PENGGUNAAN SPATIAL MULTICRITERIA ANALYSIS UNTUK MENENTUKAN DAERAH RAWAN MALARIA DI KABUPATEN PURWOREJO (Application of Spatial Multicriteria Analysis Determining Malaria Vulnarable Area in Purworejo Regerency)

https://doi.org/10.22146/jml.24819

Prima Widayani(1), Erika Yuliantari(2*)

(1) Departemen Sains Informasi Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Jalan Kaliurang, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
(2) Departemen Sains Informasi Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Jalan Kaliurang, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Malaria merupakan salah satu penyakit menular endemis yang masih menjadi perhatian khusus pada kesehatan masyarakat di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Purworejo. Tahun 2013, terdapat 615 kasus kejadian penyakit malaria pada semua rentang umur di kabupaten ini. Penanganan penyakit ini dilakukan dengan beberapa cara, contohnya adalah dengan surveilans malaria. Kegiatan surveilans bermaksud untuk melaksanakan tindakan penanggulangan yang cepat dan akurat disesuaikan dengan kondisi setempat. Salah satu tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan gambaran distribusi penyakit malaria yang dapat dilakukan dengan pembuatan peta kerawanan penyakit malaria. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kerawanan wilayah terhadap penyakit malaria dengan metode Spatial Multicriteria Analysis (SMCA). Penelitian ini memanfaatkan data Citra Landsat 8 dan beberapa data sekunder yang diolah dengan menggunakan software ILWIS. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa metode SMCA dapat memetakan kerawanan penyakit malaria dan terdapat enam kecamatan di Kabupaten Purworejo yang rawan, yaitu Kecamatan – kecamatan Bruno, Bener, Gebang, Loano, Kaligesing, dan Bagelen.

Abstract

Malaria is one of endemic infectious disease that has been special concern in Indonesian public health, especially in Purworejo Regency. In 2013, there were 615 incident cases of malaria disease in all age ranges. There are several kinds of handling malaria disease, one of which is malaria surveillances. Surveillances activity intends to implement handling fast and accurate actions. One of this activity aims to obtain overview distribution of malaria disease which can be done with vulnerable mapping. This study aims to determine vulnerability of area with malaria disease using Spatial Multicriteria Analysis (SMCA). It has been done by utilizing Landsat 8 Imagery data and some of secondary data processing with ILWIS software. The result of this study showed that SMCA methods can be used to vulnerability mapping of malaria disease and found that there are six vulnerable districts, Bruno, Bener, Gebang, Loano, Kaligesing, and Bagelen District.


Keywords


kerawanan; lingkungan; malaria; peta; spatial multicriteria analysis; environment; vulnerability; malaria; map; spatial multicriteria analysis

Full Text:

PDF


References

Anonim, 2010. Malaria. Who Report on Global Surveillance of Epidemic-prone Infectious Diseases. Website : http://www.who.int/csr/resources/publications/surveillance/CSR_ISR_2000_1web/en/. Diakses pada : April 2009.

Anonim, 2014. Data Penderita Malaria Kabupaten Purworejo. Laporan Tahunan. Departemen Kesehatan RI : Jakarta.

Bhattacharya, S., dan Datta, D., 2006. Effects of Economic Behaviour and People Migrantion on The Epidemiology of Malaria : A Model Based Study. J. Manusia & Lingkungan, 13(3):101-111.

Hongoh, V., Hoen, A.G., Aenishaensin, C., Waaub, J.P., Belanger, D., dan Michel, P., 2011. Spatially Explicit Multi Criteria Decision Analysis for Managing Vector Born Diseases International Journal of Health Geographics.10:70.

Clennon, J.S., Kamangan, A., Musapa, M., Shiff, C., dan Glass, G.E., 2010, Identifyng Malaria Vector Breeding Habitats With Remote Sensing data and Terrain Based Landsacape Indices in Zambia, International Journal of Helath Geographic, 9:58.

Meng, Y., Qian, Y., Zhang,Y; Sheng, J ; Shen, D., dan Ge, Y., 2011. Spatial Multicriteria Decision Analysis of Flood Risks in Aging-Dam Management in China: A Framework and Case Study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 8(5):1368-1387.

Ponçon, N., Toty, C., Linard, C., Guis, H., Ferré, J.B., Seen, D.L., Roger, F., de la Rocque, S., Fontenille, D., dan Baldet, T., 2008, Using Remote Sensing to Map Larval and Adult Populations of Anopheles hyrcanus (Diptera: Culicidae) a Potential Malaria Vector in Southern France, International Journal of Health Geographics. 7:9

Thaharuddin, Soeyoko, dan Sutomo, A.H., (2004). Lingkungan Perumahan, Kondisi Fisik, Tingkat Pengetahuan, Perilaku Masyarakat dan Angka Kejadian Malaria di Kota Sabang. J. Manusia & Lingkungan, 11(3):126-133.

Watofa, A.F. Husodo, A.H. Sudarmadji dan Setiani, O., 2017. Risiko Lingkungan Fisik Terhadap Kejadian Malaria di Wilayah Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. J. Manusia & Lingkungan, 24(1):31-38.

Wibowo, A., dan Semedi, J.M., 2011. Model Spasial dengan SMCE Untuk Kesesuian Kawasan Industri (Studi Kasus di Kota Serang). Globe, 13 (1):50-59.



DOI: https://doi.org/10.22146/jml.24819

Article Metrics

Abstract views : 516 | views : 504

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Manusia dan Lingkungan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JML Indexed by:


Web
Analytics View My Stats