Protesa Mata: Rehabilitasi Pasien

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.7957

Arief Waskitho(1*), Erwan Sugiatno(2), Titik Ismiyati(3)

(1) Program Studi Prostodonsia, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(2) Bagian Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(3) Bagian Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Kasus kehilangan bola mata dapat menimbulkan masalah fungsi, psikis, dan estetik. Salah satu perawatan rehabilitatif pada kasus ini adalah dengan protesa mata. Tujuan pembuatan protesa mata adalah untuk mempercepat penyembuhan fisik dan psikis serta memperbaiki estetik. Pasien laki-laki usia 50 tahun datang ke klinik Prostodonsia RSGM Prof. Soedomo FKG UGM dengan kondisi kehilangan mata sebelah kanan akibat trauma 3 tahun yang lalu.Pemeriksaan soket mata menunjukkan konjungtiva yang sehat dan tidak terdapat infeksi. Rencana perawatan adalah pembuatan protesa mata non fabricated berbahan resin akrilik. Prosedur perawatan dilakukan dengan tahap-tahap yaitu pencetakan mata dengan sendok cetak mata perorangan dan pengisian hasil cetakan dilakukan 2 tahap. Pembuatan model malam sklera, mencoba pola malam sklera, membuat sklera akrilik, mencoba sklera akrilik, dan penentuan lokasi dan diameter iris, melukis iris dan pupil, penyelesaian protesa mata, serta insersi protesa mata, pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah retensi, stabilisasi, dan kenyamanan protesa mata. Kontrol setelah 1 minggu protesa mata menunjukkan hasil yang baik, tidak ada keluhan rasa sakit, dan tidak ada peradangan. Pasien lebih percaya diri dan nyaman dengan protesa mata ini karena bentuknya sesuai soket mata. Pemakaian protesa mata dapat meningkatkan kepercayaan diri pasien sehingga dapat diterima dalam kehidupan sosial bermasyarakat. 

 

Ocular Prosthesis: Patient Rehabilitation. The loss of eyeballs may lead to problems in function, psychology, and aesthetics. One of rehabilitative treatments for this case is by making prosthesis eyes. The purpose of this treatment is to heal the physical and psychological function quickly and to fix the aesthetics. A 50-year-old male patient who came to RSGM Prof. Soedomo FKG UGM’s Prostodontia Clinic complained that he lost his right eye because of traumatic injury 3 years ago. After checking the eye socket up, it was found that his conjunctiva lining was healthy, and there was no infection. The treatment plan was to make non-fabricated ocular prosthesis from acrylic resin. For the treatment procedure, the steps are as follow: minting the individual eye by using minted spoon and pouring the minting result of the eye by two phases; making the model of wax sclera followed by trying on the wax sclera pattern to the patient eye socket and making an acrylic version of sclera followed by trying on the acrylic sclera to the eye socket, and then determining the location and iris diameter to draw the iris and pupil. The finishing process of the eye prosthesis is by inserting the eye prosthesis to the patient eye socket. The checkup is needed to know the retention, stabilization and fitting the eye prosthesis. After medical check-up during a week, the eye prosthesis showed the good result, absence of pain and inflammation. The patient was more confident psychologically and comfortable using this eye prosthesis because the shape was compatible with the eye socket. Using eye prosthesis can improve the patients’ confidence as they can be accepted in social life.

Keywords


luka trauma; soket mata; protesa mata non fabricated; traumatic injury; eye socket; non-fabricated ocular prosthesis

Full Text:

PDF


References

Pearce EC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis.

Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2002. H. 314-322.

Deacon BS. Orbital implants and ocular prostheses: A comprehensive review www.jomtonline.com. Diunduh pada tanggal 25 April 2013.

Patil BA, Mankani NH, Chowdhary RE, Nagaraj.

Rehabilitationof phthisis bulbi : A Case report. Journal of Clinical and Diagnostic Research. December 2011; Vol-5(8): 1679-1681.

Lubis S. Prothesis mata, laporan kasus. Jurnal

Kedokteran Gigi Indonesia. 2005; 55: 433-36.

Rosalina C. Pembuatan obturator mata pada pasien dengan kehilangan mata akibat cacat bawaan. Majalah Kedokteran Gigi. 2010; Vol XVII: 41-44.

Dheeraj K, Ajay G, Hemant G, Gaurav C. Ocular prosthesis: a case report. Baba Farid University Dental Journal. 2010; Vol.1: 52-54.

Rahn A, Boucher LJ. Maxillofacial prosthetics: orbital and ocular prostheses. Philadelphia: W.B. Saunders Company; 1970. H. 151-168.

Adarsh N, Pradeep, Suresh BS, Yogesh RB, Rachana KB. Ocular prosthesis made easy: a case report. International Journal of Dental Clinics. 2011; Vol 3(1):105-106



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.7957

Article Metrics

Abstract views : 2147 | views : 6451

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics