PERKEMBANGAN KESEJAHTERAAN PENDUDUK DI PROVINSI PAPUA

https://doi.org/10.22146/jp.11837

Ulah Tri Wibowo(1*), Tukiran Tukiran(2)

(1) Badan Pusat Statistik
(2) Tukiran, Drs., M.A.adalah staf pengajar Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. Ia menyelesaikan program master dari The Australian National University dengan spesialisasi demografi teknis. Di samping aktif menulis hasil analisis data BPS, seperti Sensus Penduduk, Susenas, Sakernas, Supas, dan SDKI, ia juga melakukan penelitian bidang migrasi, ketenagakerjaan, dan kemiskinan.
(*) Corresponding Author

Abstract


There is a disparity in welfare between the people who dwell in mountanous areas and those living in plains, coastalal areas which is due to the difference in accessibility. Coastal regions, develop fast and generally have higher economic and social well-being because of the better accessibility they are bestowed with. 

However, in general, the people of Papua enjoy lower welfare than they are capable of enjoying in relation to the natural resopurces the province has. The abundant natural resources in the province have not been exploited to the full in endevor to improve the well being of the popuakltuion. The division of Papua province into West Papua, Central Papua, and East Papua is expected to accelerate the development process, which should in turn reduce income disparity. None theless, some redress must be found to the problem of uneven distribution of natural resources among the three provinces, to prevent the emergence of regional paracholiasm which may the source of income inequality among the three new provinces due to their different respective locations on the the coast, plains, and mountaneous region.


Keywords


populasi, kependudukan, kesejahteraan, papua

Full Text:

PDF


References

Agung, I. N. dan Akhir Matua Harahap. 1993. “Perubahan Demografi di Indonesia”, dalam Aris Ananta (ed.) Ciri Demografis Kualitas Penduduk dan Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Lembaga Demografi dan Lembaga Penerbitan FEUI, hlm. 21-47.

Anwar, J. 1997. “Data dan Indikator Perumahan: antara Kebutuhan dan Penyediaan”, dalam W Imawan dan A. Anhaf (eds.) Pedoman Analisis Data Susenas Bidang Kesejahteraan Rakyat. Jakarta: Biro Pusat Statistik, hlm. 101-129.

Badan Pusat Statistik. 1999. Pemantauan Perkembangan Kesejahteraan Rakyat: Pemanfaatan Data Survei Sosial Ekonomi dan Data Sosial Kependudukan Lainnya. Panduan Pelatihan. Jakarta: Kerja sama dengan UNFPA.

———————. 1999a. Kecenderungan Kesejahteraan Rakyat di Masa Krisis Moneter Berdasarkan Hasil Survei Seratus Desa 1997 dan 1998. Jakarta: Kerja sama dengan UNICEF.

———————. 2001a. Indikator Kesejahteraan Rakyat 2000. Jakarta.

———————. 2001b. Statistik Indonesia 2000. Jakarta.

———————. 2001c. Indonesia Human Development Report 2001: Towards a new Consensus Democracy and Human Development in Indonesia. Jakarta: Kerja sama dengan Bappenas dan UNDP.

Bappeda. 1994. Analisis Desa Miskin 1993. Jayapura: Kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tk. I Provinsi Irian Jaya dengan Kantor Statistik Provinsi Irian Jaya.

Da Costa, Sriati. 1992. “Indikator Kesehatan, Gizi, dan Keluarga Berencana”, dalam Kumpulan Bahan-bahan Penyusunan Indikator Kesejahteraan Rakyat. Jakarta: Biro Pusat Statistik, hlm. 103-135.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). 2000. Profil Ketenagakerjaan dan Perencanaan Tenaga Kerja Daerah Provinsi Irian Jaya tahun 1999/ 2000. Jayapura: Kerjasama dengan Bappeda, BPS, Universitas Cendrawasih, dan Depnaker.

Djopari, John R.G. 1993. Pemberontakan Organisasi Papua Merdeka. Jakarta: Grasindo.

Republik Indonesia. 1994. Rencana Pembangunan Lima Tahun Keenam 1994/95-1998/99 Buku VI. Jakarta.

Sajogyo dan M. Sarman. 2000. Masalah Penanggulangan Kemiskinan: Refleksi Dari Kawasan Timur Indonesia. Jakarta: Puspa Swara.

Soemantri, Soeharsono. 1997. “Analisis Data Kor Susenas untuk Sektor Kesehatan”, dalam W. Imawan dan A. Ahnaf (eds.) Pedoman Analisis Data Susenas Bidang Kesejahteraan Rakyat. Jakarta: Biro Pusat Statistik, hlm. 37-55.

Wanane, Teddy K. E. 1997. “Upaya Peningkatan Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pendekatan Sosio-antropologis”, Seminar Sehari tentang Pengentasan Masyarakat Irian Jaya dari Kemiskinan, diselenggarakan oleh IPADI Cabang Irian Jaya dan Kanwil BKKBN Provinsi Irian Jaya, 17 September.



DOI: https://doi.org/10.22146/jp.11837

Article Metrics

Abstract views : 5080 | views : 4381

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Populasi




Copyright of Jurnal Populasi ISSN 0853-6202 (PRINT), ISSN: 2476-941X (ONLINE).


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Populasi Indexed by:

  ROAD  

web
analytics View My Stats