Diskursus Alternatif Hak Kesehatan Menstruasi: Menganalisa Keterlibatan Biyung Indonesia dalam Permasalahan Kemiskinan Menstruasi melalui Advokasi Pembalut Kain
PDF

Keywords

Women's Advocacy
Period Poverty
Menstrual Health Rights
Discourse

How to Cite

Salsabila Laily Maulina, & Pinem, M. L. (2025). Diskursus Alternatif Hak Kesehatan Menstruasi: Menganalisa Keterlibatan Biyung Indonesia dalam Permasalahan Kemiskinan Menstruasi melalui Advokasi Pembalut Kain. Journal of Social Development Studies, 6(2). https://doi.org/10.22146/jsds.21043

Abstract

Abstrak

Penelitian ini menganalisis wacana menstruasi dalam masyarakat dengan menggunakan perspektif Michel Foucault mengenai kekuasaan, wacana, dan pengetahuan. Melalui metode studi kasus, penelitian ini menelaah peran Biyung Indonesia dalam membangun wacana alternatif di tengah dominasi wacana arus utama. Wacana arus utama didominasi oleh norma sosial yang menstigmatisasi menstruasi sebagai hal tabu, sehingga membatasi percakapan terbuka dan melanggengkan praktik manajemen menstruasi yang mengabaikan hak kesehatan perempuan. Dominasi ini diperkuat oleh kebijakan negara dan kontrol industri yang cenderung mendorong penggunaan pembalut sekali pakai tanpa menyediakan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Sebagai respons, Biyung Indonesia mendorong keterbukaan, menyelenggarakan edukasi kesehatan menstruasi, dan mempromosikan pembalut kain sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. Wacana menstruasi memiliki peran krusial dalam isu kesetaraan gender, hak atas kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan, yang menjadikannya sebagai agenda penting dalam pembangunan sosial. Penelitian ini mengisi kesenjangan literatur dengan mengeksplorasi bagaimana Biyung Indonesia mendorong perubahan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan.

 

Kata kunci: Advokasi Perempuan; Kemiskinan Menstruasi; Hak Kesehatan Menstruasi; Diskursus

 

Abstract

This study analyzes the discourse surrounding menstruation in society through the lens of Michel Foucault's theories on power, discourse, and knowledge. Using a case study method, the research explores how Biyung Indonesia constructs an alternative discourse to challenge the dominance of mainstream narratives. Mainstream discourse often stigmatizes menstruation as taboo, limiting open conversation and perpetuating practices that neglect women's health rights. This is reinforced by state policies and industry control, which tend to prioritize disposable pads while overlooking more sustainable alternatives. In response, Biyung Indonesia challenges this dominant narrative by advocating for open dialogue, promoting menstrual health education, and championing cloth pads as an environmentally friendly solution. The discourse on menstruation is crucial for advancing gender equality, health rights, and environmental sustainability, making it a vital issue in social development. This research fills a gap in the literature by examining how grassroots movements like Biyung Indonesia can foster policy changes that are more responsive to women’s needs.

 

Keywords: Women's Advocacy; Period Poverty; Menstrual Health Rights; Discourse

https://doi.org/10.22146/jsds.21043
PDF

References

Agustin, W. (2024, 3 September). Menjamin hak kesehatan menstruasi. sdgsyouthhub.id. https://sdgsyouthhub.id/berita-blog/blog/menjamin-hak-kesehatan-menstruasi diakses pada tanggal 2 Januari 2025
Almira, R. (2020). Seksualitas yang lain: Studi tentang diskursus seksualitas kaum LGBTQ dan komunitas plush di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ar-Rahmah, N. K., Wonua, A. R., & Ismanto, I. (2023). Pengaruh Kesadaran Kesehatan Dan Pengetahuan Produk Terhadap Minat Beli Pada Produk Menstrual PAD: Studi Pada Tenaga Kerja Kesehatan Perempuan Di Puskesmas Pomalaa. Pusat Publikasi Ilmu Manajemen, 1(4), 43-57. doi: 10.59603/ppiman.v1i4.99
Bachri, S. F. (2021). Diskursus cuci tangan pada masa pandemi COVID-19 di Kelurahan Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative research in psychology, 3(2), 77-101.
Bungin, B. (2007). Penelitian kualitatif. Jakarta: Kencana.
Dian, R. (2023, 24 Mei ). Mengenal period poverty, krisis menghantui perempuan Indonesia. Narasi Daily. https://narasi.tv/read/narasi-daily/period-poverty-adalah diakses pada tanggal 8 Oktober 2025
Dalam Pemberdayaan, P. L. P. Y. (2017). Participatory Learning and Action (PLA) di desa terpencil. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 1(1), 81-98. doi: 10.14421/jpm.2017.011-05
Faiqah, A. N., & Puspitasari, N. (2023). Literature review: Penyebab dan dampak period poverty di Indonesia. Media Gizi Kesmas, 12(2), 1133-1144. Doi: 10.20473/mgk.v12i2.2023.1133-1144
Fauzian, M. (2016, Desember). Analisis isi advokasi The Council on American-Islamic Relations (CAIR) dalam menangani isu Islamophobia di Amerika Serikat. Jurnal HI, 1-11.
Gupta, J., Pouw, N. R., & Ros-Tonen, M. A. (2015). Towards an elaborated theory of inclusive development. The European Journal of Development Research, 27, 541-559. doi: 10.1057/ejdr.2015.30
Gutama, P. P. B., & Widiyahseno, B. (2020). Inklusi sosial dalam pembangunan desa. Reformasi, 10(1), 70-80.
Hanina, T. (2022, 28 Januari). Perjalanan inspiratif Westiani Agustin, founder Biyung Indonesia. IDN Times. https://www.idntimes.com/life/women/tyas-hanina-1/westiani-agustin-founder-biyung-indonesia-akuperempuan?page=all diakses pada tanggal 7 Desember 2024
Hadi, S. (2002). Metodologi riset. Yogyakarta: Andi Offset.
Haryatmoko. (2016). Membongkar rezim kepastian pemikiran kritis post-strukturalis.
Herdiansah, A. G. (2016). Peran organisasi masyarakat (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam menopang pembangunan di Indonesia. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 1(1), 49-67.
Kristianto, K., Ramadhan, A. B., & Marsetyo, F. D. (2021). Media sosial dan connective action: Studi kasus penggunaan Twitter sebagai ruang solidaritas selama pandemi COVID-19. Journal of Social Development Studies, 2(1), 1-13. doi: 10.22146/jsds.1037
Miletzki, J., & Broten, N. (2017). An analysis of Amartya Sen's Development as Freedom. Macat Library.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Sage.
Moleong, L. J. (2017). Metode penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Munif, W. (2022). Pengembangan konsep pemberdayaan perempuan kampung untuk mencegah kekerasan berbasis gender di Kampung Paluh Kabupaten Siak. SCIENTIA: Journal of Multi Disciplinary Science, 1(1), 62-72.
Noor, J. (2011). Metodelogi penelitian. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Raco, J. (2018). Metode penelitian kualitatif: Jenis, karakteristik, dan keunggulannya.
Rohmah, F. L. (2024). Pemberdayaan masyarakat dalam program Lumbung Mataraman melalui asset-based community development (Studi kasus: Lumbung Mataraman di Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunung Kidul).
Rokis, R., Hussein, S. F. S., Sulaiman, S., Tohid, N. F. M., & Komuniti, J. K. (2021). Memperkasakan keusahawanan sosial produk menstruasi bagi membasmi kemiskinan haid. International Journal for Studies on Children, Women, Elderly and Disabled.
Sripambudi, G. I., Hilman, Y. A., & Triono, B. (2020). Strategi Dinas Pariwisata dalam pengembangan infrastruktur objek wisata Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(1), 38-50. doi: 10.37329/ganaya.v3i1.421
SS, P. G. (2021). Perempuan-perempuan tanpa sayap: Akses dan strategi gelandangan di Yogyakarta terhadap sanitasi dan produk menstruasi (Disertasi Doktoral, Universitas Gadjah Mada).
Terry, G., Hayfield, N., Clarke, V., & Braun, V. (2017). Thematic analysis. The SAGE Handbook of Qualitative Research in Psychology, 2, 17–37.
Tohit, N. F. M., Komuniti, J. K., Hussien, S. F. A. B. S., Sulaiman, S., & Rokis, R. (2021). Kemiskinan haid: Krisis kesihatan awam yang perlu diakhiri. Penduduk dan Keluarga Berkualiti, 65.
Tutut, L. (2014). Perempuan desa, isu gender, dan pemberdayaan perempuan: Studi kasus kelompok pemberdayaan perempuan oleh Lembaga Bakti Indonesia di Desa Putatsari (Disertasi Doktoral, Universitas Gadjah Mada).
Walby, S. (1989). Theorising patriarchy. Sociology, 23(2), 213–234. doi: 10.1177/0038038589023002004
Walby, S. (1990). Theorizing patriarchy. Basil Blackwell.
Yin, R. K. (2009). Case study research: Design and methods (Vol. 5). Sage.