Kawula Tani di Bawah Sepatu Lars: Militer dalam Program Upsus Pajale Tahun 2015–2017 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

https://doi.org/10.22146/polgov.v1i2.60201

Anggalih Bayu Muh.Kamim(1*)

(1) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Kajian ini mendalami terkait upaya pelibatan institusi militer dalam mobilisasi petani untuk mencapai peningkatan produktivitas pangan melalui program Upsus Pajale. Program tersebut menjadi upaya dari Presiden Joko Widodo untuk melibatkan tentara, demi mencapai swasembada pangan pada tahun 2017. Studi ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus pada pelaksanaan program Upsus Pajale di Kabupaten Sleman pada tahun 2015–2017. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, teknik dokumentasi, dan triangulasi. Berbeda dengan studi sebelumnya yang melihat bahwa peran militer dalam program pangan disebabkan oleh faktor doktrin dan kelembagaan militer, hasil kajian ini menunjukkan bahwa peran otoritas politik dalam menerjemahkan kebijakan pangan sebagai bagian dari sektor pertahanan telah memberikan ruang bagi militer terlibat pada program pangan. Adanya Reformasi tahun 1998 yang mendorong penataan internal angkatan bersenjata tidak lantas menghilangkan peran militer dalam program pangan sebagai konsekuensi dari tafsiran otoritas politik mengenai ancaman internal pertahanan dan keamanan. Kehidupan petani kembali berada pada subordinasi militer yang menjadi alat penguasa untuk menyukseskan peningkatan produksi pertanian melalui program Upsus Pajale.


Full Text:

PDF


References

Aria, P. (2017). Pelibatan TNI dalam Gerakan Menanam Padi Menuai Kritik. https://katadata.co.id/berita/2017/03/13/pelibatan-tni-dalam-gerakan-menanam-padi-menuai-kritik. Diakses 30 April 2019.

Ayoob, M. (1983). Security in the Third World: The Worm about to Turn? International Affairs (Royal Institute of International Affairs 1944, 60 (1), 41–51.

Basuki, A. Y. (2013). Reformasi TNI: Pola Profesionalitas dan Refungsionalisasi Militer dalam Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Obor Indonesia.

Budiarti, R. (2018). Analisis Produksi Padi di Kabupaten Sleman. Yogyakarta: UII.

Chandra, R. (2016). Perbantuan TNI Kepada Pemerintah Daerah. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 1 (2), 32.

Christian, A. I. (2017). Pelaksanaan Upsus Pajale di Kabupaten Sleman. http://www.academia.edu/25782363/PELAKSANAAN_UPSUS_PAJALE_DI_KABUPATEN_SLEMAN). Diakses 2 Oktober 2018.

Davidson, J. S. (2018). Then and Now Campaigns to Achieve Rice Self-Sufficiency in Indonesia. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde, 174 (2/3), 188–215.

Dekasari, D. A. (2016). Pemberdayaan Petani dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan di Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Jurnal Analisa Sosiologi, 5 (1), 38–50.

Departemen Penerangan Republik Indonesia. (1981). ABRI Masuk Desa Manunggal I, II, dan III. Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia.

Effendy, M. (2008). Profesionalisme Militer Profesionalisasi TNI. Malang: UMM Press.

Erik. (2015). Kunjungan Menteri Pertanian Ri Ke Sleman Dalam Rangka Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Pangan. https://bkpp.jogjaprov.go.id/content/read/521/ KUNJUNGAN-MENTERI-PERTANIAN-RI-KE-SLEMAN-DALAM-RANGKA-UPAYA-KHUSUS-(UPSUS)-SWASEMBADA-PANGAN. Diakses 30 April 2019.

Faridhavin, U., Witjaksono, R., & Harsoyo. (2016). Persepsi Pendamping terhadap Pelaksanaan Program Upsus Pajale di Daerah Istimewa Yogyakarta. Agro Ekonomi, 27 (2), 201.

Hapsari, A. (2019). Hasil Pertanian di Sleman Turun. https://www.suaramerdeka.com/ news/baca/160700/hasil-pertanian-di-sleman-turun. Diakses 27 Juni 2019.

Helland, J. & G. M. Sørbø (2012). Food Security and Social Conflict. Oslo.

Huda, M., Yunas, N. S., Mujiburrohman, M. A., & Taqwa, Z. (2016). Military in Food Security: Back To Authoritarian Regime Or National Food Security Empowerment? IOSR Journal Of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS), 21 (10), 82–83.

Jenkins, D. (1983). The Evolution of Indonesian Army Doctrinal Thinking: The Concept of Dwifungsi. Southeast Asian Journal of Social Science, 11 (2), 21–28.

Kardi, K. (2015). Democratic Civil Military Relations: Hubungan Sipil-Militer di Era Demokrasi Indonesia. Jakarta: Pratama.

Kresna, M. (2017). Agung Hendriadi: Kita Manfaatkan Babinsa untuk Membantu Pertanian. https://tirto.id/kita-manfaatkan-Babinsa-untuk-membantu-pertanian-ctiW. Diakses 10 Maret 2019.

Lega, M. (2013). Implementasi Kebijakan Ketahanan Pangan di Kabupaten Sleman (Studi Penelitian Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman). Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Ludiyanta. (2017). Quo Vadis Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Kabupaten Sleman. Sleman: Bappeda Kabupaten Sleman. https://bappeda.slemankab.go.id/wp-content/ uploads/2019/01/QUO-VADIS-ALIH-FUNGSI-LAHAN-PERTANIAN-DI-KABUPATEN-SLEMAN.pdf.

Malik, Z. (2000). Birokrasi Militer dan Partai Politik dalam Negara Transisi. Yogyakarta: Galang Press.

Morong, S. & Nekoranec, J. (2012). Military – Political Connections To Food Security. In International Conference Of Scientific Paper Afases 2012 Brasov, 24-26 May 2012 (pp. 1–8).

Platt, J. M. (1970). Military Civic Action. Naval War College Review, 22 (8), 29.

Purwatiningsih, E. (2013). Efektifitas Pelaksanaan Program Tni Manunggal Membangun Desa (TMMD) Dalam Mewujudkan Ketahanan Wilayah. Jurnal Ketahanan Nasional, 19 (3), 130–138.

Rudner, M. (1976). The Indonesian Military and Economic Policy: The Goals and Performance of the FirstFive-Year Development Plan, 1969—1974. Modern Asian Studies, 10 (2), 267–274.

Said, S. (1987). The Political Role of the Indonesian Military: Past, Present and Future. Asian Journal of Social Science, 15 (1), 2–4.

Setiawan, R. (2019). Mentan Mau “Bangunkan” 10 Juta Hektare Lahan Tidur. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4443670/mentan-mau-bangun kan-10-juta-hektare-lahan-tidur. Diakses 30 April 2019.

Setiowati, I. N. & Sumarno. (2015). Perkembangan ABRI Masuk Desa (AMD) Tahun 1980-1998. Jurnal Avatara, 3 (1), 106–109.

Setyawan, F. (2016). Prajurit Korem 072/Pamungkas Turun ke Sawah Tingkatkan Kesejahteraan Petani. Jurnal Yudhagama, 36 (4), 18–26.

Shaw, L. A. D. (1979). The Military As A Contributor To National Development. Scientia Militaria, South African Journal of Military Studies, 9 (3), 38–45.

Simatupang, P. & Rusastra, I. W. (2005). Kebijakan Pembangunan Sistem Agribisnis Padi. In Ekonomi Padi dan Beras Indonesia (p. 41). Jakarta: Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian.

Slemankab.go.id. (2016). Bulog Beli Gabah Panen Sumbersari dengan Harga Tertinggi. http://www.slemankab.go.id/10128/bulog-beli-gabah-panen-sumbersari-dengan-harga-tertinggi.slm. Diakses 13 Mei 2019.

Solih. (2017). Peran Babinsa dalam Swasembada Pangan. https://tni.mil.id/view-112024-peran-Babinsa-dalam-swasembada-pangan.html. Diakses 27 Maret 2019.

Sonnino, R., Faus, A. M., & Maggio, A. (2014). Sustainable Food Security: An Emerging Research and Policy Agenda. Int. Jrnl. of Soc. of Agr. & Food, 21 (1), 173–188.

Sulaiman, A. A. (2017). Sukses Swasembada Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.

Sulaiman, S. R. (2015). Mentan: Jangan Tanya Lagi Kenapa Ada Babinsa! https://ekonomi.kompas.com/read/2015/01/19/084714226/Mentan.Jangan.Tanya.Lagi.Kenapa.Ada.Babinsa. Diakses 27 Maret 2019.

Supriyatmono, H. (1994). Nasution, Dwifungsi ABRI dan Kontribusi ke Arah Reformasi Politik. Surakarta: Sebelas Maret University Press bekerjasama dengan Yayasan Pustaka Nusatama.

Susanto, B. & Supriatma, A. M. T. (1995). ABRI Siasat Kebudayaan 1945-1995. Yogyakarta: Penerbit Kanisius dan Lembaga Studi Realino.

Suseno, D. & Suyatna, H. (2007). Mewujudkan Kebijakan Pertanian yang Pro-Petani. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 10 (3), 267–294.

Syahyuti. (2012). Rekonseptualisasi Lembaga dan Organisasi untuk Teori dan Praktek Penyuluhan Pertanian yang Lebih Efektif. In Lokakarya Nasional Menggagas Arah Pendidikan Sosiologi dan Penyuluhan Pertanian Masa Depan (p. 69). Sumedang: Laboratorium Sosiologi dan Penyuluhan Pertanian Universitas Padjajaran.

Utama, A. (2015). Tentara Diminta Menteri Jadi Penyuluh Pertanian. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20150108185754-20-23340/tentara-diminta-menteri-jadi-penyuluh-pertanian. Diakses 30 April 2019.

Warwick, D. P. (1987). The Effectiveness of the Indonesian Civil Service. Southeast Asian Journal of Social Science, 15 (2), 50–53.



DOI: https://doi.org/10.22146/polgov.v1i2.60201

Article Metrics

Abstract views : 1142 | views : 783

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0

Web
Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats