One Dimensional Man and The Future of Indonesian Spirit of “Gotong Royong”

https://doi.org/10.22146/sasdayajournal.73308

Muhammad Rodinal Khair Khasri(1*)

(1) Collective Academia; Faculty of Philosophy, Gadjah Mada University
(*) Corresponding Author

Abstract


Artikel ini bertujuan menjelaskan signifikansi perkembangan teknologi terhadap pandangan hidup masyarakat modern yang kemudian dispesifikkan pada dinamika penghayatan dan implementasi nilai Gotong Royong. Semangat Gotong-royong di dalam masyarakat Indonesia mulai terkikis oleh dampak yang ditimbulkan oleh modernitas. Tesis Herbert Marcuse tentang “One-Dimensional Man” menjadi perspektif yang digunakan untuk merefleksikan kondisi sosial masyarakat modern. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis deduktif yang mengacu pada model penelitian kualitatif Alan Bryman. Penelitian ini menawarkan sebuah hipotesis yang disandarkan pada teori sosial Herbert Marcuse bahwa masyarakat modern didominasi oleh kesadaran palsu yang kemudian mereduksi manusia ke arah yang kontraproduktif dengan semangat Gotong-royong. Penelitian ini juga berupaya merekonstruksi teori Marcuse yakni dengan meletakkan sosio-epistemologi sebagai basis paradigmatis untuk memperkuat kerangka kerja implementasi nilai Gotong-royong menjadi sebuah praksis sosial.

 

Keywords


Epistemologi sosial, Gotong Royong, One-Dimensional Man, praksis sosial.

Full Text:

PDF


References

Allen, R. C. (2009). Engels’ pause: Technical change, capital accumulation, and inequality in the british industrial revolution. Explorations in Economic History, 46(4), 418–435. https://doi.org/10.1016/j.eeh.2009.04.004.

Anggorowati Sarmini, P. S. (2015). Pelaksanaan Gotong-Royong di Era Global (Studi Kasus Di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan). Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, (Vol 1, No 3 (2015): ARTIKEL), 39–53. Retrieved from http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/10766.

Bauwens, T., & Defourny, J. (2017). Social Capital And Mutual Versus Public Benefit: The Case of Renewable Energy Cooperatives. Annals of Public and Cooperative Economics, 88(2). https://doi.org/https://doi.org/10.1111/apce.12166.

Effendi, T. N. (2013). Budaya Gotong-Royong Masyarakat dalam Perubahan Sosial Saat Ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 2(1), 1–18.

Forman, M. (2013). One-Dimensional Man and the Crisis of Neoliberal Capitalism: Revisiting Marcuse in the Occupation. Radical Philosophy Review, 16(2), 507–528.

Griffin, E. (2013). Lyberty’s Dawn: Revolution, A People’s History of the Industrial Revolution. London: Yale University Press.

Hadi, P. H. (2001). Epistemologi: Filsafat Pengetahuan (7th ed.). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Irfan, M. (2017). Metamorfosis Gotong-royong dalam Pandangan Konstruksi Sosial. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1.14204.

Lestari Budiyono; Zulkarnain, Zulkarnain, M. S. B. (2015). Pergeseran Nilai Gotong-royongDalam Pengolahan Lahan Pertanian Desa Pulung Kencana. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), (Vol 3, No 5 (2015): JURNAL PENELITIAN GEOGRAFI (JPG)). Retrieved from http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JPG/article/view/9999.

Mahdi. (2012). Urgensi Akhlak Tasawuf dalam Kehidupan Masyarakat Modern. Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, (Vol 1, No 1 (2012)). Retrieved from http://syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/edueksos/article/view/365.

Marcuse, Herbert. (2004). Cinta dan Peradaban. Translated by Imam Baehaqi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Marcuse, Herbert. (2007). One-Dimensional Man. New York: Routledge Classics.

MPB Adelina; Nurmalisa, Yunisca, L. O. A. H. (2016). Relevansi Pemahaman Dan Sikap Pemuda Terhadap Nilai Gotong-royongUntuk Pembangunan. Jurnal Kultur Demokrasi, (Vol 4, No 4 (2016): JURNAL KULTUR DEMOKRASI). Retrieved from http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JKD/article/view/11187.

Nikmah, M. (2013). Pengaruh Pembauran Etnis Tionghoa Terhadap Peningkatan Partisipasi Gotong-royongdan Tolong Menolong Pada Masyarakat. DEMOCRATIA, (Vol 1, No 1 (2013)). Retrieved from http://e-journal.ikip-veteran.ac.id/index.php/democratia/article/view/208.

Palese, E. (2013). Zygmunt Bauman. Individual and society in the liquid modernity. SpringerPlus, 2(1), 1–4. https://doi.org/10.1186/2193-1801-2-191.

Riyanto, A. (2018). Relasionalitas (Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomen). Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.

Slikkerveer L.J. (2019) Gotong Royong: An Indigenous Institution of Communality and Mutual Assistance in Indonesia. In: Slikkerveer L., Baourakis G., Saefullah K. (eds) Integrated Community-Managed Development. Cooperative Management. Springer, Cham.

Subagyo. (2012). Pengembangan Nilai dan Tradisi Gotong-royongdalam Bingkai Konservasi Nilai Budaya. Indonesian Journal of Conservation, 1(1), 61–68.

Subbotsky, E. (2011). The Ghost in the Machine: Why and How the Belief in Magic Survives in the Rational Mind. Human Development, 54(3), 126–143. https://doi.org/10.1159/000329129.

Suhartono, Martin. (1993). “Dari yang Absurd ke Pemberontakan”. Tim Redaksi Driyarkara (ed). Diskursus Kemasyarakatan dan Kemanusiaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Watloly, Aholiab. (2016). Sosio-Epistemologi (Membangun Pengetahuan Berwatak Sosial). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Zuckerman, N. (2015). Heidegger and The Essence of Dasein. The Southern Journal of Philosophy, 53(4), 493–516. https://doi.org/10.1111/sjp.12151.



DOI: https://doi.org/10.22146/sasdayajournal.73308

Article Metrics

Abstract views : 484 | views : 374

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 SASDAYA: Gadjah Mada Journal of Humanities

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Registered number ISSN 2549-3884 (online) 

 hit
counter View My Stats