Socioeconomic and Demographic Characteristics of Children Under Five Years of Age Suffering from Stunting in Magelang Regency, Indonesia

https://doi.org/10.22146/jp.71683

Sri Rum Giyarsih(1*), Ratih Fitria Putri(2), Maulana Malik Sebdo Aji(3), Yuyun Arining Jayanti(4), Fauzi Darmawan(5), Darto Wahidin(6)

(1) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia.
(2) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(3) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(4) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(5) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(6) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


This study is set out to examine the socioeconomic and demographic characteristics of stunted children under five years of age in Magelang Regency, Central Java Province. Indonesia. It used questionnaire surveys (structured interviews) to collect data on 266 heads of households with stunted children under-five that had been selected using a tiered sampling method, then analyzed the data in the SPPS program. Also, in-depth interviews were conducted with informants from these households and staff of community health center, Health Office, Social Office, and Regional Development Planning Agency (BAPPEDA), and the resulting data were processed and analyzed through the stages of data reduction, data presentation, conclusion withdrawal, and verification. The quantitative data were tested for validity using the statistical procedures provided in the SPSS program, while the qualitative data were examined for their reliability by the triangulation method. The results showed that the majority of stunted children under-five in the regency had normal birth weight and length, received a complete series of immunization, and were breastfed. Furthermore, about one-third of the mothers were employed, showing that many of the families observed are less stable economically. This study also found that parents still lacked the knowledge to recognize stunting in their children, about 80 percent of which did not realize that their children experienced impaired growth and development. Another finding is that government programs have reached 50 percent of families with stunted children under-five.


Keywords


stunting; immunization; breastfeeding; children under-five; Magelang Regency

Full Text:

PDF


References

Adianti. 2010. Faktor Determinan “Stunting” pada Anak Usia 24-59 Bulan di Indonesia. Master Thesis. Institut Pertanian Bogor. Tidak dipublikasikan.

Aridiyah, F., N. Rohmawati., & M. Ririanty. 2015. Faktor Yang Memengaruhi Stunting pada Balita di Pedesaan dan Perkotaan. e-Jurnal Pustaka Kesehatan 3(1), 11-25

Aryastami, N.K., & I. Tarigan. 2017. Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan 45 (4), 233-240.

Azriful, A., E. Bujawati, E., H. Habibi., S. Aeni, S., & Y. Yusdarif. 2018. Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Al-sihah: The Public Health Science Journal 10(2), 192-203.

BAPPENAS(NationalDevelopmentPlanning Agency). (2011). Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2011-2015. Jakarta: BAPPENAS.

Chopra, M. 2003. Risk Factors for Undernutrition of Young Children in A Rural Area of South Africa. Public Health Nutr 6, 645–52.

De Onis, M., & F. Branca. 2016. Childhood Stunting: A global Perspective. Maternal and Child Nutrition, 12: 12–26. https://doi. org/10.1111/mcn.12231.

Government of Magelang Regency. 2020. (internet) (retrieved on February 26, 2020 at 21.26 WIB).

Government of Central Java Province. 2017. Keputusan Gubernur Central Java Nomor 560/94 Tahun 2017. Retrieved from http:// www.semarangkab.go.id/utama/images/ stories/data/UMK-Jateng-2018.pdf

Government of Central Java Province. 2019. Peraturan Gubernur Central Java (Pergub) Nomor 34 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pencegahan Stunting. 2020. (internet) (retrieved on February 26, 2020 at 21.26 WIB).

Government of Central Java Province. (2020). (internet) (retrieved on February 26, 2020 at 21.24 WIB).

Hanum, N. H. 2019. Hubungan Tinggi Badan Ibu dan Riwayat Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Amerta Nutrition 3(2), 78-84.

Hidayati, L., H. Hadi., & A. Kumara. 2010. Kekurangan Energi dan Zat Gizi Merupakan Faktor Risiko Kejadian Stunted Pada Anak Usia 1-3 Tahun yang Tinggal di Wilayah Kumuh Perkotaan Surakarta. Kesehatan 3(1), 89–104.

Ibrahim, I. A., & Faramita, R. 2015. Hubungan faktor sosial ekonomi keluarga dengan kejadian stunting anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Barombong kota Makassar tahun 2014. Al-Sihah : Public Health Science Journal, 7(1), 63–75. http://103.55.216.55/index.php/ Al-Sihah/article/view/1978.

Jahari, A.B., & D. Abunain. 1986. Perbandingan Validitas Beberapa Indeks Antropometri untuk Pemantauan Status Gizi Anak Balita. Gizi Indonesia 11 (2), 15-21.

Kurniawati, T. 2017. Langkah-Langkah Penentuan Sebab Terjadinya Stunting pada Anak. Pedagogi: Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini 3(1), 58–69.

Kustiani, A., & A.P. Misa. 2018. Perubahan Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Ibu Dalam Pemberian MP-ASI Anak Usia 6-24 Bulan Pada Intervensi Penyuluhan Gizi Di Lubuk Buaya Kota Padang. Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal), 5 (1), 51–57. https://doi.org/10.33653/jkp.v5i1.94

Kusumawardhani, I., I.M.A. Gunawan, & I. Aritonang. 2017. ASI Eksklusif, Panjang Badan Lahir, Berat Badan Lahir Rendah Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Puskesmas Lendah II Kulon Progo (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta). Tidak dipublikasikan.

Lalo, E., & S.K. Tahu. 2018. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerj Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Oebobo Kupang. Jurnal CHMK Midwifery Scientific 2 (3), 9-19.

Lestari, W., K. Lusi., & P.Astridya. 2018. Stunting: Studi Konstruksi Sosial Masyarakat Perdesaan dan Perkotaan Terkait Gizi dan Pola Pengasuhan Balita di Kabupaten Jember. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial 9(1), 17-33.

Ministry of Health of the Republic Indonesia. 2009. Buku Saku Gizi. Kapankan Masalah Ini Berakhir? Jakarta: Kemenkes RI.

---------------------------------. (2018a). Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Jakarta: Kemenkes RI.

---------------------------------. (2018b). Buletin Stunting. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 301(5), 1163–1178.

Mugianti, S., A.Mulyadi., A.K.Anam., & Z.L.Naja. 2018. Faktor Penyebab Anak Stunting Usia 25-60 Bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 5(3) 268–278. https://doi.org/10.26699/jnk.v5i3.art.p268-278.

Notoatmodjo, S. 2013. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Ni’mah. K., & S.R. Nadhiroh. 2015. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Media Gizi Indonesia 10 (1), 13-19.

Nusa, U., & C. Kupang. 2016. Faktor Penentu Stunting Anak Balita Pada Berbagai Zona Ekosistem Di Kabupaten Kupang. Jurnal Gizi Dan Pangan 11(1: 9–18. https://doi. org/10.25182/jgp.2016.11.1.%p

Paramashanti, B. A., H. Hadi, & I.M.A. Gunawan. 2016. Pemberian ASI Eksklusif Tidak Berhubungan dengan Stunting pada Anak Usia 6–23 Bulan di Indonesia. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 3(3), 162-174.

Pradigdo, E. 2018. Faktor Yang Memengaruhi Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Cepu Kabupaten Blora. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(5), 454–461.

Proverawati, A., & E.K. Wati, EK. 2011. Ilmu Gizi untuk Keperawatan & Gizi Kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Muha Medika.

Purnomo, R.A. 2017. Menulis Penelitian. Ponorogo: UNMUH Ponorogo Press. http://eprints.umpo.ac.id/2852/2/ Menulis%20Penelitian.pdf.

Rahayu, A. 2015. Riwayat Berat Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia di Bawah Dua Tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat 10 (2), 67-73.

Reinhardt, K., & J. Fanzo. 2014. Addressing Chronic Malnutrition through Multisectoral, Sustainable Approaches: A Review of Causes and Consequences. Frontiers in Nutrition, 1(August), 120– 121. https://doi.org/10.1159/000441823.

Riyadi, H. 2001. Metode Penilaian Status Gizi secara Antropometri. Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Rilyani&E.Trismiyana.2016.Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Panjang Bandar Lampung Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Holistik 10 (03), 105- 114.

Setyawati., & A.V. Vilda. 2018. Kajian Stunting Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin di Kota Semarang. Proceeding of The URECOL: 834-838.

Sulatri, D. 2012. Faktor Determinan Kejadian Stunting Pada Anak Usia Sekolah Di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Majalah Kedokteran Andalas, 36(1), 39–50.

Sutarto., M. Diana., & R. Indriyani. 2018. Stunting, Faktor Resiko, dan Pencegahannya. J Agromedicine 5 (1), 540-545.

TNP2K. 2017. Ringkasan 100 Kabupaten/ Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Jakarta: TNP2K- Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.

--------. 2018. Gerakan Nasional Pencegahan Stunting dan Kerjasama Kemitraan Multi Sektor. Jakarta: TNP2K-Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.

Uliyanti., D.G. Tamtomo., & S. Anantanyu. 2017. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24- 59 Bulan. JVK-Jurnal Vokasi Kesehatan 3 (2), 67-77.

United Nations Children’s Fund (UNICEF). 2006. Children Living in Poverty: Overwiew of Definition, Measurements and Policy. Division of Policy and Planning. New York: UNICEF.

Utomo, B. S. 2018. Bersama Cegah Stunting. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Wamani. H., A.N. Åstrøm., S. Peterson., J.K.Tumwind, & T. Tylleskär. 2006. Predictors of Poor Anthropometric Status Among Children Under 2 Years of Age in Uganda. Public Health Nutr 6 (9), 320–26.

WHO. 2018. Exclusive breastfeedingfor optimal growth, development, and health of infant. Tersedia di http://www.who.int/elena/titles/exclusive_breastfeeding/en/. (retrieved on November 01, 2019).

Winowatan, G., N.S. Malonda., & M.I. Punuh. 2019. Hubungan Antara Berat Badan Lahir Anak Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Batita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sonder Kabupaten Minahasa. KESMAS, 6(3), 25-41.



DOI: https://doi.org/10.22146/jp.71683

Article Metrics

Abstract views : 679 | views : 1110

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Populasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Copyright of Jurnal Populasi ISSN 0853-6202 (PRINT), ISSN: 2476-941X (ONLINE).


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Populasi Indexed by:

ROAD

web
analytics View My Stats