; photographs archive; historical consciousness; digitalization; exibitions



References

Adhie Gesit Pambudi (2014). "Konteks, Konteks, Konteks! Aspek Fundamental Dalam Proses Pengolahan Arsip Foto". Jurnal Kearsipan, Volume 9, No. 1. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia.

Anna Mariana (2014). “Menghidupkan Arsip, Mencipta Wacana. Pentingnya Arsip Untuk Gerakan Sosial”, Farah Wardani dan Yoshi fajar Kresno Murti. Arsipelago, Kerja Arsip dan Pengarsipan Seni Budaya di Indonesia. Yogyakarta: Indonesia Visual Art Archive (IVAA).

Arif Rahman Bramantya (2016). “Revolusi Mental, Gerakan Sadar Arsip dan Kesadaran Sejarah”, dalam Revolusi Mental Bidang Kearsipan, ANRI Media Kearsipan Nasional, Edisi 70. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia.

Basir Barthos (2005). Manajemen Kearsipan. Jakarta: Bumi Aksara.

David Robert (1993). “Managing Records in Special Format”, Judith Ellis (ed), in Keeping Archive. Melbourne: D.W Thorpe.

Dhani Sugiharto (2011). “Penyelamatan Arsip di Era Teknologi Digital”, dalam Peran Arsip dalam Membangun Karakter Bangsa, ANRI Media Kearsipan Nasional, Edisi 54. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia.

Fitria Agustina (2013). “Mengenal Persatuan Wanita Keluarga Universitas Gadjah Mada melalui Khazanah Arsip”, Khazanah, Volume 6, No. 2. Yogyakarta: Arsip Universitas Gadjah Mada.

Helen P. Harrison (1997). Audiovisual Archives: A Practical Reader. Paris: UNESCO.

Herman Setyawan (2014). “Preservasi Material Fotografi”, Khazanah, Volume 7, No. 1. Yogyakarta: Arsip Universitas Gadjah Mada.

Klaus B. Hendriks (1984). The Preservation and Restoration of Photographic Materials in Archives and Libraries: A RAMP Study with Guidelines. Paris: UNESCO.

Machmoed Effendhie, Herman Setyawan (2012). Panduan Ringkas Pengelolaan Arsip Foto. Yogyakarta: Arsip Universitas Gadjah Mada.

Machmoed Effendhie, dkk (2010). Panduan Umum Digitalisasi Arsip. Yogyakarta: Arsip Universitas Gadjah Mada.

Machmoed Effendhie (2013). “Penilaian dan Model Finding Aids Arsip Foto: Sebuah Pengantar”, Khazanah, Volume 6, No. 1. Yogyakarta: Arsip Universitas Gadjah Mada.

Roeslan Abdulgani (1980). Arsip dan Sejarah. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia.

Undang-Undang No. 43 tahun 2009 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan.

Peraturan Kepala ANRI Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pedoman Preservasi Arsip Statis.

Surat Edaran Kepala ANRI Nomor 1 Tahun 2017 tentang Peringatan Hari Kearsipan Ke-46 tahun 2017.

http://www.etnohistori.org/

https://www.ica.org/sites/default/files/CBPS_2000_Guidelines_ISAD%28G%29_Second-edition_EN.pdf



DOI: https://doi.org/10.22146/diplomatika.28247

Article Metrics

Abstract views : 1126 | views : 948

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Diplomatika Jurnal Kearsipan Terapan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN (online) : 2598-0009

ISSN (print)   : 2597-9981

View My Stats